Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Terjadi berubahan


__ADS_3

Jasmin masih berada di kamar Arbeto dia seolah engang untuk meninggalkannya. Andai kamu bisa segera sadar apapun yang ingin kamu lakukan akan aku lakukan.


Sementara Arslan sudah sampai di kantor dia pun masuk ke dalam ruangannya melihat meja kantornya udah ada begitu banyak laporan yang harus di periksa membuat dia agak frustasi. Dia pun memanggil Siska untuk masuk ke dalam ruangannya.


Tok....tok...tok ...


" Masuk" Siska pun masuk ke dalam dia pun segera melaporkan semua saat bosnya pergi.


"Apa ada lagi pak"


" Kamu nanti jangan pulang dulu ,kamu mesti lembur temani saya"


" Baik pak " Siska pun keluar dari ruangan Arslan menuju mejanya.

__ADS_1


Momy yang merasa Jasmin udah lama di dalam ruangan Arbeto dia pun masuk ke dalam. Dia pun melihat Jasmin masih megengam tangan . Momy mendekati Jasmin menyentuh bahu Jasmin.


" Nak Jasmin klo capek bisa istirahat di kamar sebelah"


" Tidak mom biarkan Jasmin menemani Arbero"


"Baiklah klo begitu tapi nanti klo waktunya makan siang nak Jasmin mesti makan "


Momy pun menyentuh kepala Arbeto berbicara pada Arbeto.


" Ar kamu mesti segera bangun nak ada begitu banyak orang yang menyayangimu" Setelah mencium kening Arbeto momy keluar . Dalam hati momy bersyukur bahwa anaknya di cintai wanita yang begitu tulus.


Setelah momy keluar Jasmin masih terus menemani Arbeto.

__ADS_1


"Bee apakah kamu tidak mau bangun apakah kamu tidak sedih melihat momymu seperti ini aku tahu dia wanita yang kuat tapi jauh di lubuk hatinya dia begitu sedih melihat anaknya yang tidak bangun.Bee apakah kamu tidak ingin pergi ke pantai menemaniku kamu dulu udah berjanji mau membawaku ke manapun aku pergi. Bee jawab aku kenapa kamu masih diam Jasmin pun masih mengeluarkan air matanya dia sudah tidak peduli klo sampai air matanya habis "


Di dalam mimpi Arbeto melihat ada sebuah cahaya yang begitu terang dia pun ingin mengikuti cahaya tersebut tapi terdengar suara wanita menanggis bukankah itu suara tanggis Jasmin dia pun yang mendengar suara tanggis Jasmin segera mencari asal suara tersebut tapi tidak bisa menemukannya kamu di mana honey dia pun mencari ke sana kemari tapi tak menemukannya. Akhirnya dia mengikuti cahaya putih yang begitu terang .


"Bee jangan pergi aku mencintaimu apakah kamu tega melihat keadaanku seperti ini"


Arbeto mendengar suara Jasmin. Honey kamu di mana aku ingin berlari untuk memelukmu,menciummu menumpahkan segela kerinduanku .Arbeto yang menggikuti cahaya terang tersebut seolah di tarik kembali dia pun tidak bisa mengikuti cahaya putih tersebut.


Akhirya Arbeto merasa ada orang yang mengengap tangannya dia ingin membuka matannya setelah mendengar suara tanggis Jasmin.


Itukah kamu honey dia ingin menghapus air mata Jasmin tapi dia tidak bisa hanya sekedar mengerakkab tangan apalagi membuka matannya. Honey aku apakah kamu bisa merasakan bahwa aku ingin sekali menghapus air mata mu itu aku ingin sekali membuat mu bahagia tidak untuk bersedih.


Arbeto berusaha keras untuk sekedar mengerakkan tangannya dia pun akhirnya bisa mengerakkan jari jarinya. Jasmin yang merasa jari Arbeto bergerak dia pun gengaman tangannya bee apakah kamu sudah sadar dia pun melihat jari jari Arbeto mulai bergerak. Dia pun merasa bahagia bee apakah kamu sadar bee kamu bisa merasakan keberadaanku. Segera Jasmin menekan tombol merah untuk memanggil dokter.

__ADS_1


__ADS_2