
Jasmin yang sudah selesai membersihkan badan dan berganti pakaian segera keluar dari kamar tamu. Dia pun segera bergabung di meja makan karena semua orang sudah menunggu untuk makan malam.
Sejak tahu bahwa Arbeto sakit momy sengaja memasak makanan kesukaannya. Mereka semua berkumpul di meja makan setelah Jasmin bergabung segera mereka mulai menyantap makanannya.
Setelah selesai makan mereka semua pergi ke ruang keluarga Arslan duduk di dekat momy sementara Arbeto duduk di dekat Jasmin. Mereka semua mengobrol dengan santai tanpa menyunging penyakit Arbeto.
"Nak Jasmin momy ingin mengenal keluargamu"
" Ya mom Jasmin akan mengenalkan keluargaku kepada momy"
" Bagaimana kalo hari minggu kalo akhir pekan ,keluargamu suruh kemari"
" Ya mom nanti akan aku tanyakan pada mami dan papi apakah mereka tidak sibuk"
" Ars kamu yang atur persiapan penjembutan mereka jika keluarga Jasmin datang kemari"
" Baik mom kalo masalah itu biar Arslan yang menangani"
" Bagaimana bee apakah kamu keberatan jika keluargaku datang kemari"
" Tidak honey malah aku bahagia jika keluargamu mau datang kemari"
Setelah selesai mengobrol momy segera berpamitan pergi ke kamarnya. Sementara Arslan juga berpamitan kembali ke kamarnya . Kini tinggal Arbeto dan Jasmin yang masih duduk di ruang keluarga.
" Bee sekaran apa yang harus aku lakukan"
__ADS_1
" Kamu tidak perlu melakukan apapun temani aku di sini"
" Gimana kalo kita buat permainan yang kalah harus menuruti yang menang"
" Baik honey kamu siap - siap saja kalah dari aku"
" Bee kamu jangan teralu percaya diri justru kamu yang bakal kalah dari aku"
Akhirnya Arbeto dan Jasmin bermain gunting ,batu ,kertas. Pertama - tama Jasmin yang menang dia menyuruh Arbeto memainkan alat musik . Arbeto pun berjalan menuju piano di dekat sudut dia pun memainkan piano tersebut. Dengan lincahnya jari jemari Arbeto memainkan alat musik tersebut. Jasmin yang mendengar permainan alat musik Arbeto merasa terkagum dia tidak meyangka bahwa Arbeto bisa memainkannya dengan begitu indah.
Setelah memainkan alat tersebut kini giliran Jasmin yang kalah. Arbeto menyuruh Jasmin untuk bernyanyi karena Arbeto ingin mendengar suara merdu kekasihnya. Jasmin pun mulai menyayikan lagu india .Setelah selesai Jasmin bernyanyi kini mereka kembali melakukan permainan tapi sebelum melakukan permainan .
" Honey yang kalah harus melakukan apapun yang di suruh yang menang tanpa dapat menolaknya"
" Ya bee "
"Aku janji bee"
Mereka melanjutkan permainan dengan hasil seri sampai tiga kali tapi pada ke empatnya Arbeto yang menang .Jasmin pun menuruti perintah Arbeto.
" Honey aku ingin kamu berjanji satu hal padaku"
" Ya aku janji akan melakukan apapun yang kamu minta"
"Honey setelah kepergianku nanti aku ingin kamu berjanji bahwa kamu akan melanjutkan hidupmu"
__ADS_1
"Tapi bee kamu jangan bicara seperti itu"
" Honey aku tahu ini berat tapi walaupun aku sudah tidak bersamamu hatiku masih tetap tersimpan di hatimu,aku ingin kamu menemukan lelaki yang bisa menemanimu sampai tua"
Jasmin tak kuasa mendengar permintaan Arbeto dia pun segera menanggis dalam pelukannya.Arbeto pun membalas pelukan Jasmin dia tahu ini bakal berat di lakukan Jasmin tapi dia ingin melihat Jasmin bahagia, bisa menemukan orang yang membahagiakannya menemani Jasmin sampai tua. Arbeto sadar bahwa waktunya di dunia ini tidak lama.
Arbeto pun membiarkan Jasmin memeluknya menumpahkan kesedihannya biarkan saat ini seperti ini.
" Honey sudah kamu tidak perlu menanggis nanti jelek loh"
" Bee di saat seperti ini kamu masih saja bercanda"
Arbeto segera menghapus air mata Jasmin mencubit kedua pipinya agar tersenyum.
" Ini baru terlihat cantik"
" Sakit bee"
Mereka berdua tertawa lepas melepas kesedihan sejenak .Arbeto pun mengantarkan Jasmin ke kamarnya.
Setelah sampai di kamar tamu yang di tempati Jasmin Arbeto ikut masuk .
Jasmin yang mengerti ke inginan Arbeto membiarkannya saja. Dia pun ikut berbaring di ranjang bersama Arbeto. Mereka tidur bersama Arbeto memberikan ciuman di kening Jasmin.
Arbeto hanya ingin bersama dengan Jasmin di sisa umurnya.
__ADS_1
.