
Pagi hari setelah semua selesai sarapan .Mereka semua pergi ke pemakaman sesuai dengan rencana kemarin.Arbeto yang melihat Jasmin memakai baju putih dia pun terpesona seperti melihat bidadari yang turun dari surga. Jasmin yang di perhatikan Arbeto hanya mendudukan kepalanya karena malu di perhatikan Arbeto.
Arslan dan momy di depan sementara Jasmin dan Arbeto di belakang mereka mengendarai satu mobil. Arslan pun mulai melajukan mobilnya membelah jalanan kota menuju ke tempat pemakaman papanya. Di dalam mobil Arbeto mengengam tangan Jasmin seolah -olah inilah waktu yang terakhir kali dia bisa mengengam tangan kekasihnya.
__ADS_1
Perjalanan menuju ke tempat makan hampir satu jam. Tiba di pemakaman mereka semua turun dari dalam mobil tidak lupa momy membawa bunga mawar putih dalam tangannya. Mereka semua berjalan menuju tempat pemakaman papa tidak ada yang bicara hanya derap langkah kaki yang terdengar.
Tiba di pemakaman mereka semua duduk berjongkok di sebelah pemakaman .Momy pun meletakkan bunga mawar di pemakaman suaminya mereka semua terdiam hanya semilir angin yang kadang menghembuskan pakaian mereka.
__ADS_1
Momy pun mengusap batu pemakaman suaminya dia merasa baru kemarin suaminya baru meninggal kejadian yang tidak pernah dia duga. Hanya kedua malaikat yang bisa membuat dia bisa menjalani hidup ini. Dia pun berterima kasih pada suaminya memberikan malaikat yang menjaganya dia pun mengingat kenangan bersama suaminya.
Arslan pun berbicara pada makam papanya. Papa Arslan janji akan selalu menjaga momy akan membuat dia bahagia. Pa apakah tahu kakak memiliki waktu yang tidak banyak di dunia ini aku harap papa bisa menjaga kakak walaupun sebenarnya aku tidak rela kakak menemani papa di sana tapu Arslan tahu waktu itu akan tiba. Papa tidak perlu cemas Arslan akan selalu ada buat momy apapun keinginan momy Arslan akan memenuhinya asal momy bisa bahagia.
__ADS_1
Jasmin pun melihat makam papa Arbeto dan Arslan dia pun berbicara dalam hatinya. Dia berterima kasih karena telah menghadirkan malaikat seperti Arbeto laki -laki yang di cintainya. Dia tidak meyangka akan pergi ke negara ini. Jasmin pun berteima kasih karena bisa merasa ke hangatan keluarga ini walaupun dia bukan siapa -siapa tetapi perlakuan keluarga ini seperti dia berada di keluarga sendiri.
Mereka berempat larut dalam pemikiran masing-masing. Setelah selesai mereka semua meninggalkan area pemakaman. Hanya derap langkah kaki yang terdengar meninggalkan area pemakaman mereka semua hanya terdiam tidak ada yang bicara. Mereka semua berjalan menuju mobil segera masuk ke dalam mobil meninggalkan tempat pemakaman tersebut.
__ADS_1