
Siska yang menunggu balasan dari temannya tapi masih belum di balas juga dia pun segera membersihkan tubuhnya dan memakai baju. Tidak lama keluar dari kamar mandi dia pun mendapatin telfonnya berbunyi.
Siska pun melihat siapa yang menelfon ternyata temannya yang di tunggu telah menelfonnya.Dia pun segera menerima panggilan telfon dari temannya.
" Hallo gimana kabarnya Sis"
" Baik kok,gimana dengan pesan yang aku kirim tadi"
" Kamu tenang saja anggap saja beres"
" Tumben kamu butuh refresing tidak kerja melulu"
" Biasa lagi pingin hiburan"
" Mau aku kenalin dengan teman cowokku"
" Kalo itu tidak usah aku hanya ingin sedikit refresing"
" Ok ,kalo gitu akhir pekan aku jemput kamu "
" Ya nanti aku kabarin kalo udah pulang kerja"
__ADS_1
" Ok,kamu pasti akan dapat hiburan yang menyenangkan"
"Ya aku tau,tapi asal kamu tidak bawa teman cowok aja"
" Tenang saja paling aku cuma bawa pacar saja"
" Ya terserah kamu"
" Soalnya aku kuatir kamu udah lama tidak melakukannya malah tidak kuat"
" Tenang saja aku pasti kuat kok walaupun udah lama"
" Ya aku yakin"
" Ok kalo gitu tunggu akhir pekan nanti"
" Ya terima kasih udah mau menemani"
" Tidak perlu terima kasih kita udah sahabat sejak lama jadi hal semacam itu tidak perlu"
"Ya, ni pacar yang sudah ke berapa"
__ADS_1
" Sudah tidak usah aku kasih tahu kamu tau sendiri aku orangnya cepat bosan"
" Justru aku heran sama kamu dari dulu masih suka ngejomblo"
" Kamu tidak perlu mikirin aku ,aku masih ingin cari uang yang banyak buat meronavasi rumah orang tua dulu"
" Kalo itu sih masih punya pacar tidak akan mempengaruhi"
" Justru kalo punya pacar malah tidak fokus untuk bekerja"
" Udah dulu ya Sis ,ni udah di jemput ama pacarku bye"
" Bye juga"
Siska pun mengakhiri telfon dengan sahabatnya.Ternyata sahabatnya tidak pernah berubah sifatnya dari dulu sampai sekaran suka gonta -ganti pacar. Tapi dirinya sampai umur segini pacaran saja belum pernah karena mengejar karir. Agar bisa membahagiakan orang tuannya.
Di kediaman Nico Arslan yang sudah santai di balkon rumahnya. Dia pun mengirim pesan kepada Gisel bahwa dia mau pergi akhir pekan bersamanya. Setelah mengirim pesan dia melihat momynya yang sedang merawat kebun bunga. Arslan berharap memiliki istri yang berhati lembut seperti momynya. Karena dia sadar memiliki sifat yang keras kepala.
Arslan pun teringat kepada Jasmin wanita yang dicintai kakaknya. Andai kakaknya masih hidup pasti mereka berdua sangat bahagia. Apalagi Jasmin begitu mudah di terima di keluarga ini terutama momynya. Tetapi Arslan sudah mengangap Jasmin seperti kakaknya sendiri walaupun mereka berada di negara berbeda tetapi Arslan berharap kak Jasmin bisa bahagia di sana walaupun tidak bisa bersatu dengan kakaknya. Dia berharap kak Jasmin bisa mencari pengganti kakaknya yang bisa membuat dia bahagia.
Arslan pun tidak pernah berfikir jika kepergiaan kakaknya begitu cepat. Seandainya kakaknya masih hidup pasti momynya sudah memiliki menantu bisa -bisa memiliki cucu. Kini harapan itu hanya ada pada Arslan walaupun momynya tidak benar -benar memaksa tetapi Arslan tahu momynya juga perlu seseorang yang menemaninya ,mengajak mengobrol tentang masalah wanita. Sementara Arslan kadang begitu sibuk sampai tidak ada waktu untuk memperhatikan momynya. Dia pun berharap bisa memiliki wanita yang menemani harinya di waktu dia lelah bekerja. Apalagi dia mendengar bahwa sahabat kakaknya sebentar lagi akan menikah pasti dia akan mendapatkan sundirian kalo pergi ke pesta pernikahan tanpa membawa pasangan.Padahal dulu dia sering sekali pacaran tetapi melihat cinta kakaknya yang begitu tulus membuat dia ingin bisa mencintai wanita seperti kakaknya sampai akhir hayat.
__ADS_1