Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Kegelisahan


__ADS_3

Di malam hari setelah siang tadi mengantar keluarga Jasmin pulang ke negaranya. Kini di dalam kamar Arbeto memandang langit yang sudah gelap tidak nampak bintang yang biasa menampakkan diri. Entah kenapa hari ini dia merasa gelisah dalam hatinya tapi dia tidak tahu apa penyebabnya.


Sampai larut malam dia tidak bisa memejamkan matanya. Seolah -olah dia merasa hari itu pasti sudah semakin dekat. Dia meraih bingkai foto dirinya dan juga Jasmin. Di sampingnya ada fotonya dan juga keluarganya.


Arbeto terus saja memandang foto Jasmin dan keluarganya dia benar -benar merasa akan pergi meninggalkan mereka semua. Tanpa terasa air matanya mengalir di wajah lelaki yang selama ini berusaha ceria tidak menunjukkan kesedihannya tetapi kini dia benar -benar rapuh.


Dia pun larut dalam semua kenangan yang di lewati bersama keluarganya dan juga Jasmin. Arbeto pun baru tertidur jam tiga pagi.


Pagi hari ketika semua orang sudah berkumpul untuk makan tinggal Arbeto yang belum nampak. Momy pun bertanya pada Arslan kemana kakaknya


"Ars dimana kakakmu kok belum turun untuk makan"


" Tadi waktu Arslan turun pintu kamar kakak masih tertutup"


" Ars cepat kamu panggil kakakmu untuk turun"

__ADS_1


"Baik mom"


Arslan pun segera berjalan naik ke tangga dia pun menuju kamar Arbeto. Arslan pun mengetuk pintu memanggil nama kakaknya tetapi tidak ada jawaban. Dia pun merasa cemas takut kejadian yang menimpa kakaknya terulang kembali.


Arslan pun segera membuka pintu kamar Arbeto mendapati kakaknya masih berbaring di atas ranjang. Arslan pun memeriksa kakaknya takut terjadi sesuatu setelah yakin kakaknya baik -baik saja Arslan segera berjalan keluar menutup kembali pintu kamarnya. Dia pun turun ke bawah untuk bergabung dengan yang lainnya.


Tiba di bawah Arslan pun segera duduk dia ditanyai momynya .


" Bagaimana Ars apakah Arbeto sudah bangun kenapa tidak ikut turun"


" Baiklah biar nanti momy yang membawa sarapan ke kamar kakakmu bersama Jasmin"


Mereka bertiga segera makan. Setelah makan momy berbicara pada Arslan agar meluangkan waktu bersama kakaknya.Arslan pun berjanji besok dia akan meluangkan waktunya dia tidak bisa menolak keinginan momynya.


" Klo gitu Arslan berangkat dulu mom"

__ADS_1


" Ya Ars kamu hati -hati di jalan"


" Ya mom"


Arslan pun mencium tangan momynya dia pun berjalan keluar menuju ke perusahaan.


Melihat kepergiaan Arslan momy pun menata makanan yang akan di bawa ke kamar Arbeto di bantu oleh Jasmin. Entah kenapa momy merasa gelisah tidak biasanya Arbeto tidak bangun melewatkan makan paginnya. Momy merasa ingin bersama -sama Arbeto seperti dia tidak ingin jauh dari sosok anaknya.


Momy dan Jasmin pun naik ke atas menuju kamar Arbeto .Momy pun melihat Arbeto masih berbaring di kamar Jasmin yang membawa nampan makanan segera meletakkan nampan tersebut di meja dekat ranjang. Sementara momy membuka tirai jendela Arbeto. Arbeto yang merasa ada sinar masuk dia pun membuka matanya.Begitu membuka mata dia melihat Jasmin kekasihnya dia pun tersenyum memegang tangan Jasmin. Arbeto ingin memeluk tubuh Jasmin entah kenapa dia begitu rindu padanya padahal tiap hari bertemu. Belum sempat Arbeto memeluk Jasmin terdengar suara yang menghentikan tindakan Arbeto.


" Ar apa yang ingin kamu lakukan"


" Tidak ada mom "Arbeto pun menghentikan kegiatannya yang ingin memeluk Jasmin. Jasmin yang merasa terkejut dia pun benar -benar malu apalagi dia tidak meyangka bahwa Arbeto ingin memeluknya.


Arbeto pun segera pergi ke kamar mandi. Sementara momy mengajak Jasmin untuk duduk di sofa yang ada di kamar Arbeto.

__ADS_1


__ADS_2