
Di negara A masih dalam suasana musim salju ,jalanan banyak salju yang menumpuk para petugas banyak di kerahkan untuk membersihkan salju terutama di jalan-jalan.
Di dalam kamar asrama Jasmin masih meringkuk di dalam selimut ,dia engang untuk membuka selimutnya karena udara dingin masih terasa.
Jasmin yang biasa tinggal di negara I masih menyuasaikan suasana badan di negara A jadi engang untuk membuka mata bangun dari tidurnya.
Sementara Arbeto di dalam apertemen tidak bisa tidur dengan nyenyak karena merasa sakit kepalanya menyerang lagi. Dia pun segera bangun mengambil air segera meminum obatnya. Setelah agak mendingan dia membaringkan tubuhnya.
Jasmin yang merasa udah lama tidur segera bangun pergi ke kamar mandi membersihkan badan,berganti pakaian untuk bersiap -siap keluar.
Arbeto yang merasa tubuhnya kurang fit memaksakan untuk pergi menemui sang kekasih setelah selesai bersiap -siap berganti pakaian dengan mengenakan baju jaket tebal karena cuaca masih begitu dingin.
Dia pun keluar apertemen menjalakan mobilnya menuju asrama Jasmin. Setelah menempuh perjalan beberapa menit dia pun sampai di asrama Jasmin. Menunggu dengan sabar sampai kekasihnya datang.
Jasmin yang keluar melihat mobil Arbeto sudah terpakir langsung membuka pintu ,segera naik ke bangku depan di samping sang kekasih tidak lupa memakai sabuk pengaman.
"Siang bee lama nunggunya"
__ADS_1
" No problem tidak lama kok honey"
"Kita mau pergi ke mana bee"
"Pasti kamu bakal suka"
Mereka berdua melanjutkan perjalanan menikmati waktu berdua sampai di sebuah lembah yang banyak banget tumpukan salju.
"Indah sekali bee tempatnya banyak sekali saljunya" Jasmin kemudian turun melihat hamparan salju yang begitu luas segera berlari-lari seperti anak kecil.
Arbeto pun tersenyum melihat sang kekasih yang bergembira ,dia pun menggambil sedikit salju menjadikannya bola sambil memanggil Jasmin.
Akhirnya mereka saling lempar bola salju setelah lelah mereka mereka duduk di atas salju . Jasmin mengajak Arbeto membuat boneka salju mereka berdua bersama -sama membuat boneka salju.
Mulai dari membuat badannya, kepala menghias dengan memakai mata hidung , setelah boneka salju jadi mereka berdua berfoto bersama dengan boneka salju.
Setelah selesai berfoto tiba-tiba Arbeto dari hidungnya mengeluarkan darah ,Jasmin yang melihat itu langsung saja merasa panik.
__ADS_1
"Bee kemu g pa pa "
Arbeto yang merasa hidungnya mengeluarkan darah segera mengambil sapu tangan di dalam sakunya.
"G pa pa honey ini biasa klo aku ke capekan "
" Kamu membuatku takut bee ayo kita ke rumah sakit "
" Kamu tidak usah cemas ini efek aku pusing tar minum obat juga sembuh"
"Ayo sini aku cuma ingin mengengam tangan mu sudah membuat ku senang"
Mereka berdua menikmati hasil karya boneka salju dengan saling mengengam tangan,Jasmin pun bersandar di bahu Arbeto. Hanya ada sebuah perasaan damai.
"Kamu tahu honey inilah momen yang bisa aku merasa damai ,aku tidak pernah menyesal telah bertemu dengan mu".
"Bee hubungan kita udah lama kamu tidak mau kenalin aku dengan keluargamu"
__ADS_1
"Kamu tenang saja nanti ada saatnya kamu yang sabar ya" Dalam hati apakah aku sanggup bertahan di sisi mu Jas seandainya aku mampu tetap selalu bisa bersama kamu selamanya.