
Setelah selesai dari acara makan bersama dengan keluarga Arbeto dokter David pun berpamitan untuk pulang.
Kini dokter David dan asistennya sudah berada dalam satu mobil.
" dok sekaran kita balik ke rumah sakit kn"
namun dokter David terus diam tidak menangapi asistennya tersebut dia tetap fokus untuk menyetir.
" Dok kenapa tidak di jawab pertanyaanku "
" dokter David"
" sudah aku katakan panggil aku Dav di luar jam rumah sakit "
" baik dok eh Dav"
" begitukan lebih baik"
" kita sekaran mau ke mana ini kan bukan jalan menuju rumah sakit"
__ADS_1
" Catherin aku mau mengantarkan mu pulang"
" oh baiklah Dav tapi kenapa kamu berada di jalan ini ,ini juga bukan jalan menuju temdarpat tinggalku"
" habisnya kamu dari tadi tidak membeeitahukan alamatnya"
" ya ampun Dav kenapa kamu tidak tanya dari pafa kita mutar -mutar di jalan"
" justru dari tadi kamu tanya terus mana ada waktuku untuk beetanya"
"sudahlah Dav ini alamat tinggalku sekaran".
Segera David melajukan mobilnya menuju tempat tinggal Catherin yang sudah di beritahukannya. Menempuh waktu hampir satu jam mereka sampai di tempat tinggal catherin.
"Dav terima kasih sudah mengantarku,"
" ya Catherrin"
" Dav tidak ingin mampir dulu"
__ADS_1
" Tidak terima kasih lain waktu saja,saya masih ada keperluan "
Setelah Catherin masuk ke dalam rumahnya. David segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat tinggal Catherin.
Sekaran David pergi ke sebuah tanah lapang dekat kampusnya dulu dia pun mengingat kebersamaan mereka berdua . Di mana janji bakal menjadi sahabat selamanya serta membuat perjanjian tidak akan mencintai wanita yang sama apabila sampai terjadi maka ke duanya harus melupakan wanita yang di cintai.
David pun mengingat waktu pertama kali kenal Arbeto. David yang pada saat itu merupakan siswa yang kutu buku selalu sering mendapat ke jahilan dari temannya tetapi waktu teman - teman mengerjainya justru Arbeto datang menolongnya.
Sejal saat itu persahabatan mereka terjadi memilih kampus yang sama hanya saja beda dengan jurusannya.
Arbeto masuk jurusan manajemen sedankan David maauk jurusan kesehatan.
David tidak meyangka bahwa Arbeto akan bakal meninggalkannya selamanya. Andai bisa menyembuhkan penyakit Arbeto sudah dia lakukan sejak dulu.
Sementara setelah dokter David dan asistennya pergi. Kini Jasmin sedang berada di kamar dia ingin menenangkan diri mendengar peryataan dokter David tentang kesehatan Arbeto. Walaupun tadi dia didepan kekasihnya bersikap baik - baik saja. Namun saat di dalam kamar saat tidak ada melihatnya dia pun menanggis sendirian menumpahkan kesedihannya apakah dia sanggup kehilangan sosok Arbeto.
Dia pun menanggis di sisi ranjang sambil duduk sudah tidak terhitung lagi tisu yang berserakan di lantai.
Apakah Arbeto akan meninggalkannys secepat ini.Dia berjanji akan membuat Arbeto bahagia di sisi hidupnya.
__ADS_1
Dokter David yang mengenang kebersamaan saat bersama sahabatnya Arbèto. Dia pun memutuskan untuk beranjak dari tempat itu. Dokter David segera menuju mobilnya mengemudikan mobilnya membelah jalanan dia pun segera pulang menuju ke rumahnya .
Catherin yang sudah berada di kamarnya dia tidak meyangka bahwa bertemu dengan pria yang menurutnya menyebalkan justru sekaran menjadi atasannya, apalagi dia tidak percaya bahwa dia seorang dokter. Klo boleh jujur hati Catherin masih kecewa dengan mantan kekasihnya yang hanya memberikan luka di hatinya.