Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Menemui David


__ADS_3

Malam ini Jasmin menemani Arbeto tidur, Arslan pun pulang ke rumah sebelum pergi dia berpamitan pada momynya terlebih dulu.


Tiba di rumah Arslan segera membersihkan badan berganti pakaian. Dia masih teringat dengan perkataan dokter bahwa kemungkinan kakaknya sembuh sangat kecil,munking besok dia harus menemui sahabat kakaknya dokter David.


Pagi hari Arslan sudah bersiap -siap untuk pergi ke rumah sakit tempat dokter David bekerja. Sebelum berangkat dia menyuruh pelayan untuk membuat bekal makanan karena dia akan mampir ke tempat kakaknya.


Arslan pun tiba di rumah sakit bekerja . Dia pun segera berjalan ke tempat ruangan dokter David. Sesampai di pintu dia segera mengetuk pintu tok.... tok....tok...


" Masuk"


Melihat Arslan adik dari sahabatnya datang dokter David segera mempersilahkan duduk.


" Ars tidak terjadi apa - apa dengan Arbeto kan"


" Tenang saja kak Dav ,justru aku kesini mau memberitahukan bahwa kak Ar sudah sadar"


" Benarkah itu akhirya Arbeto sudah sadar kembali maaf tidak bisa menjenguk kakakmu"


" Tidak apa kak Dav ,doa kakak yang di butuhkan"


" Apa ada yang serius Ars tentang keadaan Arbeto"

__ADS_1


" Ya kak Dav apakah tidak ada cara agar kak Arbeto bisa sembuh dari penyakitnya"


" Maaf Ars untuk penyakit kakakmu dengan keadaan yang memasuki stadium akhir sangat mustahil untuk sembuh"


" Apakah tidak cara lain untuk menyembuhkannya aku bersedia jika sum sum tulang belakangku di ambil"


" Jalan operasi transplasi sum sum tulang belakang sudah terlambat Ars,walaupun ini di lakukan tetap saja kakakmu akan pergi"


" Tidak kak Dav ,kak Arbeto tidak akan pergi ke manapun"


" Ars mengertilah aku bukan Tuhan yang punya ke ajaiban ,aku hanya manusia biasa"


" Maaf kak Dav aku terlalu emosi"


Arslan pun terdiam dia tidak bisa melakukan apapun agar kakaknya bisa sembuh, yang mesti di lakukan adalah membuat kakaknya bahagia di sisa umurnya. Apakah dia sangup bila sampai kakaknya meninggalkannya untuk selamanya seperti papinya dulu.


Bagaimana dengan momynya nanti.


"Ars kamu tidak pa pa"


" Ya kak Dav ,aku permisi dulu untuk pergi"

__ADS_1


"Ya Ars hati- hati di jalan"


"Makasih atas waktunya"


" Tidak apa -apa Ars"


Sepeningalan Arslan ,dokter David memikirkan keadaan sahabatnya.Walaupun dia sudah terbiasa melihat orang meninggal karena penyakit ini ,tapi membayangkan saja sahabatnya akan pergi dia tidak sanggup.Arbeto andai aku bisa menolongmu.


Arslan sekarang sudah naik ke mobilnya dia menuju ke tempat kakaknya. Sampai di kamar kakaknya dia segera masuk. Terlihat momy dan Jasmin sedang duduk di atas sofa sedangkan Arbeto masih tidur.


"Mom ini tadi aku bawakan makanan dari rumah"


"Ya Ars ayo Jas kita makan bersama"


Momy dan Jasmin segera membuka makanan yang di bawa Arslan untuk di makan bersama -sama. Sementara Arslan duduk di samping Arbeto yang masih terlelap tidur. Beberapa menit kemudian Arbeto bangun .


" Kak udah apa ada yang sakit"


"Tidak ada Ars ,apakah kakak mau makan biar aku suapin"


" Baiklah tapi antar aku ke kamar mandi dulu"

__ADS_1


" Baiklah kak"Arslan pun membantu kakaknya pergi ke kamar mandi setelah itu mulai menyuapi makan,Arbeto hanya diam saja saat di suapin adiknya.


__ADS_2