
Di pagi hari di kamar Arbeto nampak Jasmin dan Arbeto masih berpelukan dalam tidurnya mereka seolah tidak terganggu dengan sinar matahari yang masuk melalui jendela kamar.
Di ruangan bawah nampak momy dan juga mami Jasmin sedang sibuk di dapur di bantu dengan para bibik menyiapkan sarapan.Mereka berdua mengobral ringan di sela- sela memasak terutama momy banyak bertanya tentang makanan di daerah negara tempat Jasmin tinggal.
Setelah hampir satu jam berkutat makanan telah siap momy dan mamy Jasmin kembali ke kamar mereka bersiap -siap untuk membersihkan badan terlebih dahulu.
Alaram pun berbunyi di kamar Arbeto membuat Jasmin membuka matanya mendengar suara alaram yang berbunyi dia pun melihat sudah siang segera dia turun dari ranjang dengan menyingkirkan tangan Arbeto dari tubuhnya.Arbeto yang merasa ada yang mengerakkan tanganya dia pun ikut terbangun.
" Honey sekaran jam berapa"
" Sudah jam delapan bee"
" Oh teryata tidur bersama kamu membuatku nyenyak"
" Bee aku malu sama momi dan momy jam segini baru bangun pasti mereka sudah selesai memasak"
__ADS_1
" Tidak apa -apa pasti mereka mengerti"
Jasmin pun segera berpamitan pada Arbeto untuk turun ke bawah membersihkan badanya. Arbeto pun membiarkan Jasmin pergi setelah mendaratkan ciuman singkat di bibir Jasmin.
Setelah Jasmin pergi Arbeto pergi ke kamar mandi membersihkan badanya bersiap -siap turun ke bawah setelah memakai bajunya.
Di tempat makan semua orang berkumpul tinggal Arbeto dan Jasmin yang belum nampak mereka semua menunggunya. Tak lama kemudian Jasmin sudah bergabung di meja makan.
"Maaf semua aku telat "
Tak berselang lama Arbeto nampak turun dia pun juga ikut bergabung bersama di meja makan. Setelah semua berkumpul mereka semua mulai sarapan pagi.
Seperti biasa Arslan berpamitan pergi ke kantor sejak kakaknya sakit sekaran Arslan yang menghendel perusahaan walaupun dia sering berdebat dengan sekretaris kakaknya tetapi dia akui kemampuan Siska layak untuk di perhitungkan makanya sampai sekaran Arslan tidak memecatnya.
Setelah selesai Arbeto mengajak Jasmin ke luar dari rumah dia dan Jasmin berjalan bersama -sama menyusuri taman serta merasakan hawa pagi yang cerah. Arbeto pun mengandeng tangan Jasmin.
__ADS_1
Jasmin pun nampak tersipu malu apalagi masih terlihat tukang kebun yang menyiram tanaman. Arbeto yang melihat bunga mawar putih yang mau mekar dia pun memetik bunga tersebut. Menyelipkan ke sela telinga dan rambut Jasmin. Arbeto pun mengajak Jasmin duduk di salah satu kursi di taman . Dia pun memandang wajah Jasmin yang nampak lebih cantik .Jasmin yang di pandang Arbeto malah semakin merah di kedua pipinya seperti warna apel merah.
" Bunga yang indah setelah berada bersama mu"
"Bee "
"Ada pa honey"
" kamu tahu honey dari sekian banyak mawar kenapa aku memilih mawar putih"
"Ada pa dengan warna putih"
" Karena bagi aku warna putih melambangkan keabadian seperti cinta aku untukmu yang akan selalu abadi"
"terima kasih bee karena kamu memberikanku begitu banyak cinta"
__ADS_1
Mereka berdua melewati pagi ini dengan duduk bersama momy yang nampak lewat melihat Arbeto begitu mencintai Jasmin . Dia pun nampak bahagia dan sedih andai umur Arbeto masih panjang maka momy tidak akan pernah ragu menjadikan Jasmin menantunya.Karena bagi dia apapun pilihan anaknya dia tidak akan menolaknya asal mereka bahagia.