Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Sedikit Harapan


__ADS_3

Arslan yang masih di kantor mendapat telfon dari momynya yang mengatakan bahwa kakaknya sudah sadar begitu senang dia pun memangil seketaris kakaknya. Siska pun segera ke ruangan Arslan begitu mendapat panggilan dari bosnya.


Begitu melihat Siska masuk Arslan memberitahukan bahwa tidak jadi lembur dan menyuruh membatalkan semua jadwalnya. Siska pun menjalankan perintah bosnya dia pun hanya menghela nafas nasib menjadi bawahan tidak bisa protes.


Begitu Siska keluar dari ruanganya, Arslan segera mengambil kunci mobilnya dia segera pergi meninggalkan kantor karena tidak sabar untuk segera menemui kakaknya.Dia pun turun menuju lift langsung turun ke bawah menggambil mobilnya dan mengendarai mobilnya ke rumah sakit.


Tak sampai tiga puluh menit Arslan sudah sampai di rumah sakit dia pun segera berjalan menuju kamar kakaknya di rawat.Begitu kamar pintu rawat kakaknya Arslan melihat kakaknya yang sudah sadar langsung berjalan memeluk kakaknya.Dia tidak peduli tatapan dua wanita. Bahkan Arslan sampai meneteskan air matanya dia tidak meyangka kakaknya bisa sadar,keputusan untuk membawa kekasih kakaknya adalah hal terbaik. Arslan yang merasa air matanya menetes segera menghapus air matanya. Arbeto yang melihat itu semua hanya tersenyum dia tidak menyangka adiknya bisa menanggis karena dia.


"Ars kamu baik-baik saja"


" Ya kak ,aku baik -baik mulai sekaran apapun yang perintah kakak akan Arslan lakukan"


"Kakak hanya ingin kamu menjaga momy dan bisa membawa perusahan lebih maju lagi"


" Tenang saja kak akan Arslan lakukan asal kakak tidak meninggalkan kita semua"


Dokter pun memasuki ruangan Arbeto permisi tuan.Arslan segera memberi ruang untuk dokter untuk memeriksa kakaknya.


"Bagaimana keadaan kakak saya dok?"


"Sejauh ini berkembanganya sangat bagus,kapan kakaknya saya bisa pulang munkin dua hari lagi"

__ADS_1


" Baik dok terima kasih"


Momy berjalan menghampiri Arslan " "Ars kamu sudah makan nak"


"Belum mom tapi belum sempat"


" Ya sudah kamu makan tadi kebetulan momy membeli makanan agak banyak"


"momy udah makan"


" Sudah Ars tadi makan bersama Jasmin"


Arslan berjalan menuju sofa di ruangan tersebut dia pun menggambil makanan yang tersedia di atas meja. Jasmin pun berjalan menghampiri Arbeto sementara momy kembali ke sofa menemani Arslan yang sedang makan.


" Tidak honey hanya dengan melihat mu saja sudah cukup"


" kamu itu tidak perbah berubah"


" apakah kamu mau menemaniku ,jangan pergi lagi"


" ya bee aku akan menemanimu dan tak akan pergi meninggalkanmu"

__ADS_1


" Terima kasih honey"


Arbeto merapikan rambut Jasmin yang agak berantakan, Arslan yang selesai makan melihat perlakukan kakaknya pada kekasihnya hanya diam saja dia tidak ingin menganggu kakaknya,sebaiknya dia keluar.


" Mom aku keluar dulu"


"Ya Ars"


Arslan pun pergi ke ruangan dokter untuk yang memeriksa Arbeto .


Tok... tok....tok...


Mendengar pintu ruangan di ketuk dokter pun mempersilahkan untuk masuk. Arslan pun berjalan menghampiri dokter .


Dokter pun mempersilahkan untuk duduk , Arslan pun duduk berhadapan dengan dokter.


" Begini dok apakah kakakku bisa sembuh,berapapun biaya tidak masalah asal kakakku bisa sembuh"


" Begini tuan Arslan ini bukan masalah biaya tetapi penyakit yang di derita tuan Arbeto sudah menyebar ke mana- mana"


" Apakah tidak ada harapan untuk bisa sembuh dok?"

__ADS_1


" Harapan itu sangat mustahil walaupun dengan operasi sekalipun"


" Baik dok terima kasih atas penjelasannya"


__ADS_2