
Arslan yang sudah membantu kakaknya segera berpamitan ke pada momynya untuk pergi ke kantor walaupun dia ingin selalu menemani kakaknya tapi dia tidak bisa mengabaikan pekerjaannya.
Siang hari dokter David yang sudah selesai dari pekerjaannya segera meluncur ke rumah sakit tempat Arbeto di rawat. Begitu mobil yang di kendarai tiba di parkiran rumah sakit dia pun turun setelah melepas jas putihnya. Dia pun segera berjalan menuju lift tempat Arbeto di rawat.
Begitu pintu lift terbuka David segera berjalan keluar tapi tiba-tiba dia di kejutkan oleh perawar yang menabraknya seketika itu dokumen yang perawat itu bawa segera berhamburan jatuh ke lantai.
"Nona apa kamu tidak apa-apa"
"Ya tidak pa pa " perawat tersebut segera mengambil dokumen dan merapikannya dia pun berdiri dan berjalan terburu -buru tanpa menghiraukan David.
David pun hanya memandang perawat tersebut sampai menghilang dia tidak meyangka akan bertemu kembali dengan perawat itu lagi.David pun segera menuju kamar Arbeto dia pun mengetuk pintu ,momy yang mendengar suara pintu segera membukakan pintu.
"Nak David ,silahkan masuk bagaimana kabarnya ?"
"Baik mom"
David pun segera berjalan duduk di dekat Arbeto.
" Bagaimana Ar keadaan kamu"
" Baik terima kasih sudah kemari"
__ADS_1
" Harusnya kamu tidak perlu terima kasih ,justru aku yang minta maaf baru bisa jenguk sekarang"
" Tidak apa-apa lagian kata dokter beberapa hari aku akan pulang"
" Dav apa aku bisa sembuh"
" Maaf Ar klo hal itu aku tidak bisa pastikan,apakah sekaran kamu masih sakit kepala"
" Tidak Dav,aku harap setelah pulang dari rumah sakit kamu bisa yang memeriksa kesehatanku"
" Tanpa kamu minta aku akan melakukannya dengan senang hati"
" Ngomong -ngomong mana kekasihmu"
David pun menoleh melihat wajah kekasih Arbeto.
" Dav udah jangan lama kamu memandangnya"
" Dasar bucin"
" Makannya kamu cepat cari pacar biar aku lihat seberapa bucinnya dirimu"
__ADS_1
" Tenang saja bentar lagi "
Mereka berdua ngobrol terus tanpa terasa waktu sudah sore.
David pun segera berpamitan pada Arbeto untuk pulang ,dia pun juga berpamitan pada momy Arbeto dan kekasihnya Arbeto.
Tiba di parkiran mobil David segera membuka pintu mobil dan melajukan mobilnya menuju jalan pulang ke rumahnya. Tapi di tengah jalan dia melihat seorang wanita yang menduduk sambil menanggis .David pun hanya melewati tanpa mempedulikannya tapi waktu melihat spion mobilnya .Wanita tersebut berdiri sambil menghapus air matanya.Begitu melihat wajah wanita tersebut David segera menghentikan mobilnya.
" Bukankah itu perawat yang di menabrakku"David pun segera turun untuk menemui perawat tersebut.
" Nona apa perlu tumpangan"
" Kamu siapa ,pergi sana aku jangan pernah pedulikan aku lagi , laki -laki semua sama saja"
Wanita itu segera mencari taksi tapi tidak ada taxi liwat.
Sementara David hanya berdiri melihatnya dia sebenarnya ingin mengantar tapi karena wanita tersebut tidak mau dia pun hanya ingin memastikan wanita tersebut mendapatkan taxi .
Setelah sepuluh menit berdiri tidak mendapatkan taxi, wanita itu segera mencari duduk karena udah capek berdiri terus.David segera duduk di samping wanita tersebut.
" Maaf bisa tidak jangan duduk disini"
__ADS_1
"Hei nono ini duduk untuk umum jadi terserah aku mau duduk di mana"
" Terserah" wanita tersebut membiarkan David duduk karena dia males berdebat. Dia sudah capek dengan masalahnya.