
Setelah menunggu hampir lima Arslan pun segera melihat mobil Jasmin keluar dari kampus . Dia pun mencari taxi untuk mengikuti mobil Jasmin.
Ternyata mobil Jasmin berhenti di subuah toko buku dia pun segera mengikuti Jasmin terlihat Jasmin sedang memelih buku. Dia pun segera menghampiri Jasmin.
"Jas ada bisa tidak kita bicara"
"Kamu mau apa lagi cepat kamu pergi dari hadapanku tidak ada yang perlu di bicarakan"
"Aku mohon setelah kamu mau mendengar aku bicara aku tidak akan menggangumu"
Jasmin pun tidak menghiraukan Arslan dia pun segera berjalan cepat meninggalkan Arslan. Melihat Jasmin berjalan keluar Arslan segera memegang tangan Jasmin dia tidak peduli asal bisa membawa Jasmin untuk bicara walaupun dengan paksaan.
Kebetulan Dave yang tidak jauh dari tempat Jasmin dia melihat kejadian tersebut langsung saja menghampiri Jasmin dan melepaskan pegangan tangan Arslan. Tapi justru Arslan semakin mengenggap tangan Jasmin karena tidak ada waktu buat kakaknya menunggu.
"Hei lepaskan tangan mu dari sahabatku"
Tapi Arslan tidak mau melepaskan.
"Maaf Jas kamu mesti ikut aku untuk menjelaskan semua.
Dave yang melihat tangan Jasmin kesakitan . Dia sudah meminta untuk melepaskannya malah cowok tersebut tidak mau melepaskan.Segera dia melanyangkan pukulan ke pipi Arslan .
__ADS_1
Arslan yang tidak tahu di serang langsung saja dia memukul balik kewajah balik sahabat Jasmin.
Melihat semua itu Jasmin pun menyuruh berhenti.
Kedua cowok tersebut berhenti untuk tidak memukul lagi. Jasmin yang melihat sudut darah di bibir Dave langsung nenghampiri Dave.
"Kamu tidak apa -apa Dave"
"Tidak pa pa Jas ayo aku antar pulang supaya tidak ada yang menggangumu"
Dave dan Jasmin berjalan memasuki mobil Dave. Sementara Arslan di biarkan sendiri dengan luka di wajahnya. Arslan yang sudah tidak tahan langsung berteriak agar Jasmin mendengarkannya.
Jasmin yang mendengar teriakan Arslan seketika itu berhenti berjalan terasa kakinya tidak dapat melangkah air matanya pun langsung menetes.
Melihat Jasmin berhenti Arslan pun segera menghampirinya.
"Aku mohon Jas kamu ikut denganku"
"Kamu pasti bohong seperti kakakmu"
"Tidak Jas aku berkata jujur bahwa kakakku sekarang masih koma kamu harapanku satu satunya"
__ADS_1
" Tidak itu tidak mungkin Arbeto baik baik saja bahkan dia sudah punya calon istri dan mau menikah"
"Kamu salah semua itu cuma sandiwara kakakku"
"Kamu bohong"
"Percayalah Jas aku tidak mungkin berbohong tentang keadaan kakakku,dia mengidap penyakit leukimia stadium akhir"
Deg hati Jasmin seolah berhenti berdetak dia ingin sekali tidak mempercayai kata adik Arbeto tapi tidak munking adik Arbeto sampai berbohong.
Jasmin pun langsung menanggis mendengar kenyataan ini. Dave yang melihat keadaan Jasmin seperti itu langsung memeluknya.
"Jas aku harap kamu mau ikut dengan ku untuk menemui kakakku"
"Ini tiket pesawat untuk besok" Arslan pun segera mengeluarkar tiket di saku celananya.
"Aku tunggu besok siang di bandara"
Arslan pun meniggalkan Jasmin di pelukan Dave . Dia sudah cukup untuk berbicara kepada Jasmin dan menjelaskan semua,apapun keputusan yang di ambil Jasmin untuk ikut ataupun tidak itu hak Jasmin asal dia sudah berusaha untuk mengjelaskan semuanya.
Jasmin yang di pelukan Dave segera melepaskan pelukan Dave. Dia pun mengajak Dave untuk mengatarnya pulang kerumahnya.
__ADS_1