
Pagi hari di kediaman keluarga Nico sudah nampak momy memasuki dapur dia sudah begitu sibuk memasak berbagai masakan untuk menyambut kedatangan Jasmin dengan di bantu para pelayan.
Satu jam berkutat akhirnya masakan yang beraneka ragam telah jadi dia pun segera menyuruh pelayan untuk menata makanan di meja makan.Tidak lupa dia juga membuat bekal makanan untuk Arslan.
Dia pun segera berjalan menghampiri kamar yang di tempati Jasmin.
Tok....tok....tok...
suara pintu di ketuk Jasmin segera membuka pintu terlihat momy sudah di depan pintu.Dia pun mengajak Jasmin makan bersama ,Jasmin mengikuti langkah momy menuju meja makan.
__ADS_1
"Silahkan nak Jasmin di makan"
" Ya mom" Jasmin pun segera makan bersama momy hanya terdengar bunyi suara sendok berdenting tidak ada yang bicara. Setelah selesai makan Jasmin bertanya kapan bisa bertemu Arbeto karena hatinya benar merindukannya.
" Mom kapan kita kerumah sakit"
" Bentar lagi Jas kita ,kamu siap siap dulu ya "
Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit akhirnya mereka sampai rumah sakit dimana Arbeto di rawat Jasmin dan momy segera turun dari mobilnya . Momy pun mebgambil bekal makanan untuk Arslan ,Jasmin yang melihat momy membawa bekal menawarkan diri untuk membawanya. mereka berjalan menyusuri koridor rumah menuju lantai tempat Atbeto.
__ADS_1
Begitu sampai di kamar tempat Arbeto di rawat Jasmin segera memakai pakaian steril momy pun mempersikahkan untuk masuk begitu pintu di buka. Tanpa terasa air mata Jasmin jatuh dia tidak menyangka bahwa orang yang di cintainya seperti ini. Arslan yang melihat Jasmin segera berdiri dari duduknya dia pun memberikan privasi untuk Jasmin.
"Kamu harus sabar Jas"
" Ya Ars" Arslan pun segera keluar dari kamar kakaknya dia pun menemui momynya . Melihat Arslan keluar dia menyuruh anaknya untuk makan.
" Ya mom Arslan akan makan." Dia pun membersihkan badan dulu berganti pakaian dengan memakai setelan Jas karena hari ini dia akan masuk ke kantor .
Sementara di kamar Arbeto Jasmin sudah nampak duduk di samping tempat tidur Arbeto dia pun mengengam tangan Arbeto mencium tangannya walaupun air matanya menetes dia sudah tidak peduli lagi.
__ADS_1
Dia tidak menyangka bahwa keadaan Arbeto seperti ini dia tidak sanggup melihat orang yang di cintainya hanya terbaring saja tanpa membuka mata.
Bee aku sudah datang apakah kamu tidak mau menyamput kedatanganku .Sampai kapan kamu tidak mau membuka matamu bee. Aku benar rindu ke padamu walaupun sempat aku ingin melupakanmu tapi aku tidak bisa bee. Karena hatiku sudah terisi oleh mu. Jasmin pun terus menumpahkan kesedihannya menceritakan bahwa dia rindu dengan sosok Arbeto.Kamu tahu bee aku sempat mengira kamu sudah bahagia,tapi kenapa kamu tidak jujur padaku bee maaf telah memperlakukan kamu dengan kasar waktu itu . Bee apakah kamu tidak ingin menghapus air mataku dan memelukku seperti dulu yang kamu lakukan. Kamu tak pernah membiarkan aku untuk bersedih mana janjimu dulu bahwa membuat aku bahagia bee . Tapi Arbeto masih saja belum bangun tangan Jasmin masih mengengam tangan Arbeto.