Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Pemilik Sebenarnya


__ADS_3

Pagi yang cerah di kediaman Nico sudah berkumpul semua orang di meja makan dari keluarga Arbeto dan juga keluarga Jasmin. Di meja makan sudah tersedia berbagai macam masakan. Mereka semua makan bersama -sama tanpa ada yang bicara setelah selesai makan.


Momy pun memberikan potongan kue yang bagi di buatnya kepada Arbeto .


" Bagaimana Ar rasa kuenya"


" Enak mom rasanya masih sama waktu Arbeto memakannya waktu kecil"


Momy pun tersenyum merasa senang dengan jawaban yang di berikan Arbeto karena momy tahu itu kue kesukaan Arbeto waktu kecil.Momy juga membagikan kue tersebut kepada yang lainnya.


Setelah selesai Arbeto minta izin kepada orang tua Jasmin untuk mengajak Jasmin pergi. Orang tua Jasmin pun mengizinkan Arbeto membawa anaknya. Momy yang mendengarkan berpesan bahwa Arbeto tidak boleh sampai kelelahan dia juga harus membawa supir untuk membawanya.

__ADS_1


Arbeto pun menyetujui karena dia tidak ingin membuat momynya kuatir. Arslan pun segera berpamitan untuk pergi ke kantor. Setelah Arslan pergi Arbeto pun kembali ke kamarnya untuk bersiap - siap sementara Jasmin juga pergi ke kamarnya untuk bersiap - siap juga.


Di dalam kamar Arbeto menelfon sebuah toko perhiasan menanyakan apakah pesanan yang dia inginkan sudah selesai. Menajer toko perhiasan tersebut memberitahukan bahwa pesanan yang dia inginkan sudah jadi. Arbeto pun menutup telefonnya. Dia pun berganti pakaian dengan pakaian yang lebih santai.


Setelah selesai berganti pakaian dia segera turun menyuruh bibik membawakan sesuatu agar di masukkan ke dalam mobil. Setelah selesai menemui bibik Arbeto segera mengetuk pintu kamar Jasmin . Mendengar pintu di ketuk Jasmin pun menyuruhnya untuk masuk,karena dia tahu Arbeto pasti yang mengetuk pintunya.


Arbeto pun masuk mendapati Jasmin yang sedang duduk di depan cermin menghias wajahnya. Arbeto pun berjalan mendekati Jasmin mengeluarkan sesuatu di dalam saku celananya dia pun memasangkan benda tersebut ke leher Jasmin.


Jasmin yang merasa Arbeto memasangkan sebuah kalung ke lehernya dia pun melihat kalung tersebut .


" Ya honey kalung yang akan terus kembali ke pemilik sebenarnya"

__ADS_1


Jasmin pun merasa terharu dia ingat betul kalung tersebut yang pernah di berikan Arberto dan yang pernah dia lempar ke Arbeto.


" Honey ayo, kamu sudah siap kita bisa pergi sekaran"


" Ya bee"


Mereka berdua keluar dari kamar berjalan menuju ke depan . Momy dan orang tua Jasmin berpesan agar mereka berhati- hati terutama Arbeto agar tidak sampai kelelahan. Momy juga berpesan kepada supirnya agar membawa mobil pelan -pelan.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil meninggalkan kediaman Nico menuju kesuatu tempat. Jasmin pun menanyakan tujuan mereka kepada Arbeto tetapi Arbeto hanya memberitahukan bahwa nanti dia bakal tahu dan tidak ingin memberitahukannya.


Akhirnya Jasmin pun tidak menanyakan tujuannya . Dia pun melihat keluar pintu mobil melihat pemandangan yang di lewatinnya. Sementara Arbeto hanya melihat sosok Jasmin yang melihat pemandangan bagi dia pemandangan yang paling indah adalah melihat kekasihnya .

__ADS_1


Menempuh perjalanan hampir dua jam Arbeto menyuruh supirnya untuk berhenti di sebuah toko makanan dan minuman.Supir yang melihat ada toko makanan dan minuman dia pun segera berhenti.Arbeto pun turun dari mobil dia Jasmin pun juga ikut turun.


Mereka berdua masuk Arbeto segera mengambil beberapa makanan ,minuman juga buah Jasmin pun hanya mengikutinya . Setelah membayar semuanya Arbeto memasukkannya ke dalam bagasi mobil dia pun segera masuk ke dalam mobil begitupun dengan Jasmin.


__ADS_2