Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Pamit


__ADS_3

Orang tua Jasmin yang sudah lama tinggal di kediaman Nico berencana untuk izin pulang ke negaranya karena di sana masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan. Melihat keadaan Jasmin di sini baik -baik saja hingga perlakuaan keluarga Arbeto mereka sudah tidak perlu kuatir lagi.


Pada saat selesai makan malam ketika semua orang berkumpul orang tua Jasmin meyampaikan keinginannya. Momy Arbeto pun tidak bisa melarang mereka untuk tinggal lebih lama di sini walaupun dia merasa kehilangan teman apalagi momy dan mama Jasmin sudah begitu akrab. Jasmin pun merasa berat di tinggal kedua orang tuanya tetapi Jasmin pun mengerti bahwa di negaranya orang tuanya memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaannya.


Momy pun menyuruh Arslan untuk mempersiapkan kepulangan kedua orang tua Jasmin. Kini sekaran di kamar tamu tempat kedua orang tua Jasmin menginap ada Jasmin dan kedua orang tuanya Jasmin pun memeluk mama dan papinya karena mereka akan berpisah. Kedua orang tua Jasmin meminta Jasmin untuk bisa tegar apalagi mereka tahu begitu besar cinta Jasmin untuk Arbeto tapi mereka juga menasahati Jasmin agar bisa menghadapi kenyataan saat Arbeto meninggalkanya.


Jasmin pun mengerti itu semua tetapi tetap saja dia merasa sedih .Mama Jasmin yang melihat Jasmin bersedih mengeluarkan air matanya segera dia menghapus air mata Jasmin.

__ADS_1


" Nak kamu tidak boleh bersedih pasti Arbeto juga tidak ingin melihat air matamu"


" Ya mam tapi saat Jasmin ingat bahwa waktu Jasmin dan Arbeto sudah tidak banyak lagi membuat Jasmin tanpa sadar merasa bersedih"


" Ingat Jasmin masih ada kami yang akan selalu berada ada untukmu "


Walaupun papa Jasmin tidak banyak bicara tapi dia mengerti bagaimana perasaan anaknya apalagi putrinya tidak mudah untuk jatuh cinta. Dia akan menjadi orang pertama yang melindungi putrinya dia juga tidak bisa menyalahkan Jasmin yang mecintai Arbeto begitu juga Arbeto dia melihat bahwa cinta Arbeto pada Jasmin begitu tulus apalagi Arbeto memperlakukan Jasmin begitu baik hanya saja mereka berdua tidak bisa melawan takdir.

__ADS_1


Papa pun memeluk Jasmin sebelum dia keluar dari kamar tempat tinggal orang tuanya. Jasmi tahu kedua orang tuanya begitu meyayanginya . Setelah merasa begitu lega mencurahkan perasaan pada kedua orang tuanya. Jasmin pun berpamitan untuk kembali ke kamarnya dia juga tidak ingin menganggu kedua orang tuanya untuk beristirahat apalagi mereka besok akan melakukan perjalanan kembali ke negaranya.


Di ruang tengah momy pun berbicara pada Arslan bagaimana tentang persiapan ke pulangan kedua orang tua Jasmin walaupun mereka tamu tetapi momy sudah mengangap mereka bagian dari keluarga . Momy tidak ingin membuat mereka tidak nyaman.


Arslan pun berbicara pada momy bahwa tidak perlu cemas akan hal itu karena Arslan sudah mempersiapkan semua denga sebaiknya. Dia sudah menyuruh anak buahnya untuk mempersiapkan semuanya termasuk pesawat pribadi yang sudah siap di gunakan kapan pun . Hingga menyuruh anak buahnya yang akan menemani sampai kedua orang tua Jasmin sampai di tujuan memastikan keselamatan kedua orang tua Jasmin.


Momy pun merasa senang dengan apa yang di sudah di persiapkan Arslan.Karena sudah larut malam Arslan pun menyuruh momy untuk tidur dia mengantar momynya ke kamarnya apalagi besok pasti momy akan sibuk. Setelah mengantar momy Arslan pun menuju ke kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2