Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Pamit


__ADS_3

Pagi hari setelah bangun tidur Jasmin segera membersihkan badanya dia masuk ke kamar mandi berendam ke dalam bathup .Dia pun teringat dengan sosok Arbeto kekasih yang tidak pernah hilang dalam hatinya.


Setelah di rasa sudah rilex Jasmin segera keluar dalam bathup menuju shower untuk membersihkan sisa sisa sabun. Dia pun meraih handuk segera keluar dari kamar mandi memakai celana panjang dengan kaos tidak lupa sweter yang menempel di lehernya. Dia pun segera mengambil kopernya turun ke bawah.


Orang tua Jasmin yang melihat anaknya membawa koper begitu terkejut.


"Kamu mau ke mana Jas sampai membawa koper segala,"


"Jasmin mau ke negara A mam"


"Bukannya kamu tidak mau kembali kesana"


"mam ada yang perlu Jasmin lakukan disana" Jasmin pun mengajak maminya duduk dia pun menceritakan alasan kenapa kembali ke negara A.


"Apakah mam mengijinkan Jasmin pergi"


"ya mam izinkan tapi kamu di sana jaga diri baik baik dan jangan menghubungi mami"


"ya mam terima kasih atas dukungan mam"

__ADS_1


"Jas apakah kamu masih mencintainya"


"ya mam Jasmin masih mencintainya"


"mam harap apapun nanti yang terjadi kamu harus bisa menerimanya"


"ya mam" Jasmin pun segera memeluk maminya bergantian dengan papinya. Mereka bertiga makan bersama sama sebelum Jasmin berangkat ke bandara.


Papi dan mami Jasmin pergi mengantar Jasmin ke bandara .Di sisi lain Arslan pun sudah berjalan keluar dari hotel dia pun segera menyelesaikan administrasi hotel. Pergi ke loby hotel untuk mencari taxi sambil membawa koper. Setelah mendaparkan taxi dia pun menyuruh supir taxi untuk mengantar ke bandara.


Sesampai di bandara Arslan pun mencari sosok Jasmin begitu melihat Jasmin hatinya merasa lega bahwa wanita tersebut mau menemui kakaknya. Dia pun menghampiri Jasmin yang sedang bersama orang tuanya.


"Jas,tante om apa kabar" Arslan pun menjabab tangan kedua orang tua Jasmin


"Ya tan"


"Maaf ya atas sikap tante yang tidak bis bantu kamu"


"ya tidak pa pa tan"

__ADS_1


"Om menitipkan anak om,om harap kamu bisa menjaganya di sana"


"Baik om"


Jasmin segera berpamitan pada kedua orang tuannya. Arslan pun segera mengajak Jasmin untuk naik pesawat mereka berdua berjalan beriringan. Jasmin masih terlihat canggung terhadap adik Arbeto.


Orang tua Jasmin yang melihat Jasmin memasuki ruang pengecekan segera meninggalkan bandara. Mami Jasmin berharap Jasmin tidak terlambat untuk menemui Arbeto karena mami Jasmin bisa merasakan bahwa cinta Jasmin begitu dalam terhadap kekasihnya itu. Papi Jasmin segera mengandeng tangan istrinya untuk naik ke mobil dia mengerti bahwa istrinya merasa sedih di tinggal putri semata wayangnya.


"Ayo mam kita jalan jalan"


"Loh papi tidak ke kantor"


"Khusus hari ini papi mau menemani istri cantik papi bersenang senang"


Mami Jasmin yang mendengar pujian suaminya merasa bahagia dia tidak menyanka bahwa walaupun usia mereka yang sudah setengah abad masih terasa hubungan saat pertama kali pacaran dulu.


Di dalam pesawat Arslan dan Jasmin sudah duduk berdampingan. Jasmin pun memberanikan diri menanyakan keadaa Arbeto.


"Ars sejak kapan kakakmu koma"

__ADS_1


"Sudah hampir satu minggu lebih " Dia pun menceritakan keadaan waktu menemukan Arbeto yang sudah tidak sadar diri di kamarnya.


Jasmin pun tidak meyangka bahwa setelah kepergiaannya juga membuat Arbeto tersiksa maaf bee andai kamu jujur padaku mungkin aku tidak akan meninggalkan mu walaupun kamu tidak menerima keadaanku.


__ADS_2