
Setelah momy dan Jasmin pergi ,pulang kerumah . Kini tinggal Arbeto ma Arslan di rumah sakit.
Arslan pun menghampiri Arbeto dia duduk di samping ranjang Arbeto.
" Kak apa ada yang sakit"
"Tidak ada sudah mendingan"
"Ars aku harap setelah kepergiaanku nanti kamu bisa menjaga momy"
" Tapi kak ,apakah kakak tidak ingin mencoba operasi aku bersedia jika harus memberikan sum sum tulangku"
" Ars bukannya aku tidak mau tapi penyakit ini sudah tidak bisa di sembuhkan lagi"
" Tapi kak"
__ADS_1
" Sudah kamu tidak perlu cemas hanya saja aku ingin kamu berjanji padaku"
" Janji apa kak"
" klo nanti aku sudah tidak ada lagi jaga momy dan buatlah perusahaan nico berkembang"
"ya kak aku janji akan menjaga momy dan membuat perusahaan keluarga kita berkembang"
Setelah mengobrol dengan kakaknya Arslan pun berjalan menuju tempat tidur yang berada di sebelah Arbeto.
" Ya Ars apakah kamu ingat dengan masa kecil kita dahulu"
" Ya kak aku masih ingat waktu kecil aku mudah sekali untuk menanggis"
" Tak terasa sekaran hanya kamu yang bisa aku harapkan Ars"
__ADS_1
" Kak jangan bilang seperti itu ,aku yakin kakak masih bisa punya waktu lebih panjang"
" Ya Ars " Tak berapa lama Arbeto tertidur sementara Arslan masih belum tidur . Dia masih memikirkan keadaan kakaknya andai di dunia ada sebuah ke ajaiban , Arslan pun berusaha melakukan yang terbaik untuk kakaknya hal ini yang hanya bisa dia lakukan selagi dia masih di berikan waktu masih bisa bersama kakaknya.
Sementara di kediaman nico Jasmin masih berbicara di telfon dengan keluarganya menceritakan bahwa Arbeto sudah sadar dan keadaan dia di sini baik-baik saja. Jasmin juga mengatakan munking dia akan tinggal sementara waktu di sini,dia ingin menghabiskan waktu dengan Arbeto memberikan sebuah kenangan terindah di saat Arbeto masih bersamanya.
Setelah menutup telfon Jasmin pun mulai menuju tempat tidur mengistirahatkan tubuhnya. Semakin dia ingin memejamkan mata tapi tetap saja tidak bisa untuk tidur. Dia ingat kebersamaan dengan Arbeto tanpa terasa air matanya menetes mengingat bahwa penyakit Arbeto tidak bisa di sembuhkan. Apakah dia sangup melihat Arbeto pergi untuk selamanya membayangkan saja dua tidak sanggup apalagi klo sampai hari itu tiba.Bee andai umurku bisa menggantikan umurmu maka aku rela jika umurku di tukar dengan umurmu.
Waktu sudah menunjukkan angka dua belas malam tapi Jasmin masih belum bisa tidur hingga jam tiga pagi baru dia bisa tidur.
Begitu juga dengan Arslan dia melihat kakaknya sudah tidur,tapi dia sendiri tidak bisa tidur sampai tengah malam. Arslan pun mengingat bahwa kakaknya tidak hanya berperan sebagai kakak tetapi sebagai seorang ayah mengambil tanggung jawab sebagai lelaki tertua yang selalu jadi panutan.
"Kak apapun keinginan kamu bakal aku wujudkan, mungkin ini yang bisa aku lakukan"
Akhirnya Arslan pun tertidur juga walaupun tadi tidak bisa tidur.
__ADS_1
Tiba - tiba jam empat pagi Arbeto terbangun,dia merasa hidungnya mengeluarkan darah dia pun segera pergi ke kamar mandi tanpa membangunkan Arslan ,Arbeto segera mencuci mukannya membersihkan noda darah di hidungnya. Agar Arslan tidak tahu dia tidak ingin klo adiknya sempai mencemaskan keadaannya. Arbeto yang selesai segera keluar dari kamar mandi dia pun berbaring lagi .