
Setelah menunggu Arslan turun akhirnya Arslan turun dari kamarnya mereka bertiga pun mulai untuk makan walaupun hati merasa di liputi rasa sedih. Setelah acara makan Jasmin pun berniat mengutarakan keinginannya.
" Mom ,Ars "
Mereka berdua pun memandang Jasmin.
" Sebenarnya kemarin malam aku sudah memikirkan semuanya, Jasmin akan kembali pulang maaf kalo selama ini Jasmin merepotkan kalian"
Momy pun nampak terdiam sesaat dia sudah tahu bahwa cepat atau lambat Jasmin akan kembali kenegarannya karena di sini sudah tidak ada yang bisa mengikat Jasmin .
" Kamu tidak perlu minta maaf Jas, justru momy merasa yang bersalah karena memintamu kembali kesini tapi momy harap kamu tidak pernah melupakan momy"
" Ya mom Jasmin akan ingat dengan keluarga ini"
" Ars kamu siapkan semuanya "
" Baik mom"
__ADS_1
Momy pun memberikan pelukan kepada Jasmin karena berkat Jasmin anaknya Arbeto bisa bangun dari komanya memberikan kebahagiaan kepada Arbeto walaupun pada akhirnya Arbeto tetap pergi meninggalkan mereka.
Jasmin pun membalas pelukan momy Arbero yang sudah di anggap sebagai keluarganya sendiri walaupun berat tetapi dia harus kembali pulang. Jasmin pun ingat bahwa momy Arbeto pernah memberikan gelang kepada Jasmin dia bermaksud untuk mengembalikannya karena Jasmin merasa tidak pantas mendapatkan ini semua. Jasmin pun melepaskan pemberian momy Arbeto untuk di kembalikan kepada momy.
Tetapi momy malah memaikan gelang tersebut ke tangan Jasmin momy pun berbicara pada Jasmin.
" Jasmin walaupun sudah tidak ada Arbeto tetapi momy sudah anggap kamu sebagai anak sendiri ,momy yakin gelang tersebut sudah memilih kamu, karena itu momy harap kamu tetap memakainya serta menjaganya"
" Ya mom Jasmin akan tetap memakai gelang tersebut"
Arslan pun memberikan pelukan kepada Jasmin karena Arslan sudah mengangap Jasmin layaknya kakak perempuan.
Jasmin pun membalas pelukan Arslan yang sudah di anggap adik sendiri dia pun mengeluarkan air matanya. Tidak meyangka bahwa keluarga Arbeto begitu menyayanginya.
Setelah selesai Arslan pun segera melepaskan pelukan Jasmin yang sudah di anggapnya sebagai kakak. Dia pun menelfon anak buahnya untuk menyiapkan jet pribadi mengantar Jasmin pulang .
Arslan pun berkata pada Jasmin
__ADS_1
"Kak pesawatnya akan siap tiga jam lagi"
" Ya Ars terima kasih karena sudah merepotkan tapi Jasmin ingin pulang sendiri tidak perlu di antar momy pasti butuh kamu di sisinya untuk menemaninya"
" Ya kak ,tidak perlu berterima kasih kita ini keluarga"
" Ya baiklah"
Jasmin ,momy dan Arslan pun pergi ke taman belakang menghabiskan waktu bersama sambil menunggu waktu kepulangan Jasmin.
" Jasmin aku harap kalo nanti kamu ada waktu liburan kamu bisa datang kemari , kamu bisa menghubungi Arslan biar dia yang menjemputmu"
" Ya mom Jasmin akan kemari di saat liburan"
" Kak Jasmin tidak perlu sungkan untuk merepotkan aku"
" Baiklah Ars"
__ADS_1
Walaupun mereka bertiga masih bersedih tetapi mereka bertiga mencoba ikhlas untuk melapaskan kepergian Arbeto. Di awal terasa berat tetapi mereka bertiga sadar bahwa Arbeto juga tidak ingin melihat kesedihan di mata mereka saat melepaskan kepergiaannya. Mereka bertiga masih ingat dengan kata Arbeto agar melepaskan kepergiaannya dengan senyuman tanpa ada kesedihan. Walaupun pada akhirnya mereka bertiga tetap menangis juga tetapi sekaran mereka bertiga sudah rela melepaskan kepergiaanya.