Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Pemeriksaan


__ADS_3

Siang hari Arbeto menelfon sahabatnya David .Setelah telefon tersambung dia pun berbicara pada David apakah sore ini ada waktu luang. Setelah memastikan David di sore hari tidak banyak pasien dia memutuskan pergi ke rumah sakit tempat David bekerja.


Sore hari Arbeto yang selesai berganti pakaian dia segera turun ke bawah. Kebetulan Jasmin di bawah dia pun mengajak Jasmin ikut menemani ke rumah sakit.


Momy yang melihat penampilan Arbeto yang mau pergi dia pun menanyakan mau pergi kemana.Arbeto memberitahukan bahwa mau ke rumah sakit menemui David. Momy yang mendengarnya nampak terkejut dia kuatir penyakit anakny akan semakin parah.


Arbeto yang melihat raut muka momynya dia menjelaskan tidak perlu kuatir karena Arbeto kesana mau mengecek kesehatan tetapi sejauh ini dia baik -baik saja.


Melihat Jasmin yang sudah selesai bersiap -siap Arbeto segera berpamitan pada momy dan juga orang tua Jasmin. Mereka berdua masuk ke dalam mobil di mana supir sudah siap mengantar mereka berdua.


Begitu tuannya sudah masuk supir pun menanyakan arah tujuannya. Arbeto pun memberitahukan ke rumah sakit . Supir pun melajukan mobilnya membelah padatnya keramaian jalanan.

__ADS_1


Di dalam mobil Jasmin mengengam tangan Arbeto seakan dia memberikan kekuatan pada Arbeto.


Arbeto yang mengerti kecemasan dari kekasihnya dia pun berbicara pada Jasmin.


" Tidak apa - apa honey aku baik -baik saja kamu tidak perlu kuatir"


" Tapi bee aku takut "


Tak berapa lama mereka pun telah sampai di sebuah rumah sakit supir pun membukakan pintu pada tuannya .Arbeto dan Jasmin segera turun dari mobil mereka berjalan bersama -sama .Arbeto yang sudah hafal betul dengan ruangannya David dia pun segera berjalan menuju ruangan tersebut.


Tiba di depan ruangan Arbeto segera mengetuk pintu. Di dalam ruangan David yang duduk di kursinya mendengar suara pintu di ketuk dia pun segera menyuruh masuk.

__ADS_1


Arbeto pun segera masuk ke dalam ruangan tersebut bersama Jasmin. David yang melihat bahwa sahabatnya yang datang dia pun segera berdiri berjalan menuju Arbeto.Dia pun memeluk Arbeto pelukan sesama lelaki. Setelah memeluk Arbeto dia pun mengelurkan tangan pada Jasmin untuk berjabat tangan.


David pun mempersilahkan Jasmin duduk sementara Arbeto dia di suruh berbaring di atas ranjang untuk memeriksa keadaannya.David pun segera memeriksa tubuh Arbeto.


Setelah memeriksa tubuh Arbeto. Arbeto pun segera bangun dia duduk di samping Jasmin. David pun juga duduk di depan mereka David pun menjelaskan tentang kesehatan Arbeto.


Dia mengatakan bahwa kesehatan Arbeto baik - baik saja walaupun penyakit Arbeto tidak bisa di sembuhkan asal Arbeto menjaga pola makan dan waktu istirahatnya paling tidak membuat daya kekebalan tubuhnya kuat sehingga penyakit yang di derita Arbeto untuk menyebarkan sel -selnya berjalan lambat.


Setelah mendengar penjelasan dari David mereka berdua tampak lega. Terutama Jasmin yang dulu pernah mendengar pembicaraan David dan Arbeto yang mengatakan umur Arbeto tidak lama lagi. Mendengar semua ini Jasmin bertekad agar lebih memperhatikan Arbeto terutama asupan makanan yang masuk ke tubuh Arbeto.


David pun menulisakan resep obat pada Arbeto. Arbeto pun menerima resep obat tersebut mereka berdua mengobrol bersama -sama bercerita tentang masa kuliah di kampus yang sama.

__ADS_1


Jasmin pun hanya diam mendengar mereka bercerita dia pun mengerti bahwa waktu kuliah dulu Arbeto belum pernah pacaran dia penasaran dengan sosok yang menjadi pacar pertama Arbeto bagaimana dia.


__ADS_2