
Pagi pagi Arslan sudah bersiap siap keluar hotel terlebih dahulu dia sarapan dulu di restaurant hotel. Setelah siap di keluar hotel mencari sebuah taxi setelah menemukan taxi dia pun menunjukkan alamat kepada supir taxi.
Dalam perjalanan menuju alamat Jasmin Arslan sudah mempersiapkan diri kata kata apa yang sudah di ucapkan . Supir taxi memberitahukan bahwa sudah sampai di alamat yang di tuju .Arslan pun menggambil uang membayar ongkos dengan memberi kelebihan. Dia pun segera turun menggamati rumah Jasmin yang tampak sepi munking dia terlalu pagi untuk datang.
Dia pun memberanikan diri untuk memencet tombol rumah Jasmin. Setelalah menunggu beberapa menit terlihat wanita paruh baya membukakan pintu. Wanita paruh baya pun terheran heran melihat pemuda yang seingat dia teman Jasmin tidak ada yang seperti dia.
Ibu Jasmin pun memberanikan diri bertanya maksud kedatangan pemuda tersebut.
"Maaf anda siapa ada keperluan apa"
"Saya Arslan ,mau mencari Jasmin apa dianya ada?"
"Apakah nak Arslan temannya Jasmin kuliah soalnya tidak pernah liat "
"Bukan tante ,saya ....
Belum sempat Arslan menjawab karena bingung mau bicara apa
Tiba tiba Jasmin berjalan mendekat mencari mamynya karena lama tidak segera masuk kedalam.
__ADS_1
"Mam siapa"
"Ini katanya dia teman kamu namanya Arslan"
"Arslan temanku" Jasmin pun mengingat nama nama temannya tapi dia merasa tidak punya teman yang bernama Arslan. Dia pun melihat siapa yang bernama Arslan .
"Maaf saya tidak mengenal anda"
Mamy Jasmin semakin heran pemuda yang bernama Arslan berkata menggenal anaknya, sementara anaknya tidak menggenalnya.
Aslan pun memberanikan diri berbicara.
"Maksud kedatangan saya kemari mengenai tentang kakak saya Arbeto".
Deg... Jasmin yang mendengar nama laki laki yang disebut terasa berdetag ,walaupun dia merasa sakit hati terhadap Arbeto tapi kenangan yang di lalui tidak pernah bisa hilang.
"Maaf saya tidak mengenal kakak anda silahkan anda pergi"
"Tapi ini sangat penting nona Jasmin aku mohon beri waktu untuk menjelaskan semua".
__ADS_1
Jasmin yang sudah tidak kuat langsung menutup pintu rumahnya dan menguncinya,mamy yang melihat tindakan Jasmin yang dirasa tidak sopan terhadap tamu mau memerahinya tidak jadi karena Jasmin sudah mengeluarkan air mata.
Sementara Arslan di depan pintu hanya bisa menatap pintu yang tertutup dia merasa frustasi belum bicara saja di tolak. Ternyata sulit juga untuk bicara pada wanita dari pada menangani klien perusahaan. Dia pun berjalan meninggalkan rumah Jasmin mencari taxi untuk bisa mengantarnya . Munking sore hari dia akan mencoba lagi menemui Jasmin.
Sementara Jasmin langsung berlari ke kamarnya ,mamynya yang melihat keadaan Jasmin yang bersedih segera menghampiri Jasmin dia pun membelai rambut Jasmin .
"Ada apa Jas kenapa kamu sampai menanggis cerita pada mamy".
Jasmin pun segera berhambur menanggis memeluk mamynya selama ini dia menyimpan kesedihan tidak pernah bercerita tentang masalahnya.
Setelah dirasa cukup tenang, Jasmin pun memberanikan cerita apa masalahnya tentang bagaimana bertemu Arbeto hubungan jarak jauh sampai terakhir dia pergi ke negara A untuk bertemu dengannya hingga membuat dia bersedih bahwa lelaki yang menjadi kekasihnya memiliki calon istri.
"Dia jahat mam mempermainkan perasaan Jasmin seperti ini".
Mamy Jasmin yang mendengar semua ini tidak menyangka bahwa perasaan putrinya di permainkan oleh lelaki.
" Jas kamu tidak perlu bersedih munking dia bukan takdirmu masih banyak lelaki yang lebih baik dari dia".
"Ya mam Jasmin sudah berusaha melupakannya". Jasmin menghapus air matanya dia berusaha tegar di hadapan mamynya walaupun jauh di lubuk hatinya nama Arbeto masih tersimpan.
__ADS_1