Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Kritis 2


__ADS_3

Arslan dan momy menuju tempat UGD di mana Arbeto masih berada disana. Mereka berdua saling diam tanpa terasa meneteskan air mata tidak menyangka menyembunyikan penyakit sebesar ini.


Arslan pun tidak tahu apa yang mesti di lakukan bahwa pembicaraan kakaknya tadi malam adalah jawaban dari semua ini. Kenapa kak kamu tidak pernah memberitahukan beban kepadamu seharusnya kamu cerita aku rela jika harus berbagi sakit denganmu . Dia melihat momy betapa rapuhnya sang momy ,tapi dia juga harus bisa menghibur momynya.


Setelah beberapa menit Arbeto segera di pindahkan ke ruangan perawatan dimana semua selang pernafasan terpasang di hidungnya.Alat pendektesi jantung pun juga terpasang memantau bergerakan jantung.


Momy masuk ke ruang perawatan Arbeto dengan memakai pakaian steril terlebih dahulu. Dia duduk di dekat Arbeto mengengam tangan anaknya walaupun dia merasa harus kuat tapi air matanya tetap saja menetes.


"Ar bangun nak jangan pernah tingalin momy katanya dulu kamu mau jadi malaikat pelindung momy"


"Kenapa kamu tega Ar tidak pernah cerita tentang apa yang kamu alamin,bahkan bila momy bisa menukar nyawa akan momy serahkan". Tapi tetap saja Arbeto tidak mau bangun dia seperti tidur tidak ingin bangun.


Setelah beberapa jam momy Arbeto yang menemani dia pun keluar di ganti oleh Arslan. Melihat keadaan momy seperti ini membuat Arslan tidak tahan melihat kesedihan momynya. Dia pun menyuruh untuk pulang tapi momynya tidak mau.


Akhirnya Arslan menyuruh momy untuk makan , momy pun menolak makanan yang di berikan Arslan karena Arslan terus memaksa , momy pun mau makan walaupun sedikit .


Setelah memastikan momy makan kini giliran Arslan ke ruangan Arbeto.

__ADS_1


"Kak bangun kak aku janji bakal ngelakuin perintah kakak ,asal kakak bangun". Arslan melihat sosok Arbeto yang selalu berwibawa sekarang begitu lemah.


"Apa yang harus aku lakukan kak klo tidak ada kamu yang selalu membimbingku"


Tetap saja Arbeto tidak mau bangun hingga malam Arslan menjaga sampai ketiduran.


Di pagi hari Arslan bangun berharap sang kakak membukakan mata tapi tidak ada tanda tanda mau bangun.


Dia pun keluar dari ruangan Arbeto.


"Mom bangun " mendengar suara orang memangilnya momy pun terbangun.


"Gimana Ars kakakmu sudah sadar"


"Belum mom"


Arslan pun pergi kamar mandi sekedar membersihkan muka lalu mengajak momynya untuk sarapan.

__ADS_1


Paling tidak dia harus memastikan momynya makan dengan teratur agar tidak sakit.


Arslan pun pamitan kepada momynya dia bakal ke kantor nanti siang akan kembali kesini.


"Mom harus jaga kesehatan kakak pasti sedih klo melihat momy sakit".


"Ya Ars momy pasti jaga kesehatan kok"


Aslan pun pergi meninggalkan rumah sakit ,dia pun menelfon orang rumah untuk membawa beberapa pakaian ganti untuk momynya dan dirinya .


Sebelum ke kantor Arslan mampir ke toko pakaian untuk membeli baju buat ganti. Walaupun dia ingin menemani kakaknya, tapi perusahaan harus tetap ada yang menghendel.


Beberapa jam perjalanan dia pun sampai di perusahaan, dia pun mencari seketaris kakaknya agar mempersiapkan rapat satu jam lagi.


Seketaris kakaknya telah selesai mempersiapkan rapat dia pun memberitahukan kepada Arslan.


Setelah di rasa siap Arslan pun memimpin rapat dengan para menajemen ,dia pun mengambil alih kekuasaan kakaknya sementara waktu.

__ADS_1


__ADS_2