
Gisel yang berada sedang duduk setelah di beritahu resepsionis.Dia pun bangkit berdiri dari duduknya ,berjalan menuju ke arah lift. Setelah pintu lift terbuka dia pun segera masuk ke dalam menekan tombol dimana Arslan ruangan Arslan tiba.
Setelah pintu lift terbuka dia pun berjalan dengan sikap percaya dirinya. Walaupun banyak para karyawan yang memandangnya bertanya siapa perempuan yang sedang berjalan tadi.
Tetapi Gisel tidak mempedulikan tatapan para karyawab karena ini merupakan langkah awal yang baik Arslan mau menemuinya setelah sekian kali pergi kesini selalu tidak bisa menemuinya.
Dia pun berjalan bertanya pada salah satu karyawan letak ruangan tuan Arslan.Setelah tahu dia pun segera menuju ke ruangan Arslan tanpa mengetuk pintu lebih dulu dia pun segera masuk.
Gisel pun melihat Arslan yang masih sibuk bekerja. Dia pun berjalan dekat ke meja kerjanya.
" Siang Arslan,kamu tidak mau menyuruhku duduk Ars"
__ADS_1
" Siang juga,duduklah,apa keperluan apa kamu kemari"
Gisel pun segera duduk di depan meja Arslan.
" Ayolah Ars kamu jangan kaku gitu kalo bicara aku kesini untuk mengajak makan siang bersama apakah kamu mau"
" Baiklah tapi tunggu tiga puluh menit bisa"
"Ya baiklah akan ku tunggu"
Arslan pun masih sibuk mengerjakan laporan sampai menunggu waktu istirahat .Walaupun dia bisa saja langsung pergi tetapi dia ingin memberi contoh pada karyawan tentang kedisiplinan.Dia pun melihat Gisel sekilas tanpa ingin memperhatikan lebih lama.
__ADS_1
Dia akui Gisel merupakan wanita yang berparas cantik apalagi dia yang seorang model. Arslan pun tidak heran dengan penampilan yang terlihat begitu seksi.Jangan lupa pakaiannya yang berani begitu terbuka. Kalo dulu dia pasti akan begitu terkoda maka kali ini melihat seperti itu dia justru merasa biasa saja.
Gisel yang duduk di depan Arslan yang menunggu biar tidak bosan dia pun mengeluarkan hpnya membuka beberapa aplikasinya. Dia pun tidak ingin menganggu Arslan di lihatnya dia begitu serius.Gisel tahu bahwa laki -laki di hadapannya berbeda dengan waktu dia mengenal saat kuliah.Kalo sekaran seperti sulit untuk mendapatkannya.Tetapi Gisel yakin apa yang di inginkan pasti dapat dia peroleh termasuk Arslan. Dia membayangkan bahwa kalo dia bisa menjadi pacar Arslsn dia pasti meminta di belikan barang -barang mewah.
Setelah menunggu hampir tiga puluh menit dia pun mengajak Gisel untuk pergi keluar.Gisel pun berjalan beriringan dengan Arslan dia pun ingin bergalut mesra di tubuh Arslan.
Tetapi Arslan yang mendapat perlakuan tersebut merasa tidak nyaman.Dia pun menyuruh Gisel agar melepaskan tangan dari tubuhnya.
Dia pun melepaskan tangan Gisel di tubuhnya dan berbicara pada Gisel.
" Jangan bersikap seperti ini kalo tidak aku tidak jadi ikut makan siang bersamamu"
__ADS_1
" Baiklah"
Gisel pun terpaksa menuruti perkataan Arslan karena tidak ingin sampai Arslan membatalkan acara makan siang.Biasanya para lelaki akan dengan senang hati di berlakukan seperti ini tetapi Arslan berbeda justru ini membuat Gisel tertantang untuk mendapatkannya.