Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Pantai 2


__ADS_3

Matahari mulai tengelam Arbeto pun mengajak Jasmin mendekati pantai dia pun berdiri mengulurkan tangannya pada Jasmin mengengamnya . Jasmin pun menyambut uluran tangan Arbero dia pun meraih tangan kokoh tersebut.


Mereka berdua berjalan mendekati pantai sambil menikmati indahnya matahari tengelam. Arbeto pun berdiri di hadapan Jasmin memberikan ciuman di bibir Jasmin dengan begitu lembut dengan latar belakang pemandangan pantai yang nampak ke orange akibat matahari tengelam. Arslan pun yang melihatnya dia pun mengfoto adegan kakaknya dengan pacarnya.


Jasmin yang di cium membalas ciuman Arbeto yang begitu lembut. Setelah ciuman terlepas Arbeto pun mengungkapkan betapa dia sangat mencintai Jasmin. Dia pun melingkarkan tangan di pingang Jasmin membisikkan kata cinta di telinga Jasmin.


" Honey aku mencintai mu selamanya, selamanya kamu pemilik hatiku tidak ada orang lain yanh bisa mengantikannya,ingatlah satu hal honey walaupun nanti kita akan berpisah aku selalu ada di dalam hatimu aku ingin melihat kamu bisa melanjutkan hidupmu bahagia dengan orang lain maukah kamu berjanji itu padaku honey"


" Bee aku berjanji padamu selamanya hati ini akan menjadi milikmu aku akan melanjutkan hidupku"

__ADS_1


" Terima kasih honey telah berjanji padaku kalo begitu aku bisa pergi dengan tenang"


" Apa maksudmu bee ..." belum sempat Jasmin meneruskan pembicaraannya dia merasa tubuh Arbeto semakin berat pegangan tangannya mengendur dia pun langsung memeluk tubuh Arbeto tersebut air matanya pun menetas.


" Bee jangan tingalkan aku bee" Jasmin pun langsung duduk dia pun memangku kepala Arbeto .


Arslan yang memperhatikan tingkah kakaknya apalagi Jasmin yang memangku kakaknya tanpa menunggu lama Arslan pun mendekat ke arah kakaknya sambil berlari di ikuti oleh momynya.Dia pun terkejut dengan keadaan kakaknya apalagi Jasmin menangis mencoba membangunkan Arbeto tapi Arbeto seolah tidur dalam kedamaian. Arslan pun memeriksa denyut nadi kakaknya dia merasa masih ada detak walaupun begitu lemas.


" Bagaimana Ars "

__ADS_1


" Mom masih terasa tapi begitu lemah kita harus membawa ke rumah sakit"


Arslan pun menuntun Arbeto dan Jasmin untuk di bawa ke mobil . Sesampainya di depan mobil dia pun membaringkan tubuh Arbeto di mana sudah ada Jasmin dan momy di kursi belakang mereka berdua memangku tubuh Arbeto yang sudah tidak berdaya.


Arslan segera masuk ke dalam mobil untuk membawa ke rumah sakit. Dia pun segera menelfon David memberitahukan keadaan Arbeto yang sebentar lagi akan datang. David yang mendapat telofon dari Arslan pun segera mempersiapkan semuanya agar begitu tiba bisa segera di tangani.


Arslan pun membawa mobilnya dengan kecepatan di atas rata -rata diapun berkonsentrasi penuh agar tidak sampai terjadi kecelakaan . Hanya waktu kurang dari dua jam mobil Arslan tiba di rumah sakit. Di depan sudah siap perawat yang membawa pasien. Begitu tiba Arslan segera mengendong Arbeto di bantu perawat meletakkan tubuh Arbeto ke dalam ranjang dorong dengan langsung di beri alat bantu pernafasan . Dia pun segera di bawa ke tempat ICU.


Di depan pintu kamar ICU sudah nampak dokter David menunggu kedatangannya .Arslan pun berbicara pada dokter David agar menyelamatkannya. Dokter David pun berkata dia akan berusaha tetapi hanya Tuhan yang menentukannya.

__ADS_1


Setelah pasien masuk di ruang ICU pintu pun tertutup. Arslan , momy dan Jasmin hanya bisa menunggu di luar . Mereka semua hanya terdiam mamandangi pintu ruangan yang tertutup hanya ada lampu merah yang menyala bahwa pasien sedang di tangani.


__ADS_2