
Siang hari Arbeto dan Arslan sudah pergi dari rumah sakit setelah selesai melakukan pemeriksaan. Mereka berdua sudah berada dalam mobil Arslan pun segera melajukan mobilnya ke dalam jalanan menembus ke padatan lalu lintas. Hampir satu jam baru mereka sampai di kediaman keluarga Nico.
Arslan pun segera turun begitu juga dengan Arbeto mereka berdua segera berjalan memasuki rumah . Begitu pintu rumah di buka nampak ruang tamu sudah di hias dengan indah ada juga tulisan "Welcome Arbeto". Dan jangan lupakan Momy dan Jasmin sudah berdiri untuk menyambut mereka.
Momy segera menghampiri Arbeto memeluk putranya . Arslan hanya berdiri di sampingmemandang kakak dan momynya yang berpelukan .
"Momy melupakan aku nih"
" Anak momy yang satu ini juga ingin di peluk"
Akhirnya mereka bertiga berpelukan . Arbeto yang merasakan kasih sayang keluarganya meneteskan air matanya tapi dia segera menghapus air matanya. Dia tidak ingin ada kesedihan biarlah menjadi hari bahagia.
Setelah selesai berpelukan Arbeto segera menghampiri Jasmin. Dia pun mendaratkan ciuman ringan di kening Jasmin.
Arslan dan momy yang melihat Arbeto hanya tersenyum saja. Bagi mereka melihat Arbeto bahagia sudah cukup karena mereka tahu hari bahwa mereka akan kehilangan sosok Arbeto akan datang.
Momy pun menyuruh Arslan dan Arbeto segera membersihkan badan terlebih dahulu baru makan. Setelah Arslan dan Arbeto pergi ke kamar masing - masing. Tinggal momy dan Jasmin yang menunggu mereka untuk turun.
" Jas ,aku harap seandainya Arbeto meninggalkan kita semua kamu bisa ikhlasin"
__ADS_1
" Ya mom Jasmin bakal berusaha ikhlasin walaupun terasa berat"
" Momy harap kamu masih mengangap momy keluarga walaupun kita tidak punya ikatan"
"Mom beruntungnya Jasmin mengenal keluarga ini"
Melihat Arslan dan Arbeto turun momy dan Jasmin segera menghampiri mereka mengajak untuk makan siang bersama.
Begitu masuk ke dalam ruang makan nampak berbagai makanan kesukaan Arbeto tertata rapi di atas meja.Mereka berempat segera duduk di atas kursi meja makan. Arslan dan Arbeto duduk bersebelahan sementara momy dan Jasmin duduk menghadap Arslan dan Arbeto.
" Mom kamu ingin membuatku gendut dengan menyediakan makanan kesukaan begitu banyaknya"
"Ya kak klo kakak makan banyak bisa bisa jadi hulk"
" Bagaimana Jas apakah kamu masih mencintai Arbeto jika anak momy jadi gendut"
" Jasmin bakal mencintai Arbet apapun keadaannya"
" Terima kasih honey telah membelaku"
__ADS_1
" Sudah ayo kita makan dulu"
Mereka berempat segera makan tapi Arbeto yang mendapatkan porsi lebih banyak karena mereka semua memberikan makanan pada Arbeto.
Setelah selesai makan momy menyuruh Arslan untuk mengambil sebuah kain. Arslan yang telah memegang kain segera mengikat kain tersebut ke mata Arbeto.
" Mom ada apa ini nanti kamu pasti tahu"
Momy pun menyuruh Arslan untuk membawa Arbeto ke taman belakang.
Di taman belakang Jasmin sudah menunggu ke datangan Arbeto dia memakai pakaian yang begitu indah untuk menyamput Arbeto. Tidak lupa sebuah kue yang telah di hias di letakkan di atas meja.
Begitu Arbeto sampai di taman Arslan segera melepas kain yang menutup matanya. Dia tidak meyangka bahwa Jasmin sudah menunggunya . Jasmin nampak begitu cantik dengan pakaian yang di pakainya. Dia pun segera berjalan menghampiri Jasmin.
"Kamu begitu cantik honey"
"Terima kasih bee "
" Ayo Ar jangan memandang Jasmin terus ,kuenya mari di potong"
__ADS_1
Arbeto segera memotong kue,potongan pertama dia berikan kepada momynya. Mereka berempat merayakan kepulangan Arbeto dengan menikmati kue ,dengan pemandangan taman yang sudah di hias begitu cantik tidak lupa lilin yang bertaburan di atas rumput menambah keindahan taman tersebut.