Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Kritis


__ADS_3

Pagi di kediaman Nico seperti biasa ,momy sudah sibuk di dapur menyiapkan berbagai masakan untuk sarapan di bantu oleh asisten rumah tangga.Mulai dari sadwich,steak,jus ,


omlet ,susu dan masih banyak lagi menu . Dengan di bantu sang asisten segera menata masakan yang sudah jadi ke meja makan setelah di rasa siap, momy segera menuju ke kamar Arslan.


Dia berjalan menuju kamar anaknya setelah sampai dia mulai mengetuk pintu kamar anaknya.


Tok...tok....tok....


"Ars bangun makanan sudah siap"


"Ya mom lima menit lagi"di kamar Arslan yang masih berganti baju .


Setelah di rasa sudah mendapat jawaban dari anaknya Arslan momy pergi ke kamar Arbeto.


Tok....tok....tok....


"Ar ..Ar....Ar..kenapa tidak ada jawaban"


Momy mengetuk pintu lagi memanggil nama anaknya tapi masih tidak ada jawaban.Sampai Arslan melihat momy masih di depan kamar kakaknya .


"Ada pa mom"


"Tidak tahu dari tadi di panggil tidak ada jawaban"

__ADS_1


"Kak...kak...kak..."Masih tidak ada jawaban tidak biasanya kakak masih belum bangun . Akhirnya momy memanggil asisten untuk menggambil


kunci cadangan.


"Bik tolong ambilkan kunci di laci"


Setelah bibi mendapat kunci menyerahkan kepada majikannya.


Arslan segera membuka kamar kakaknya betapa terkejutnya dia mendapatkan keadaan sang kakak.


Arbeto tergeletak di dekat kasur dengan hidung sudah mengeluarkan darah .


"Kak ...kak...kak..." tidak ada jawaban dari kakaknya Arslan segera memeriksa denyut nadi sang kakak dirasa masih berdenyut. Dia segera membawa kakaknya .Momy yang melihat keadaan anaknya tidak mengerti sama sekali apa yang terjadi .


Supir yang mendengar teriakan majikannya segera menyiapkan mobil dan membantu majikannya nembawa tuannya.


Setelah tubuh Arbeto masuk ke dalam mobilnya segera melajukan mobil ke rumah sakit. Di dalam mobil momy begitu cemas melihat keadaan putranya.


"Ars ada apa dengan kakakmu"


"Momy tidak usah cemas kakak pasti baik -baik saja". Padahal dalam hati Arslan dia merasa cemas sekali tidak pernah melihat keadaan kakaknya seperti ini,tapi di depan momynya dia mesti bisa tegar untuk menghibur momynya.


Setelah sampai di rumah sakit Arbeto segera di larikan ke ruangan UGD.

__ADS_1


Pintu itu segera tertutup begitu para dokter masuk. Hanya nyala bewarna merah yang menandakan pasien masih di tangani oleh dokter.


Arslan dan momynya berdiri di ruang pintu UGD menunggu dokter keluar.


Momy yang begitu cemas melihat keadaan putranya tanpa terasa meneteskan air mata. Ada apa dengan mu nak.Arslan yang melihat keadaan momynya menyuruhnya untuk duduk.


"Mom tidak usah cemas kakak pasti baik-baik saja,yang perlu momy lakukan berdoa agar kakak baik -baik saja". Arslan pun menghapus air mata sang momy memegang tangan momynya memberikan kekuatan.


Setelah menunggu beberapa jam akhirnya dokter keluar dari ruangan UGD. Momy pun segera menanyakan keadaan putranya.


"Gimana dok dengan putra saya"


"Mari bu saya ikut saya ,saya jelaskan di ruangan" .


Momy dan Arslan segera mengikuti dokter ke ruangannya. Setelah mempersilahkan duduk. Dokter pun menjelaskan keadaan Arbeto .


"Begini bu keadaan putra anda sekarang masih kritis hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan hidupnya".


"Dokter bercanda kan kemarin putra saya baik -baik saja ,kenapa sekarang kritis".


"Maaf nyonya dari hasil pemeriksaan anak anda dia mengalami leukimia stadium akhir".


"Tidak mungkin dok anak saya mengidap penyakit seperti itu".Deg hati momy Arbeto terasa berhenti berdetak tidak menyangka anaknya bisa mengidap penyakit seperti itu.

__ADS_1


Arslan yang mendengar penuturan dokter pun terasa lemas.


__ADS_2