Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Jejak Jasmin


__ADS_3

Arslan yang masih di kantor mendapat telefon dari seseorang.


"Hallo tuan saya sudah berhasil menemukan informasi yang tuan cari"


"Baiklah secepatnya kamu kirim datanya ke emailku"


"Baik tuan segera saya kirimkan ". Arslan segera membuka email yang di kirim oleh orang suruhannya.Dia pun mulai membaca informasi tentang Jasmin. Tempat tinggalnya hingga kuliah dimana semua yang ingin di ketahui sudah ada lengkap.


Ternyata tidak sia - sia dia membayar mahal orang suruhannya.Setelah melihat keselurahan informasi Arslan segera menutup emailnya, dia mengambil telefon menyuruh seketaris kakaknya Siska untuk segera datang ke ruangannya.


Tak berapa lama pintu ruangan di ketuk, Arslan yang mendengar suara pintu di ketuk menyuruh untuk masuk.


Siska pun segera berjalan mendekati meja Arslan dia pun duduk di depan Arslan.


"Sis untuk besok sampai tiga hari ke aku harap kamu bisa menghendel perusahaan".


"Baik pak"

__ADS_1


"Untuk dokumen yang perlu tanda tangan saya kamu bisa menaruh di meja,tolong kamu atur lagi jadwal saya lagi,apa ada lagi yang perlu kamu tanyakan"


"Tidak pak ,apakah pak Arbeto udah sadar".


"Belum kamu doa kan saja"


"klo begitu saya permisi dulu"


...Siska pun keluar dari ruangan Arslan....


Sepeninggalan Siska Arslan pun bangkit dari kursinya dia berjalan menuju jendela kantornya menatap keluar jendela banyak gedung gedung pencakar langit.


Ternyata menjadi seperti dirimu tidak mudah kak, apakah aku mampu membawa perusahaan ini bisa tetap maju. Aku butuh dirimu kak untuk selalu membimbingku.


Arslan pun menyuruh anak buahnya untuk segera memesan tiket ke negara I. Dia pun berjalan keluar dari ruangannya untuk segera pergi menemui momynya di rumah sakit.


Mobil Arslan pun segera meluncur membelah jalanan ibu kota yang masih padat di karenakan banyak orang yang pulang dari bekerja. Dia pun sudah tidak sabar menceritakan informasi yang di dapatnya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang lebih lama tiga puluh menit di karenakan macet. Arslan pun segera memasuki loby rumah sakit dia pun segera memasuki lift untuk sampai ke lantai tempat kakaknya di rawat.


Di depan kamar kakaknya dia melihat momynya masih menjaga Arbeto. Dia pun segera masuk untuk mengantikan momynya dan menyuruh momynya untuk makan .


Setelah momy Arbeto keluar ,Arslan pun duduk di samping tempat kakaknya berbaring di lihat begitu banyak alat bantu yang menempel di badan kakaknya.Dia pun merasa sedih melihat keadaan kakaknya andai bisa di bagi Arslan pun bersedia berbagi sakit dengab kakaknya.


"Kamu tahu kak,aku sudah bisa menemukan kekasihmu.Ternyata kamu dan dia sudah menjalin hubungan lama. Tapi kenapa kak, kamu tidak memberitahukan aku bahwa sudah lama menjalin hubungan. Kak di kantor aku sedikit tertekan ternyata memikul beban ini membuat aku pusing apalagi tidak ada kamu kak, sebagai pemberi masukan".


Arslan pun bercerita banyak tentang keseharian di kantor karena walaupun Arbeto masih tidak sadar tapi dia mendengar apa yang di bicarakan oleh orang yang berada di dekatnya.Arslan pun keluar pergi ke kamar momynya dia pun menceritakan informasi yang yang di dapat dari kekasih kakaknya.


" Mom besok aku akan berangkat ke negara I,aku harap mom bisa jaga kesehatan waktu aku tinggal pergi"


"Kamu tenang saja Ars "


"Selama aku tinggal bibik di rumah aku suruh kesini untuk menemani mom,klo ada apa apa segera hubungi Ars"


"Ya kamu di sana juga hati hati segera bawa kekasih kakakmu"

__ADS_1


.


__ADS_2