
Mobil yang di tumpangi Arslan dan momy sudah pergi dari tempat pemakaman yang mereka semua melanjutkan perjalanan kembali ke kediaman.
Menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya mereka sampai di kediaman.Turun dari mobil Arslan dan momy segera pergi ke kamar masing-masing mereka berdua butuh waktu untuk sendiri.
" Mom kamu baik -baik saja ?"
"Ya Ars momy baik -baik saja"
Setelah menanyakan keadaan momynya melihat momy masuk ke kamarnya Arslan berjalan naik tangga menuju kamarnya. Dia pun segera membuka pintu kamar begitu sampai Arslan pun segera membuka pintu balkon yang menampilkan pemandangan taman di bawahnya.Dia pun memandangi taman tersebut dari bawah merasakan hembusan angin. Arslan pun sedang memikirkan langkah apa yang akan di lakukan.Ya sekaran Arslan tidak pernah gegabah dalam bertindak ataupun mengambil keputusan dia selalu memikirkan kembali agar tidak salah melangkah.
__ADS_1
Sebenarnya Arslan juga melihat masih ada duka pada diri momynya walaupun kepergian kakaknya sudah satu bulan tetapi duka itu masih tetap terasa. Arslan tahu bahwa momynya begitu tegar dalam menghadapi ini semua menyembunyikan rasa duka agar Arslan tidak merasa sedih.
Sekaran Arslan berfikir apakah aku harus mencari seorang istri agar momy merasa bahagia dia tahu bahwa momynya ingin melihat dia berumah tangga. Tapi kira-kira siapa yang pantas dia jadikan sebagai calon istri begitu banyak wanita yangingin dekat dengannya tetapi dia menolaknya. Apakah aku harus membuka hatiku .Ya mulai hari ini aku akan coba dekat dengan wanita siapa tahu ada yang cocok.
Setelah memikirkan semua Arslan segera mengambil hpnya dia pun nengirim pesan ke pada sekretarisnya Siska.
Setelah mengirim pesan Arslan pun menyimpan hpnya kembali. Dia pun mengingat kebersamaan dengan kakaknya dulu bagaimana kakaknya dulu selalu membimbinya menjadi penganti sosok papi di hidupnya.
Arslan yang terasa capek dia pun menuju ranjangnya mencoba untuk beristirahat sebelum waktu makan malam tiba.
__ADS_1
Sementara momy setelah berada di kamarnya dia pun duduk mengambil foto kebersamaan keluarganya. Foto yang sudah di ambil beberapa tahun silam di mana foto itu di ambil sebelum suaminya pergi ke luar kota.
Mereka berempat mengadakan piknik dia masih ingat betul bagaimana bahagianya ke dua anaknya waktu itu.
Tak terasa momy meneteskan air mata mengingat semua kenangan yang ada andai semua masih ada berkumpul bersama .Tetapi momy tahu dia harus ikhlas menerimanya walaupun hati masih terasa sedih .
Momy sekaran tidak pernah menunjukkan kesedihan kepada anaknya Arslan dia tidak ingin membuat anaknya merasa sedih. Apalagi sekaran Arslan juga memiliki tanggung jawab kepada perusahaan yang di tinggal suaminya.
Momy bersyukur Arslan sudah banyak berubah dia sekaran sudah bisa bertangung jawab tidak seperti dulu yang sering pergi ke tempat hiburan. Tetapi sekaran waktunya di habiskan untuk bekerja saja. Kadang momy berfikir kapan anaknya bisa memiliki istri apa perlu momy bertindak mencarikan calon istri untuk Arslan .Sebaiknya aku menunggu saja kalo sampai dua bulan anaknya tidak bisa maka Arslan harus mau di kenalkan dengan anak temannya.Padahal dulu anaknya sering sekali gonta ganti pasangan tetapi sekaran sejak kematian kakaknya anaknya bahkan tidak pernah dekat pada wanita.
__ADS_1