Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Mengunjungi Makam


__ADS_3

Arslan yang sudah keluar dari perusahannya segera menuju ke tempat parkir.Dia pun menaiki mobilnya segera melajukan mobilnya ke kediamannya karena tadi dia sudah berjanji akan pulang cepat .


Arslan pun mengendarai mobilnya dengan sangat cepat apalagi jalanan tidak begitu padat. Di dukung dengan mobil yang di tumpanginya Arslan layaknya pembalap profesional dalam mengendarai mobil. Kalo sampai tahu momynya dia mengendarai mobil seperti ini sudah di omelin habis habisan karena momynya tidak ingin sampai anaknya kecelakaan.


Tak berapa lama Arslan sudah tiba di kediamannya penjaga pun segera membukakan pintu melihat tuan mudanya datang. Arslan pun memarkir kendaraannya dia pun melihat jam tangannya untuk melihat berapa waktu yang digunakan untuk sampai ternyata waktunya lebih cepat saat dia memakai mobil ini untuk menempuh perjalanan dari perusahaan ke kediamannya.


Momy Arslan yang masih sibuk di dapur tidak tahu kalo anaknya udah datang. Ya walaupun banyak pembantu yang melayani tetapi momy Arslan masih seperti dulu suka memasak untuk keluarganya karena dia ingin anaknya merasakan masakannya setiap hari.


Arslan pun segera ke dapur karena dia tahu pasti momynya masih di dapur.


Arslan pun segera memeluk momynya.


Momy Arslan pun kaget di peluk oleh anaknya tiba -tiba .


" Arslan sudah kamu lepasin pelukannya cepat mandi dulu sana,kamu gangu aja momy memasak"


" Biarin mom lagian kalo bukan momy siapa lagi yang mesti Arslan peluk"

__ADS_1


" Makanya kamu cepat cari istri biar bisa kamu peluk terus momy buatin cucu yang banyak biar rumah ini tidak sepi"


" Mom sudah momy tidak usah ngomomg gitu Arslan nanti akan cari calon istri yang bisa sayang sama momy"


" Yasudah sana mandi trus kita makan bersama"


Arslan pun berjalan ke kamarnya yang berada di lantai atas sebenarnya banyak wanita yang ingin dekat dengan Arslan tetapi Arslan tidak ingin terburu -buru dia ingin wanita yang bisa meyanyangi momynya karena momynya adalah satunya yang dia miliki.


Arslan pun sampai di kamarnya dia pun segera membersihkan badannya setelah selesai berganti pakaian dengan memakai celana serta kemeja .Dia pun segera turun ke lantai bawah .


Di ruang makan momy sudah menungunya dia pun segera mengeser kursi makan berdua dengan momynya. Saat di meja makan tidak ada yang bicara mereka berdua segera menghabiskan makanan masing -masing.


Momy pun segera keluar Arslan pun sudah siap pergi dengan momynya.


Di mana sudah ada sopir yang sudah siap mengantar majikannya. Arslan pun membukakan pintu mobil untuk momynya setelah momynya masuk. Arslan pun berjalan naik ke dalam mobil duduk di samping momynya di belakang supir.


Setelah memastikan nyonya dan tuannya masuk. Sopir tersebut menjalankan mobilnya menuju ke pemakaman keluarga Nico.

__ADS_1


Momy pun berbicara pada sopirnya agar nanti berhenti dulu di toko bunga langanannya.


" Baik nyonya"Dia pun melanjutkan perjalanan mengendarai mobilnya .


Momy pun berbicara pada Arslan.


" Bagaimana dengan perusahan Ars"


" Momy tenang saja perusahaan baik kok mom malah semakin maju apalagi sekaran Arslan sudah jadi pengusaha no satu di negara ini"


" Ya kamu jadi pengusaha no satu tetapi untuk membawa calon istri kamu tidak bisa apa perlu momy carikan"


" Tidak perlu mom nanti malah buat momy kecewa"


" Gimana momy tidak kecewa saat momy ajak bertemu kamu selalu menghindar dengan berbagai alasan"


" he....he....he... momy tahu aja"

__ADS_1


Saat bersama momy Arslan akan bersikap ramah tidak sedingin es kutup utara .


__ADS_2