
Di ruang kantor yang biasa di tempati Arbeto sekarang di ganti oleh Arslan.
Dia pun mulai duduk memeriksa dokumen yang sudah menumpuk di atas meja ,biasanya Arslan bakal mengeluh dengan aktifitas seperti ini.
Melihat keadaan kakaknya yang seperti ini ,dia pun berusaha untuk segera menyelesaikan tugas kakaknya.
Inikah kak yang kamu mau bahwa aku mesti belajar sungguh-sungguh. Apakah aku sanggup memikul beban yang biasa kakak lakukan.
Setelah menyelesaikan semua dokumen Arslan tidak sengaja membuka laci meja kakaknya. Dia menemukan foto kakaknya dengan seorang wanita.
Terlihat wajah kakaknya begitu bahagia dengan wanita tersebut. Tapi wanita ini bukan wajah orang sini.
Dia pun mulai bertanya - tanya siapa wanita tersebut apakah kekasih kakaknya.
Dia pun membalikkan foto tersebut dan menemukan tulisan Jasmin I Love you forever. Kak apakah ini yang kamu maksud suatu nanti aku bakal tahu wanita yang merebut hati kakakku.
Aku harus menyelidikin wanita tersebut munkin dengan adanya dia kakak bisa segera sadar, ya aku harus memberitahukan pada momy.
Arslan pun segera keluar dari kantor untuk segera ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit Arslan segera ke ruangan Arbeto dia pun segera menghampirin momynya.
"Gimana mom kakak udah sadar apa ada kemajuan"
Momy pun meneteskan air mata ,Arslan yang melihat momynya dia pun tahu bahwa keadaan kakaknya masih sama.
__ADS_1
"Mom kita harus berdoa terus agar kakak bisa segera sadar".
"Ya Ars,gimana kamu sudah makan siang"
"Belum mom sehabis dari kantor aku langsung kesini"
"Ayo kita makan sama sama"
Mereka berdua makan bersama sama walaupun rasa masakan terasa hambar tapi mereka harus tetap makan agar bisa tetap menjaga Arbeto.
Setelah selesai makan Arslan pun menyerahkan foto yang di dapat dari laci ruangan kakaknya kepada momynya.
"Apa ni Ars"
Momy pun membuka foto yang di berikan Arslan betapa terkejutnya dia bahwa anaknya Arbeto sudah memiliki wanita yang di cintainya .
"Siapa dia Ars"
"Namanya Jasmin mom"
"Apakah kamu mengenal dia Ars"
"Tidak mom ini yang bakal aku seledikin siapa wanita ini sebenarnya".
__ADS_1
"Aku harap dengan kehadiran wanita tersebut bisa membuat kakak sadar"
"Ya Ars kamu harus bisa menemukan wanita tersebut".
Arslan segera masuk ke ruangan Arbeto . Dia melihat keadaan kakaknya masih terbaring dengan banyak alat bantu yang menempel di badannya.
"Kak apakah kamu tidak mau bangun "
Aslan pun tetap bercerita tentang keseharian di kantor dan dia pun menceritakan waktu di kantor menemukan foto dirinya dengan seorang wanita. Arslan pun melihat reaksi wajah kakaknya apakah ada perubahan. Tapi tetap saja masih belum ada perubahan.
Arslan pun keluar untuk membujuk momynya agar pulang biar dia yang menjaga kakaknya.
"Momy pulangnya biar Ars yang menjaga kakak malam ini,besok momy kesini lagi".
"Baiklah Ars momy pulang klo ada apa apa hubungi momy segera"
"Ya mom, Ars juga minta tolong momy cari hpnya kakak barang kali kita bisa mendapat petunjuk dari sana".
"Ya besok momy bawakan ,kamu jaga diri baik - baik"
"Ya mom "
Sebelum momy pulang dia masuk ke kamar Arbeto mencium kening anaknya berharap,anaknya bisa segera sadar. Di depan Arbeto dia menahan isak tanggis ,agar air matanya tidak jatuh.
__ADS_1
"Ar momy pulang dulu,kamu cepat sadar ya nak ,momy rindu dengan segala kemanjaanmu".