
Dokter David pun telah sampai di kediaman keluarga Nico penjaga yang mengetahui mobil yang masuk merupakan dokter David segera membukakan pintu. Dokter David pun segera masuk memarkirkan mobilnya dia pun turun dari mobilnya,begitupun juga asistennya ikut turun dia pun mengikuti langkah dokter David yang berjalan masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah ,bibik yang mengetahui kedatangan dokter David segera memberitaukan tuan Arbeto. Pada saat ini Arbeto ,momy dan Jasmin lagi duduk bersama sambil mengobrol. Mengetahui kedatangan dokter David segera Arbeto pergi menemuinya dia pun mengajak dokter David pergi ke kamarnya. Arbeto yang mengetahui ada perawat yang berada di samping dokter David bertanya padanya.
" Siapa dia Dav"
" Asisten baru"
Dia pun berbisik pada dokter David cantik mungking sebentar lagi tidak ada yang jomblo terus.
" Kamu tuh "
Mereka bertiga segera menuju ke kamar Arbeto. Sebelum naik Arbeto menyuruh bibik untuk membuatkan minuman.
Sesampainya di kamar dokter David segera menyuruh Arbeto berbaring dia pun mulai memeriksa. Asisten dokter David dengan sigap membukakan tas dokter David memberikan alat yang di perlukan untuk memeriksa pasien.
Setelah selesai dia pun menyuruh Arbeto untuk duduk. Asisten perawat yang pernah melihat wajah Arbeto bukannya dia pasien di rumah sakit dulu yang pernah koma.
__ADS_1
" Bagaimana Dav dengan perkembangannya"
" maaf Ar sepertinya penyakitmu semakin menyebar kamu mesti mempersiapkan diri untuk meninggalkan mereka semua"
" berapa lama waktuku Dav"walaupun Arbeto sedih tapi dia berusaha untuk tegar.
" bisa sampai satu bulan bisa sampai satu minggu ,Ar kamu tidak apa- apa kan"
" aku baik saja Dav aku ingin berjanji padaku jaga momy dan adikku walaupun kamu sahabatku aku sudah mengangap kamu keluarga"
" kamu tidak perlu kuatir aku akan menjaga mereka ,aku sudah mengangap keluarga ini seperti keluargaku juga"
Sementara di bawah bibik yang mau membawa minuman ke atas,Jasmin pun menawarkan diri untuk membawanya ke atas bibik yang sepertinya tidak enak hati ingin membawakan ,tetapi karena nona Jasmin memaksa akhirnya nona Jasmin membawakan minuman ke atas ke kamar Arbeto.
Pintu kamar Arbeto yang tidak tertutup sempurna membuat Jasmin mendengarkan pembicaraan dokter David dan Arbeto dia pun terkejut mendengar pernyataan dokter David bahwa waktu Arbeto tidak lama lagi.
Tanpa terasa air mata Jasmin mengalir ternyata waktu bersama kekasihnya sudah tidak lama lagi. Dia pun mulai menyembunyikan kesedihannya menghapus air matanya karena Jasmin sudah berjanji untuk tidak bersedih.
__ADS_1
Setelah bisa menata hati Jasmin pun mengetuk pintu,mendengar suara ketukan pintu Arbeto menyuruhnya masuk.
"Masuk saja bik pintunya tidak di kunci"
begitu melihat kekasihnya masuk bukan bibik Arbeto segera menghampiri kekasihnya
" honey mengapa kamu yang bawa minumannya kan ada bibik"
" tidak apa -apa aku tadi yang memaksa membawa minuman"
" bagaimana dengan hasil pemeriksaanmu bee"
" baik honey kamu bisa bertanya pada David" Arbeto pun memeberikan kode pada David untuk berbohong yang mengisyaratkan bahwa keadaannya baik - baik saja"
" ya keadaannya baik -baik saja Jas" dokter David pun yang mengerti isyarat Arbeto dia pun terpaksa berbohong.
"syukurlah bee kalo kamu baik - baik saja aku hanya kuatir dengan keadaanmu saja" Jasmin pun terpaksa berpura -pura tidak tahu yang sebenarnya padahal dalam hati dia sangat sedih tapi dia mesti tersenyum agar Arbeto tidak ikut sedih karena dia tahu bahwa kekasihnya tidak ingin melihat orang yang di cintainya bersedih apalagi mengetahui tentang kesakitannya.
__ADS_1
" sudah ayo kita turun untuk makan siang pasti momy sudah menyiapkannya"
Mereka semua turun ke bawah,di bawah momy sudah menyiapkan makanan begitu melihat mereka turun momy semua menturuhnya untuk bergabung. Mereka semua makan bersama -sama.