Kenangan Tak Terlupakan

Kenangan Tak Terlupakan
Makan Bersama


__ADS_3

Arslan pun tiba di ruangan Arbeto dia pun menaruh makanan di atas meja dekat sofa. David yang melihat begitu banyak makanan yang di bawa Arslan hanya terdiam terpaku.


" Ars kamu mau memberi makan berapa orang"


" Kak Dav ini buat kakak biar dia tidak sakit lagi"


" Ya aku mengerti Ars tapi ini terlalu berlebihan ,aku tahu kamu begitu menyanyanginya"


" Tidak apa - apa kak Dav nanti aku ajak orang untuk makan bersama kita"


Setelah berbicara begitu Arslan pun berjalan ke meja Arbeto. Dia pun memanggil seseorang untuk segera datang ke ruangan Arbeto.


Sementara seseorang yang mendapat perintah bosnya merasa kesal inikan sudah jam makan siang kenapa juga di suruh datang. Dia tidak tahu bahwa cacing di perutku sudah meronta -ronta untuk di isi.Awas saja jika tidak ada yang penting.


Siska pun segera berjalan menuju ruangan Arbeto dia pun kadang heran dengan sifat tuan Arbeto dengan adiknya Arslan . Klo tuan Arbeto murah senyum ,tidak seenaknya kebalikan dari sifat adiknya yang dingin,tapi suka se enaknya sendiri klo seandainya bukan bosnya munking Siska sudah memaki habis Arslan.


Walaupun dengan langkah tidak bersemangat Siska tetap menuju ruangan Arbeto.


Tok...tok...tok...


Siska pun mengetuk ruangan Arbeto.


Arslan pun yang mendengar suara pintu di ketuk segera menyuruh masuk.


"Ada apa tuan Arslan memanggil saya ,ini masih jam makan siang"


" Sudah kamu jangan banyak bicara sekaran kamu tata makanan yang ada di bungkusan meja itu"

__ADS_1


" Baik tuan"


Siska pun berjalan menuju meja untuk menata makanan .David yang melihat itu segera menawarkan diri untuk membantunya.


" Nona mau aku bantu"


" Tidak usah tuan"


David pun ingin membantu gadis tersebut tapi Arslan tidak ingin David membantunya.


" Kak Dav tidak perlu kamu bantu dia bisa sendiri,jangan setelah itu kamu ambil peralatan makan ".


" Ya tuan Arslan"


Siska menjawab dengan nada lesu karena sejak tadi dia belum makan. Setelah menata makanan dia segera keluar mengambil peralatan makanan.


Arslan pun berjalan nenuju kamar kakaknya dia segera mengetuk kamar kakaknya. Jasmin pun yang mendengar suara ketukan pintu segera membukanya.


Arslan pun berjalan menuju tempat kakaknya berbaring dia pun mulai membangunkan kakaknya.


" Kak Ar ayo bangun"


Arbeto yang mendengar suara adiknya di mulai membuka matanya.


" Ars ada apa"


" Ayo kita makan bersama kak tadi aku udah membeli makanan"

__ADS_1


Mereka bertiga segera keluar dari kamar dan duduk di sofa bersama David.


Siska pun yang membawa peralatan makan segera masuk tanpa mengetuk pintu dia pun segera meletakkan peralatan makan di atas meja. Siska pun mau berjalan keluar untuk segera makan.


" Tuan Ars klo begitu saya permisi dulu"


" Kamu mau kemana aku belum selesai"


" Apa ada lagi yang harus aku kerjakan" apa dia tidak bahwa cacing di perutku sudah berdemo.


" Sekarang kamu duduk di sini"


Siska pun terpaksa duduk bersama Arslan.


" Ayo kak di makan"


" Ayo kita makan bersama - sama"


Akhirya mereka semua makan bersama - sama . Arbeto dan Jasmin makan sambil saling menyuapin sementara ke tiga orang tersebut melihatnya dengan iri.


Arslan yang melihat Siska menatap kakaknya bersama kekasihnya. Segera mengambil sendok dan mengisi sendoknya dengan penuh makanan.


" Sis buka mulut mu ini perintah"


Siska pun terpaksa membuka mulutnya ,Arslan pun menyuapin makanan ke mulut Siska.


Siska pun mengerutu dalam hatinya tuan Arslan tidak ada sisi romantisnya.

__ADS_1


Aku harap aku tidak punya pacar seperti tuan Arslan.


Sementara Arbeto yang melihat kelakuan adiknya kepada sekretarisnya dia pun tersenyum karena dia tahu sifat adiknya seperti apa.


__ADS_2