
Malam hari ketika momy dan Arslan sudah kembali ke kamar masing - masing. Kini tinggal Arbeto dan Jasmin masih di taman belakang. Mereka berdua duduk bersama di kursi di mana Jasmin menyandarkan kepalanya di bahu Arbeto.
Mereka berdua ingin menghabiskan malam ini bersama sama .
" Bee kamu tahu aku takut kehilanganmu"
" Honey suatu saat aku pasti akan pergi"
"Tapi aku ingin terus bisa bersamamu"
" Ya aku akan terus bersamamu ,tapi ketika aku pergi aku tidak ingin melihat tangisanmu aku hanya ingin melihatmu tersenyum"
" Apakah aku bisa melakukan itu semua"
" Kamu pasti bisa"
" Biarkan kita nikmati malam ini bersama"
Mereka berdua masih duduk bersama meyaksikan malam yang di hiasi bintang.Arbeto lalu mengajak Jasmin masuk karena udara semakin dingin.
__ADS_1
Dia pun mengandeng tangan Jasmin .
" Honey maukah kamu menemaniku malam ini"
" Ya bee aku akan menemanimu malam ini"
Mereka berdua berjalan naik ke tangga menuju lantai kamar Arbeto berada. Sampai di depan kamar Arbeto ,segera Arbeto membukakan pintu kamar . Ini pertama kalinya Jasmin melihat kamar kekasihnya ,kamar yang begitu luas dengan dinding yang bewarna putih hitam . Tidak lupa Jasmin melihat foto di atas meja laci foto mereka berdua.
Jasmin merasa beruntung bahwa Arbeto begitu mencintainya mereka berdua naik ke atas tidur . Ya Arbeto ingin tidur hanya berdua dengan kekasihnya dia pun tidur sambil memeluk Jasmin walaupun dia ingin hidup di negara bebas tetapi dia menjaga Jasmin seperti berlian dia tidak ingin merusaknya.
Jasmin yang tidur di peluk Arbeto dia pun juga memeluk Arbeto. Arbeto mencium kening Jasmin.
" Kamu juga mimpi indah bee"
Jasmin dan Arbeto tidur sambil saling berpelukan mereka tidur dengan begitu nyenyak. Karena Arbeto ingin selalu bersama dengan Jasmin dia tidak tahu sampai kapan dia bisa seperti ini.
Pagi hari ketika sinar matahari masuk melalui celah-celah tirai telah membangunkan dua insan yang tertidur lelap sambil berpelukan.
Arbeto pun membuka mata melihat wajah cantik kekasihnya ketika bangun dia pun membelai wajah ke kasihnya dengan tanganya. Jasmin yang merasa tergangu dia pun membuka mata.
__ADS_1
" Bee kamu sudah bangun"
" Ya honey aku sudah bangun dan melihat wajah cantik seorang malaikat"
"Kamu bisa saja bee"
Arbeto yang terus melihat wajah Jasmin dia pun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Jasmin dia pun mencium bibir Jasmin seperti ceri Jasmin pun membalas ciuman Arbeto.
"Honey bolehkah aku melakukannya"
Jasmin pun hanya mendudukan wajahnya. Ya Jasmin dan Arbeto saling mencintai bahkan Jasmin rela menyerahkan tubuhnya pada Arbeto.
Ciuman mereka akhirnya terlepas.Kini tangan Arbeto mulai menyusuri tubuh Jasmin di mana hasrat dia sebagai lelaki sudah memuncak ingin melakukan hal lebih sekedar berciuman. Arbeto ingin sekali memeliki Jasmin seutuhnya tapi dia sadar bahwa dia tidak bisa menjaga Jasmin selamanya.
" Ayo honey kita bersiap -siap turun"
" Ya bee " Jasmin sebenarnya juga ingin melakukan hal lebih tapi dia sadar bahwa Arbeto tidak bisa melewati batas aaatersebut karena Arbeto mencintainya begitu tulus.
Akhirnya Jasmin keluar dari kamar Arbeto untuk membersihkan badan di kamar tamu. Sementara Arbeto masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya hampir saja dia merusak kekasihnya walaupun budaya di negara ini merupakan hal biasa.
__ADS_1
Setelah selesai mandi Arbeto sudah bersiap - siap dengan setelan Jas rapi ,ya hari ini Arbeto mau pergi ke kantor dia ingin melihat perkembangan adiknya dalam mengurusin masalah kantor.