
Dokter David dan para dokter lainnya sudah benar -benar berusaha namun mereka tidak bisa melawan kehendak Tuhan. Monitor jantung pun menunjukkan garis lurus . Para dokter pun mengelangkan kepala usaha mereka telah sia -sia . Dokter David pun memandang wajah sahabatnya itu yang nampak tersenyum tanpa mau membuka matanya mungkin ini yang terbaik Arbeto kamu sudah tidak merasa sakit lagi aku akan menepati janjiku menjaga keluargamu .
Lampu ruangan ICU pun padam menandakan proses penanganan selesai. Dokter David pun mau tidak mau dia keluar ruangan menyampaikan kabar yang begitu pahit. Dia pun melangkah kakinya membuka ruangan ICU menemui keluarga Arbeto yang sudah di anggap keluarganya sendiri.
Begitu melihat Dokter David keluar ruangan Arslan pun segera menanyakan keadaan kakaknya pada dokter David. Dokter David pun menyampaikan kata -kata yang sulit di ucapkan.
" Ars kanu mesti sabar dan ikhlas Arbeto sudah pergi meninggalkan dunia ini"
Kata - kata yang di ucapkan Dokter David pun membuat mereka benar-benar terkejut mereka semua segera masuk ke ruang ICU untuk memastikan sendiri walaupun langkah kaki begitu berat melangkah kesana .
__ADS_1
Momy pun melangkahkan kakinya untuk melihat putranya terlihat Arbeto sudah terbaring dengan alat - alat yang sudah terlepas momy melihat wajah Arbeto yang tersenyum dia pun berjalan memeluk tubuh putranya yang sudah tidak mau membuka lagi sudah tidak bisa lagi air mata yang menetes malah semakin menetes. Dia merasa kejadian suaminya kini terulang kembali. Dia pun mencium kedua pipi Arbeto mencium keningnya. Walaupun ini pukulan terberat bagi momy Arbeto tapi mau tidak mau dia harus ikhlas menerima takdir Tuhan.
" Ar mengapa kamu meninggalkan momy kenapa kamu tega nak "
Arslan pun yang melihat momy menumpahkan semua kesedihannya dia pun mendekati momynya .
Arslan pun menguatkan momynya untuk ikhlas menerima semua ini.
Sementara Jasmin yang melihat semuanya dia pun tidak meyangka Arbeto meninggalkannya untuk selamanya. Dia pun mendekat melihat wajah Arbeto yang begitu damai dia pun menangis tanpa mengeluarkan suara dia pun meraih tangan Arbeto memberikan ciuman pada tangan Arbeto. Membelai wajah Arbeto merasakan bentuk wajah Arbeto . Momy dan Arslan serta dokter David pun yang melihat Jasmin mereka pun keluar memberikan ruang privasi untuk Jasmin .
__ADS_1
Setelah mereka semua keluar Jasmin pun memeluk tubuh Arbeto memberikan ciuman pada bibir Arbeto untuk terakhir kali ciuman yang sudah tidak lagi hangat seperti dulu yang terasa dingin. Dia pun melepaskan ciuman tersebut hanya ada air mata yang terus mengalir. Tetapi dalam hati Jasmin bertanya banyak hal dalam hatinya mau tidak mau dia pun harus ikhlas untuk melepaskan kepergian Arbeto.
" Bee kenapa kamu tega meninggalkan aku , terlalu banyak kenangan indah yang kamu berikan maaf aku tidak menempati janjiku untuk tidak menanggis saat melepas kepergianmu ternyata ini begitu berat.
Apakah kamu tahu bee selamanya cinta ku akan abadi untukmu mungkin aku akan berusaha untuk membuka hatiku untuk orang lain sesuai keinginanmu tetapi aku tidak akan pernah bisa menghapus cintamu terhadapmu aku akan berusaha tetap tersenyum pada dunia walaupun hatiku terasa berat "
Jasmin pun berkata pada Arbeto.
" Bee aku sudah ikhlas melepaskan kepergianmu mungkin kamu sudah tidak akan sakit lagi berada di sana aku tahu cintamu begitu tulus padaku aku pun benar - benar mencintaimu dengan tulus biarkan cintamu akan abadi di dalam hatiku untuk selamanya"
__ADS_1