Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Rasa Sakit


__ADS_3

Di dalam kamar Arbeto sudah tidak bisa menahan rasa sakit kepalanya dia buru - buru mengambil obatnya di dalam laci .Dia pun segera miminum obatnya.


Setelah minum obat sakit kepalanya sudah agak mendingan tidak terasa sakit lagi tetapi darah mengalir dari hidungnya begitu banyak dia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkannya tetapi darah dari hidungnya masih tetap keluar baru sekitar sepuluh menit darah dari hidungnya berhenti. Dia pun melihat di lantai kamar mandi banyak sekali darah menetes .


Arbeto segera menyalakan shower kamar mandi agar darah itu bersih dia pun terduduk di kamar mandi. Akankah waktunya sudah tidak lama lagi aku harus menghubungi David untuk menanyakan hal tersebut.


Dia pun segera melepas pakaiannya yang sudah basah dan terkena noda darah . Arbeto segera membersihkan badannya di bawah air shower . Setelah selesai mandi dia pun segera berpakaian . Arbeto berjalan ke arah balkon dia berharap nanti keluargannya bisa merelakan dirinya terutama Jasmin dia tahu bahwa Jasmin benar tulus mencintainya seperti dia juga mencintainya.


Arbeto pun memandang langit malam yang bertabur bintang .Malam yang begitu indah dia ingin pergi ke suatu tempat bersama Jasmin sebelum dia benar -benar pergi memberikan kebahagiaan pada kekasihnya.


Setelah puas memandang langit malam dia pun segera berjalan menuju ranjangnya mengambil hpnya ,dia mengirim pesan kepada sahabatnya David menulis tentang keadaan yang baru di alaminya.


David yang saat ini berada di kamarnya melihat pesan yang di kirim Arbeto dia pun terkejut karena berdasarkan pengalamannya dengan keadaan seperti ini maka waktu Arbeto sudah tidak lama lagi. Dia pun mengirim pesan bahwa besok siang dia akan kesana.

__ADS_1


Setelah melihat pesan yang di terima dari David Arbeto meletakkan kembali hpnya.Dia pun berbaring di ranjangnya berharap dia bisa secepatnya untuk tidur tapi rasa sakit kepala yang di rasakannya masih terasa membuat dia tidak bisa tidur apalagi tidak ada Jasmin yang biasa dia peluk.


Terpaksa Arbeto bangun turun dari ranjangnya dia pun berjalan keluar kamarnya untuk turun menuju lantai bawah. Dia pun segera menuju kamar tamu yang di tempati Jasmin. Melihat pintu kamar Jasmin yang tertutup dia segera mengetuk pintunya apakah Jasmin sudah tertidur.


Tok...tok...tok...


Jasmin yang sudah berbaring di ranjangnya ingin segera tidur mendengar suara pintu di ketuk dia pun segera turun berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu.Begitu pintu di buka terlihat kekasihnya sudah berdiri. Dia pun membiarkan Arbeto masuk.


Arbeto pun mengandeng tangan Jasmin menutup pintu kembali menuju ranjang .Jasmin yang merasa tangan Arbeto terasa hangat dia pun menanyakan pada kekasihnya.


" Biar aku panggil dokter David kemari aku takut terjadi apa -apa denganmu"


" Sudah honey aku tidak apa- apa lagian ini sudah terlalu malam tadi aku sudah mengirim pesan besok dia akan kesini"

__ADS_1


" Sekaran yang aku butuhkan hanya dirimu"


" Baiklah bee tapi kalo ada apa - apa kamu harus cerita"


" ya honey I love you forever"


" I love you too"


Mereka berdua segera naik ke atas ranjang dan tidur bersama .Jasmin pun memberanikan diri mencium bibir kekasihnya hal yang jarang sekali di lakukan. Arbeto pun membalas ciuman Jasmin.


" Bee terasa hangat bibirmu"


" sudah ayo kita tidur"

__ADS_1


mereka berdua tertidur bersama dengan saling memeluk satu sama lain.


__ADS_2