
Setelah menunggu berjam -jam akhirnya David sudah datang di rumah Arbeto. Melihat kedatangan David bibik di rumah itu mengajak David ke ruangan Arbeto.
David pun segera duduk di samping Arbeto.
" Ar bagaimana keadaanmu"
" Bisa kamu lihat sendiri aku baik - baik saja"
" Apakah akhir - akhir ini kamu masih pusing kepala"
" Kadang terjadi tapi tidak sering"
" Di mana lainnya Ar"
"Momy ma Jasmin belanja sedangkan Arslan di kantor"
" Ayo aku periksa dulu kamu"
" Baiklah "
Mereka berdua berjalan menuju kamar Arbeto.Begitu sampai di kamar Arbeto segera berbaring di tempat tidur.David pun mengeluarkan alat di dalam tasnya dia segera memeriksa Arbeto.
" Bagaimana hasilnya"
" Sejauh ini masih baik - baik saja hanya kamu tidak boleh sampai kecapekan"
"Ok kamu tenang saja"
" Aku akan memberi kamu obat bila rasa pusing datang kamu bisa meminumnya"
" Dav dengan keadaan aku seperti ini apakah aku masih memiliki umur yang panjang"
" Ar kamu harus percaya pada Tuhan ,aku yakin dengan kamu menjaga kesehatanmu kamu masih di beri waktu yang lebih lama"
" Ya aku percaya padanya"
" Kamu tidak boleh putus asa Ar"
" Ya Dav"
" Kamu udah makan apa belum"
" Belum tadi dari rumah sakit aku langsung kesini"
" Ayo kamu temani aku makan"
" Kalo itu aku tak akan menolaknya"
__ADS_1
Arbeto segera menyimpan obatnya di dalam laci. Mereka segera turun ke bawah untuk makan siang. Di meja makan sudah tertata hidangan. Arbeto dan David segera duduk untuk makan setelah makan Arbeto mengajak David untuk bermain . Permainan yang di lakukan waktu kuliah.
Mereka segera duduk di di bawah dengan di atas meja sudah ada sebuah permainan uno.
"Ini apa hukumannya yang kalah Ar" "Seperti dulu bagaimana kalo yang kalah di kasih coretan di wajahnya"
"Ok".
Arbeto dan David bermain kadang mereka tertawa melihat wajah satu sama lain karena bentuk coretan yang di gambar aneh -aneh.Wajah Arbeto yang kalah di gambar David dengan bentuk panca indra dari bentuk mata,hidung,mulut .Sedankang kalo David kalah wajahnya di gambar Arbero dengan benda mati dari bentuk pensil,buku,sampai bunga mawar.
Mereka sangat asik dengan permainan sampai tidak tahu bahwa Jasmin dan momy sudah sampai. Begitu sampai rumah momy pun memanggil anaknya sambil berjalan mencarinya.
" Ar kamu di mana"
" Aku di sini mom"
Momy pun segera menghampiri Arbeto begitu melihat wajah anaknya dan David momy tidak berhenti tertawa sedangkan Jasmin mendengar suara tawa momy segera datang untuk menghampiri.
Jasmin yang melihat wajah mereka berdua dia tidak tahan untuk tertawa. Dia tidak habis pikir bahwa kekasihnya bisa sampai melakukan permainan ini apalagi bentuk coretan di wajahnya.
"Mom bagaimana kalo kita foto mereka berdua"
" No" Arbeto dan David menjawab bersamaan.Mereka berdua segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dari coretan dari sabun.
Tapi tetap saja wajah mereka berdua tidak bisa hilang dari coretan .
" Tadi spidol apa yang kamu ambil"
" Aku asal mengambilnya"
" Jangan - jangan spidol yang kamu ambil.."
Arbeto dan David segera keluar dari kamar mandi mengecek spidol yang mereka gunakan begitu melihatnya spidolnya bahwa spidol permanent.
" Arbeto kenapa tidak kamu cek,ini bagaimana menghilankannya"
Momy hanya melihat mereka berdua dan masih tertawa.Mereka berdua nampak lesu tidak mungkin membiarkan wajahnya dengan coretan.
" Momy punya solusi untuk menhilangkannya"
"apa mom" mereka menjawab bersama tidak sabar dengan solusi yang di tawarkan
" Tapi ada syaratnya"
" Baiklah mom akan kami lakukan apapun syaratnya"
" Jasmin ambilkan hp momy"
__ADS_1
" Ya mom"
" Kalian berdua harus mau momy foto dengan wajah seperti itu dan harus bergaya"
" Baiklah mom asal setelah ini momy memberikan solusi untuk menghilangkannya"
Momy pun mengfoto mereka berdua tapi nampak tersenyum.Setelah mengfoto dia menyuruh bibik untuk mengambil kapas,air hangat dan minyak kayu putih.
Tak menunggu lama bibik itu menaruh apa yang di inginkan nyonyanya.
" Jas kamu bantu Arbeto membersihkan wajahnya"
" Baik mom"
Momy membantu David membersihkan wajahnya dengan menuang kapas pada minyak kayu putih mengosoknya lalu membilasnya dengan air hanggat. Sementara Jasmin membersihkan wajah Arbeto dengan telaten.
" Kamu itu bee ada aja yang kamu lakukan"
" Habisnya niat tadi biar tidak bosen tidak tahunya spidol yang aku gunakan permanent"
Setelah wajah Arbeto dan David sudah bersih. David pun berpamitan untuk pulang. Kini tinggal mereka bertiga masih di ruangan ini.
" Ya Ar tadi momy belikan kamu baju"
" Ya mom apapun yang momy belikan Ar pasti suka"
Momy pun segera meninggalkan mereka berdua karena capek setelah habis belanja.
" Ayo honey aku antar ke kamar pasti kamu capek"
" Ya bee aku juga ada seseuatu yang ingin aku berikan"
Mereka berdua segera masuk ke kamar Jasmin pun menyerahkan paper bag yang berisi kemeja kepada Arbeto.
" Gimana kamu suka bee"
" Ya honey aku suka apapun yang kamu belikan"
" Loh bee kenapa banyak paper bag di sini pasti bibik tadi keliru menaruhnya di sini biar aku kembalikan "
" Nanti saja momy pasti udah tidur,kamu tidak kangen ma aku"
" Apa an sih bee tidak ada satu hari aku tinggalkan"
" Tapi aku kangen honey"
Arbeto pun mendekatkan wajahnya pada Jasmin memberikan ciuman dengan penuh kelembutan pada bibir Jasmin.
__ADS_1