
Momy segera tiba di rumahnya dia pun melihat rumah yang dulu ramai,sekaran terasa sepi. Dia pun naik ke kamar anaknya berharap bisa menemukan petunjuk tentang wanita yang bersama Arbeto.
Pintu kamar dibuka momy mulai memasuki kamar Arbeto, membuka semua laci di kamar, tapi tidak mendapatkan petunjuk hanya menemukan hp Arbeto yang sudah mati kehabisan daya. Dia pun mulai menuju ke lemari pakaian untuk mencari -cari lagi tapi hasilnya sama saja tidak ada apa -apa .
Momy pun menutup kembali kamar Arbeto,pergi ke kamarnya untuk beristirahat .
Pagi hari dia sudah bersiap pergi ke rumah sakit sambil membawa makanan untuk di makan bersama dengan Arslan.Setelah meminta sang supir mengantar ke sana.
Tiba di rumah sakit dia segera menuju ke ruangan Arbeto melihat Arslan yang masih tertidur di dekat Arbeto.Dia pun segera membangunkan Arslan.Melihat momynya membangunkanya Arslan segera bangun.
"Mom kapan datang"
"Baru sampai cepat kamu bersihkan badan"
"Ya mom" Arslan segera keluar dari kamar Arbeto dia pun membersihkan diri berganti pakaian .
Momy Arbeto keluar dari ruangan dia pun mengajak Arslan untuk makan bersama -sama. Setelah selesai makan momy menyerahkan hp Arbeto yang di berikan Arslan.
"Bagaimana mom mendapatkan petunjuk"
"Tidak Ars momy hanya menemukan hp ini saja".
__ADS_1
"Baiklah mom munkin hari ini aku akan pergi ke apertemen kakak".
"Ya Ars kamu cari tahu semua munkin bisa mendapatkan petunjuk".
Tidak lama hp Arbeto berbunyi Arslan segera menjawab hp tersebut.
"Hallo Ar bagaimana obat yang sudah aku berikan udah kamu minum dengan teratur".
"Hallo kak Dav ini Arslan bukan Arbeto,kayaknya mesti harus ada yang perlu saya tanyakan"
"Baiklah Ars kamu bisa menemuiku hari ini"
"Ya kak hari ini aku bakal ke tempat kakak"Arslan segera mematikan hp Arbeto setelah selesai bicara ma teman kakaknya.
Tok ....Tok....Tok....pintu ruangan di ketuk .
"Masuk" setelah melihat Arslan datang dokter David segera menyuruh Arslan duduk.
"Pagi dok"
"Jangan terlalu formal Ars apa yang ingin kamu tanyakan"
__ADS_1
"Kenapa kak David tidak pernah cerita"
"Ini semua permintaan kakakmu Ars untuk merahasiakannya".
"Gimana keadaan kakakmu"
"Kakak dalam keadaan kritis kak"
"Apa?kamu bohong kan Ars "
"Tidak kak" .
Dokter David pun terkejut mendengar penuturan tersebut tidak menyangka secepat itu waktu yang bakal tiba.
"Sekarang kakakmu di rawat dimana"
"Kakak di rawat di rumah sakit xx,sekarang tolong jelaskan kak kapan kak David tahu semua penyakit kakak".
Dokter David pun menjelaskan bahwa dia tahu penyakit Arbeto beberapa bulan lalu dimana penyakit tersebut sudah memasuki stadium akhir,dia pun menjelaskan kepada Arslan menyarankan untuk operasi tapi Arbeto tidak mau.
Arslan yang mendengar penjelasan dari sahabat kakaknya merasa terpukul andai dia tahu lebih awal ,dia pasti bersedia untuk diambil sum sum tulang belakang . Dia tidak menyangka bahwa ancamab agar dia mau masuk perusahaan adalah kakaknya sudah tahu penyakit yang di deritanya.
__ADS_1
Kak kenapa kamu memikul beban ini sendirian,seharusnya kamu berbagi dukamu kepada ku kak, apakah kamu sadar kamu membuatku benar benar kecewa .