Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Semakin sakit


__ADS_3

David dan Arbeto sekarang sudah berada di rumah sakit.David mulai memeriksa sahabatnya memasang infus pada tangannya.


"Gimana Dav apa yang terjadi"


" Ar keadaan loh semakin hari mengalami penurunan ,ini harus kusampaikan klo kamu gak mau mengikuti Transplasi munkin gak sampai satu tahun".


Deg jantung Arbeto seakan berhenti ,dia tidak menyangka bahwa hari itu akan benar -benar tiba ,walaupun dia sudah menyiapkan hati, tetapi tetap saja dia benar -benar sedih.


David yang liat reaksi sahabatnya yang diam saja bertanya."Loh gak pa pa Ar ?"


"Ya gue gak pa pa hanya merasa shock saja karena waktu gue gak bakal lama".


"Satu minggu ni loh mesti dirawat istirahat total gak usah mikirin kerjaan dulu".


Sepeninggalan David keluar dari kamar , Arbeto mulai memikirkan cara apa yang bis dia lakukan di waktu singkat ini.

__ADS_1


Di otaknya sudah terdapat banyak hal yang harus dia lakukan.


Pertama dia harus membuat adiknya mau belajar tentang perusahaan karena hanya dia harapan satu satunya.


Kedua dia memikirkan momynya dia bakal memberikan waktu banyak agar bisa terus menemani.


Dan ini adalah hal paling sulit yang harus dia lakukan kepada kekasihnya Jasmin. Dia tidak sanggup melihat air mata dari Jasmin klo sampai tau, dia sudah bertekad bakal membuat Jasmin membencinya agar dia bertahan hidup tanpa adanya di sampingnya.


Keegoisan Arbeto munkin akan membuat orang bersedih apalagi membunyikan hal sebesar ini kepada orang yang dia cintai. Tapi dia juga tidak ingin terlihat lemah atau perlu di kasihani karena sesunguhnya kematian setiap orang pasti terjadi hanya tinggal waktu saja takdir itu menghampiri.


Arbeto menerawang jauh ke langit- langit dia mulai teringat dengan papinya kenangan waktu kecil sampai remaja gimana papinya selalu menjadikan sosok yang kuat,tegar menghadapi tantangan kehidupan.


Malam semakin larut Arbeto terlelap tidur tidak ada yang menemani hanya ada suster yang berjaga -jaga di luar melihat pasien tiga jam sekali.


Pagi hari datang sinar matahari menerobos masuk melalui tirai kamar yang tertutup.Arbeto mulai mengeliat perlahan -lahan membuka mata merasakan hawa pagi .

__ADS_1


Dia memulai turun dari ranjang mengambil kantong infus berjalan ke kamar mandi,menuntaskan rutinitas di pagi hari. Setelah selesai dia naik ke ranjang tempat pembaringanya. Menggambil hp di atas nakas.


Terdengar bunyi telefon di seberang sana memaksa orang yang masih tidur untuk menggambil hpnya,dengan mata masih terpejam mengucapkan kata


"Hallo loh siapa sih ganggu orang lagi tidur gak tau ya ni masih pagi" Arslan memaki - maki orang yang mengganggunya tidur tanpa melihat nama yang menelfonya.


"Udah ngomongnya kamu mau aku menghentikan uang sakumu" Arbeto dengan santainya menjawab perkataan adiknya


"Maaf kak jangannya ,apapun keinginan kakak bakal aku turutin kok"


"Baiklah minggu depan kamu mulai pergi ke kantor"


"Apa kak gak ada keinginan lain gitu,kakak kan paling tau aku tidak bis melihat tumpukan dokumen"


"Sudahlah Arslan sampai kapan kamu bakal lari dari tanggung jawabmu, kamu tadi udah janji bakal menurutin keinginan kakak,laki-laki sejati yang di pegang janjinya".

__ADS_1


"Baiklah kak sampai bertemu minggu depan"


Ya Arbeto mulai menjalankan rencana menjadikan adiknya agar mampu mengantikannya.Dia tau adiknya bis melakukan tugas ini,hanya sedikit manja saja membuat dia males berhubungan dengan bisnis.


__ADS_2