
Jasmin segera keluar dari ruangan Arbeto dia bertanya pada salah satu karyawan ruangan Arslan. Karyawan tersebut menunjuk salah satu ruangan yang tidak jauh dari ruangan Arbeto. Jasmin langsung berjalan dengan terburu -buru dia pun membuka pintu ruangan Arslan tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Melihat Jasmin masuk yang nampak cemas ,Arslan jadi merasa kuatir apalagi tidak ada kakaknya di sampingnya.
" Ars bisa cepat kamu hubungin David"
" Ya bisa Jas ada apa"
Jasmin pun bercerita tentang keadaan Arbeto tak membuang waktu lama Arslan segera menghubungi David untuk segera datang ke kantor.
Arslan segera berjalan ke ruangan kakaknya yang di ikutin Jasmin dari belakang. Arslan pun melihat keadaan kakaknya yang sudah tertidur. Dia pun berjalan keluar kamar tempat kakaknya tidur berjalan menuju sofa yang ada di ruangan kakaknya . Jasmin pun ikut duduk di sofa depan Arslan .
Arslan dan Jasmin saling terdiam tidak ada yang bicara mereka larut dengan pemikiran tentang keadaan Arbeto. Hampir satu jam barulah dokter David tiba di ruangan Arbeto.
Dokter David pun segera masuk ke ruangan tersebut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Begitu Dokter David masuk Arslan dan Jasmin melihat kedatangan dokter David.
__ADS_1
Dokter David pun berjalan menuju ke tempat Arslan.Dia pun bertanya pada Arslan apa yang terjadi.
"Ars apa yang terjadi"
Arslan pun menceritakan apa yang terjadi seperti yang di ceritakan Jasmin.
Dokter David pun segera masuk ke kamar yang di tempati Arbeto. Arslan dan Jasmin pun mengikuti dokter David.
Dokter David pun segera membuka tasnya mengeluarkan peralatannya untuk mengecek keadaan Arbeto.
Arbeto yang merasa ada yang memegang tangannya dia pun terbangun dari tidurnya.
" Kepalaku terasa sakit"
Setelah memeriksa keadaan Arbeto. Dokter David memberikan obat agar segèra di minum Arbeto ,biar sakit kepalannya bisa hilang.
__ADS_1
Jasmin pun segera mengambilkan minum di meja kerja Arbeto dia dengan telaten memberikan Arbeto minum.
" Ar sebaiknya kamu istirahat dulu ,biar sakit kepalanya bisa hilang"
" Ya Dav terima kasih telah datang kemari"
Aslan dan Dokter David keluar kamar . Dokter David pun menyuruh Arslan untuk membeli makanan. Sementara Jasmin berada di kamar menemani Arbeto dia pun mengengam tangan Arbeto takut kalo Arbeto pergi untuk selamanya.
" Honey tidak usah kuatir aku baik - baik saja setelah istirahat lagi pasti sakit kepalaku akan hilang "
" Ya bee kamu istirahat biar aku yang menjagamu"
Jasmin menjaga Arbeto yang mulai terlelap memejamkan mata. Sementara Jasmin berusaha agar tidak menanggis di depan Arbeto. Jujur di dalam hatinya dia merasa sangat sedih melihat rasa sakit yang di alami kekasihnya walaupun kekasihnya mengatakan baik - baik saja .
Arslan sudah berada di depan restaurant dia segera memesan banyak makanan karena kak David bilang bahwa kakaknya Arbeto butuh banyak sumber energi yang masuk.Setelah makanan sudah siap pengawai memberikan makanan kepada Arslan .Arslan pun segera menggambil makanan tersebut setelah membayarnya terlebih dahulu.
__ADS_1
Arslan juga memesan makanan buat yang lainnya juga bukan hanya buat kakaknya. Setelah makanan sudah berada di tangannya dia segera menuju mobilnya,membuka pintu mobil menaruh makanan tersebut di kursi depan sementara Arslan segera mengemudikan mobilnya menuju kantor.
Sesampai di kantor Arslan segera memasuki lift menuju ke ruangan kakaknya sambil membawa makanan dari restaurant .