Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Gara -Gara Baju


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Nico semua sudah berkumpul di meja makan kecuali Arslan yang belum ke meja makan.


Arslan yang sekaran sedang menatap cermin memperhatikan baju yang di kenakan . Baju pemberian momynya kemarin dia sebenarnya tidak ingin memakainya ke kantor tapi karena permintaan momy terpaksa dia memakainya.


Kemeja yang sekaran di pakai Arslan bukan gayanya . Arslan yang terbiasa memakai kemeja dengan warna gelap sekaran memakai warna kemeja cerah. Dia berharap di kantor nanti ada yang memperhatikannya. Setelah yakin bahwa kemeja tidak begitu kelihatan warnanya dengan jas yang di gunakan ,Arslan pun segera turun ke bawah sampai di bawah semua orang sudah menunggunya.


Setelah semua anggota sudah lengkap mereka semua segera makan, saat makan tidak ada yang bicara hanya terdengar detingan sendok. Setelah selesai makan momy menanyakan kepada Ars tentang permintaan kemarin malam.


" Ars kamu tidak lupa dengan janji kamu kemarin kqn"


" Tidak mom ,momy bisa lihat aku sudah memakainya"


" Baiklah Ars semoga hari mu menyenangkan"


" Ya mom Ars berangkat kerja dulu"


Ars pun segera berpamitan pada momynya dan juga kakaknya. Melihat Arslan sudah pergi momy tersenyum Arbeto yang melihat senyuman momynya . Dia pun mengerti bahwa momy sengaja membelikan Arslan pakaian yang warnanya tidak di sukai Arslan,karena Arslan lebih suka dengan warna gelap.

__ADS_1


" Mom sengajanya membelikan Arslan pakaian yang warnanya tidak di sukainya"


" ya Ar habisnya momy bosen melihat Arslan dengan warna itu - itu saja"


Jasmin yang mendengar obrolan antara momy dan Arbeto tidak habis pikir ternyata momy Arbeto suka mengerjai anaknya.


Di kantor Arslan berjalan terburu - buru agar pegawai tidak memperhatikan warna hem yang di pakainya hingga dia dengan cepat memasuki lift menuju ruangan . Begitu lift sudah terbuka dia berjalan dengan cepat hingga tidak menyadari ada office girl yang membawa minuman ,Arslan pun menabraknya hingga minuman tersebut mengenai jasnya.Pegawai office girl yang melihat bahwa minuman yang di bawanya mengenai bosnya dia pun segera minta maaf.


Arslan pun yang mendengar office girl minta maaf dia pun mengatakan


" tidak apa - apa kamu bisa pergi jangan lupa bersihkan minuman yang tumpah di lantai"


Arslan segera pergi menuju ruangannya sebenarnya kejadian ini bukan salahnya pegawainya karena tadi dia berjalan terburu - buru hanya sekedar menghindari bertemu pegawainya karena memakai baju ini.


Dia pun segera melepas jasnya karena basah hanya meninggalkan kemeja yang warnanya begitu cerah. Dengan terpaksa dia menghubungi lewat telfon Siska.


Siska yang sudah sibuk mengerjakan tugasnya di mejanya. Mendengar suara telfon berbunyi dia segera mengangkatnya dia berharap bosnya tidak memberikan perintah yang aneh -aneh.

__ADS_1


"pagi tuan apa ada sesuatu"


" pagi Sis tolong kamu belikan jas warna dengan ukuran ,sebelum makan siang harus ada di meja saya"


" kamu mengerti Sis"


"ya tuan"


Setelah menutup telfon Siska mengumpat dalam hati kenapa dia di suruh pergi membeli jas,bukannya mengerjakan laporan . Mau membantah dia bosnya dasar tuan Arslan selalu saja memberi perintah se maunya sendiri. Di lihat jamnya masih jam delapan pagi Siska pun terpaksa mengambil tasnya turun ke bawah untuk pergi ke toko penjual jas.


Siska pun segera mengambil mobilnya di parkiran membawanya ke toko pakaian. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit Siska sampai juga diapun segera membeli pesanan tuan Arslan. Begitu mendapatkannya dia segera ke kasir untuk membayar keluar dari toko segera kembali ke kantor.


Tiba di kantor segera dia memakirkan mobilnya. Dia pun berjalan menuju lift ke lantai ruangannya. Sampai di mejanya dia menaruh tasnya. Dia pun berjalan menuju ruangan tuan Arslan sambil membawa paper bag berisikan jas.Dia pun segera mengetuk pintu.


Arslan yang masih larut dalam pekerjaannya mendengar suara pintu di ketuk dia pun mempersilahkan untuk masuk. Siska pun berjalan masuk memberikan paper bag ke pada tuan Arslan. Arslan pun mengucapkan terima kasih kepada Siska.


Siska pun tercengan mendengar ucapan terima kasih tuan Arslan tidak biasanya tuan Arslan berbicara seperti itu. Siska pun melihat warna kemeja yang di pakai tuan Arslan malah semakin heran karena sejak tuan Arslan bergabung di perusahaan ini tidak pernah Siska melihat tuan Arslan memakai kemeja warna seperti itu.

__ADS_1


Siska pun segera kembali ke ruangannya. Ternyata kalo tuan Arslan memakai kemeja seperti itu tidak terlihat galaknya.


__ADS_2