
Malam hari di kediaman Nico semakin ramai apalagi dengan kehadiran orang tua Jasmin. Rumah yang awalnya sepi kini semakin hangat.Di ruang makan momy menanyakan kepada Jasmin tentang kebersamaannya bersama Arbeto.
Jasmin pun menceritakan tentang tempat yang di kunjunginya. Acara makan malam selesai semua orang telah pergi ke kamar masing - masing.
Di dalam kamar Jasmin masih terfikirkan dengan kata yang Arbeto ucapkan. Hal yang tidak bisa di wujudkan Jasmin ,apakah aku harus menyerahkan diriku pada Arbeto agar ada Arbeto kecil dalam hidupku.
Jasmin pun tidak bisa memejamkan matanya. Akhirnya dia pun memutuskan untuk pergi ke kamar Arbeto. Jasmin sudah mengambil keputusan walaupun umur Arbeto tidak banyak lagi dia akan dengan senang hati menyerahkan dirinya agar paling tidak ada sosok Arbeto dalam hidupnya.
Jasmin pun melihat jam di dinding kamar sudah menunjukkan waktu sebelas malam .Dia pun berjalan keluar menuju kamar Arbeto keadaan rumah nampak sepi karena semua orang sudah tidur.
Setelah menaiki tangga dia berjalan ke kamar Arbeto. Nampak pintu kamar telah tertutup . Jasmin pun mulai mengetuk pintu kamar Arbeto pelan - pelan tetapi tidak ada respon dia tidak ingin membangunkan yang lain.Akhirya Jasmin mengeluarkan hp di sakunya dia pun menelfon no Arbeto.
__ADS_1
Di dalam kamar Arbeto yang sudah terlelap tidur dia tidak mendengar pintu kamarnya di ketuk. Tapi mendengar hpnya yang berbunyi Arbeto pun bangun melihat no yang hubunginya ternyata kekasihnya yang menelfon Jasmin.Dia pun segera menjawab telefon dari kekasihnya.
Arbeto nampak terkejut bahwa Jasmin berada di depan pintu kamarnya.Dia pun bangun berjalan menuju pintu kamarnya dan membuka pintu tersebut nampak sosok Jasmin sudah berdiri di depan pintu.
Arbeto pun menyuruh Jasmin masuk ke dalam kamar Arbeto.
" Ada pa honey apakah kamu tidak bisa tidur"
" ya bee aku tidak bisa tidur karena memikirkanmu"
Jasmin pun mulai mendekat berdiri di hadapan Arbeto dia mulai mencium bibir Arbeto ,Arbeto pun membalas ciuman tersebut mereka pun larut dengan ciuman itu.
__ADS_1
Jadmin pun mulai meraba dada Arbeto . Arbeto yang melihat bahwa Jasmin tidak pernah melakukan hal seperti ini dia pun mulai terpancing. Arbeto pun sudah tidak bisa menahan nafsunya apalagi dia dan Jasmin sama - sama saling mencintai.
Arbeto pun mulai mencium Jasmin di lehernya Jasmin yang mendapat respon tersebut segera membuka kancing baju Arbeto. Mereka benar benar telah tertutup dengan gairah yang besar Arbeto pun mulai membaringkan Jasmin .
Arbeto sudah terlepas baju atasannya sedangkan kancing baju Jasmin sudah terlepas tetapi masih ada pakaian dalam yang menempel. Arbeto yang sudah di hadapkan dengan hal dia pun mulai mencium tulang selangka Jasmin.
Tetapi sisi dari jiwa Arbeto memperingatkan Arbeto dia tidak bisa melakukan hal seperti ini pada Jasmin,walaupun Jasmin rela menyerahkan semuanya. Arbeto pun menghetikan perbuatannya.
" Honey kita tidak bisa melakukan ini"
" Tidak bee aku rela menyerahkan semuanya padamu"
__ADS_1
" Tidak honey cinta kita tulus ini akan menodai cinta kita"
Arbeto pun pergi ke kamar mandi dia pun menyuruh Jasmin untuk tetap berada di kamarnya karena dia ingin tahu alasan kenapa Jasmin sampai melakukan hal tersebut.