
Pintu ruangan ICU masih tertutup mereka bertiga duduk dalam diam hanya air mata yang menetes di pipi melihat pintu yang masih tertutup .Mereka semua berdoa agar tidak terjadi apa -apa kepada Arbeto tetapi hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Mereka semua larut dalam pemikiran masing - masing.
__ADS_1
Momy tidak bisa memendung lagi air matanya dia duduk bersandar pada Arslan momy masih tidak percaya apa yang barusan terjadi padahal Arbeto tadi masih baik -baik saja mengajak pergi ke pantai tertawa bahagia. Bahkan momy melihat dengan jelas saat Arbeto mencium Jasmin dengan pemandangan air laut. Momy pun teringat kenangan masa lalu saat pertama kalinya dia mengendong Arbeto setelah lahir kebahagiaan yang tak terkira kala itu hingga dia meyaksikan bayi mungil itu tumbuh menjadi sosok yang dewasa apalagi saat kematian suaminya Arbeto yang mengantikan menjaga mereka semuanya.
__ADS_1
Jasmin pun tak berhenti mengeluarkab air matanya dia berharap masih ada keajaiban hingga Arbeto bisa sadar lagi .Dia berharap Arbeto masih mau berjuang untuk hidupnya seperti saat dia koma dia masih bisa bangun lagi. Padahal dia sangat bahagia bisa mendapatkan cinta yang begitu tulus dari Arbeto dia masih teringat dengan permintaan Arbeto kalo sampai dia pergi. Apakah kamu sudah memiliki firasat bee hingga memintaku untuk berjanji seperti itu. Apakah aku bisa menepati janjiku padamu ketika hatiku sudah penuh dengan cintamu . Mampukah aku menempatkan seseorang di hatiku ketika aku bernafas selalu mengingatmu ternyata pertemuan kita pertama di Taj Mahal adalah awal tentang kisah kita mungkin aku seperti raja Jalal yang tak pernah bisa melupakan mendiang istrinya seperti itu bee aku juga tidak akan pernah mampu melupakanmu seumur hidupku mungkin di kehidupan selanjutnya aku berdoa agar aku akan selalu menjadi belahan hatimu.
__ADS_1
Di dalam ruang ICU dokter David serta dokter lainya berusaha agar Arbeto bisa setabil . Mereka semua berusaha agar jantung yang memompa darah tidak semakin lemah apalagi saat Arbeto datang kondisinya begitu lemah. Dokter David pun mengeluarkan alat kejut jantung supaya bisa memompa jantung Arbeto agar kuat. Mereka semua bersiap untuk memompa jantung Arbeto tapi santai tiga kali hal itu di lakukan tetap saja jantung Arbeto semakin lemah apalagi grafik yang menandakan kerja jantung Arberto menampakan garis yang naik turun tapi sangat pendek. Para dokter tetap berusaha untuk mengembalikan kinerja jantung supaya tidak melemah tapi mereka sadar mereka hanya manusia hanya Tuhan yang menentukan keputusan akhirnya.
__ADS_1