
Arslan meminta supir taxi membawa berkeliling untuk menghilangkan pusing menghadapi sikap wanita. Ternyata tidak mudah hanya untuk berbicara saja. Dia pun mengeluarkan hpnya menelfon momynya .
"Hallo mom bagaimana kabarnya"
"Baik kok Ars kamu disana bagaimana"
"Baik mom hanya saja Ars belum bisa membujuk Jasmin"
"Kamu mesti sabar menghadapi wanita Ars,ini semua demi kakakmu"
"Ya mom"
"Bagaimana dengan perkembangan kakak"
"Tidak ada perubahan Ars masih tetap sama tidak mau bangun mom takut Ars"
"Mom mesti sabar kita hanya bis berdoa pada Tuhan"
"Ya Ars kamu jaga diri baik baik di sana"
"Ya mom"
__ADS_1
Arslan pun mengakhiri telfon dengan momynya.
Supir taxi pun menanyakan tujuan selanjutnya.
"Tuan kita mau kemana lagi"
"Kembali ke hotel di jalan ....."
"Baik tuan"
Supir taxi pun melajukan mobilnya ke dalam jalanan menuju hotel.
Sampai di depan pintu kamarnya Arslan segera masuk. Berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan meyegarkan pikiran.
Setelah selesai Arslan segera ke luar dari kamarnya menuju keluar dia turun menuju restaurant di bawah .
Tiba di rastaurant segera memesan makanan tak begitu lama makanan telah tersaji Arslan pun segera memakan makanannya. Setelah selesai dengan ritual makannya Arslan pergi berjalan -jalan menelusuri hotel.
Dia pun mengirim pesan pada Siska sekretaris kakaknya tentang perkembangan perusahaan.
Sementara itu Siska yang sudah terlelap tidur mendengar hp yang berbunyi segera melihat pesan yang masuk ke hpnya. Benar benar bos tidak ada ahlak menanyakan perusahaan pada malam hari klo apa tidak bisa waktu jam kerja kantor.
__ADS_1
Siska pun segera membalas pesan pada bosnya tentang perkembangan perusahaan .
Setelah mengetahui perkembangan perusahaan bahwa tidak ada masalah serius .Arslan bisa bernafas lega paling tidak dia ada waktu untuk membujuk Jasmin.
Malam pun telah larut Arslan segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Pagi hari dia menjalankan misinya lagi kali ini dia tidak membunyikan bel rumah Jasmin. Klo itu di lakukan pasti Jasmin bakal mengusirnya lagi. Dia pun menunggu di jalan berharap klo Jasmin keluar rumah bisa punya kesempatan untuk berbicara.
Setelah menunggu satu jam terlihat sebuah mobil keluar dari rumah Jasmin . Setelah memastikan bahwa yang mengemudi Jasmin. Arslan menyuruh supir taxi untuk mengikuti mobil tersebut.
Mobil Jasmin memasuki kampus tempat dia kuliah. Arslan yang dari tadi mengikuti mobil Jasmin segera menyuruh supir taxi berhenti. Dia pun turun dari taxi karena tidak munking bisa berbicara di dalam kampus,terpaksa Arslan memasuki kafe untuk menunggu Jasmin sampai selesai kuliah.
Dia pun memesan banyak camilan untuk menemani dalam menunggu munking inilah pengorbanan Arslan untuk kakaknya. Tidak pernah dia rela menunggu wanita sampai berjam -jam. Tapi demi kakaknya Arslan rela melakukan ini semua.
Sementara di dalam kampus Jasmin bercanda gurau dengan temannya melupakan masalah Arbeto. Dia mengira adiknya Arbeto sudah menyerah dan kembali ke negaranya.
Karena pagi tadi tidak ada orang yang menggangunya.
Sementara di kafe Arslan sudah merasa bosan melihat mobil yang keluar kampus tapi belum nampak keluar mobil yang di kendarai Jasmin.
Apakah belum selesai mata kuliahnya padahal sudah tiga jam Arslan menunggu Jasmin untuk keluar.
__ADS_1