
Hari sudah siang Arbeto sekarang sudah berada di bandara negara I sambil memegang kopernya.
Jasmin yang melepas kepergian Arbeto seakan tidak rela hanya pertemuan singkat untuk bertemu,tanpa terasa air matanya keluar dari mata membasi pipinya.
Arbeto segera menghapus air mata sang kekasih mengucapkan kata -kata yang menenangkan jiwa, "ingatlah honey aku selalu ada di hatimu karena hatiku dan hatimu sudah bersatu"
Setelah mencium kening memberikan ciuman singkat di bibir ,Arbeto melepaskan gengaman tangannya .
Melangkah pergi menjauh dari hadapan Jasmin.
Seketika itu Jasmin terus saja memandang kepergian Arbeto yang semakin tidak terlihat, kepergian sang kekasih membuat sebagian hatinya tidak rela, seperti memiliki firasat bahwa sang kekasih akan pergi dan tak pernah kembali.
Di dalam pesawat Arbeto langsung saja menetaskan air mata, padahal tetakhir kali dia menanggis waktu di tinggal papinya .Dalam hati dia merasa bersalah pada Jasmin karena tidak bis membahagiakan sang kekasih munkin ini adalah perjalanan terakhir menemuinya.
Perjalanan panjang membuat Arbeto dia segera tidur di dalam pesawat tapi setelah dua jam dia terbangung karena merasa darah sudah keluar dari hidungya.
Dia mengambil tisu membersihkan wajahnya . Setelah itu berjalan menuju toilet untuk memakai baju baru karena bajunya terkena noda darah.
Pramugari yang melihat baju Arbeto merasa terkejut." Tuan apakah anda baik - baik saja"
__ADS_1
"Ya nona saya ndak apa"
Arbeto segera pergi berlalu dari pramugari tersebut, dia bertanya apakah waktu yang di berikan Tuhan tinggal sedikit lagi.
Di sisi lain Jasmin yang mengendarai mobilnya langsung saja pergi ke pantai.
Sampai di pantai Jasmin memandang air yang bergulung - gulung di atas pasir.
Di tempat ini Jasmin sedikit merasa damai padahal pertemuan dengan Arbeto terlalu singkat tapi seolah - olah dia sudah dari dulu mengenalnya.
Mungkin ini yang dinamakan takdir ,
apa kamu bis mendengar bahwa di sini aku selalu mengingatmu.
Jasmin sangat betah berlama - lama di pantai hingga sore hari setelah melihan matahari tenggelam dia beranjak pulang.
Sampai dirumah dia segera ke kamar pergi mandi karena merasa badanya udah gerah habis dari pantai.
Setelah memakai baju reflek dia menggambil foto Arbeto malah pigora fotonya jatuh,deg ada apa ini mudah- mudahan bukan firasat buruk.
__ADS_1
Dia segera membersihkan pecahan kaca mengambil foto sang kekasih menaruhnya di atas meja. Jasmin duduk kembali mengambil foto kekasih memandangnya bee kenapa hatiku mengatakan bahwa kamu tak akan kembali,aku tak sanggup bila kamu tinggalkan bee.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh Arbeto segera keluar dari pesawat,setelah pesawat mendarat .
Di dalam bandara dia sudah di tunggu oleh sahabatnya David ya sebelum pulang kembali dia menggirim pesan singkat ke sahabatnya bahwa siang ini akan pulang.
Dan disini David sudah menunggu sahabatnya terlihat bahwa wajah Arbeto pucat ,David segera membawa Arbeto kerumah sakit dalam perjalanan dia bertanya pada Arbeto gimana keputusanya apakah mau menjalani Trasplasi .
"Udahlah Dav dengan obat udah cukup "
"Tapi Ar obat saja tidak bakal bisa membuatmu sembuh"
" Ayolah kamu juga tidak bisa menjamin aku sembuh klo mengikuti Transplasi"
"Tapi paling tidak kamu mau mencoba aku akan mencarikan donor yang tepat untukmu"
" Udah aku sudah menyerahkan hidupku pada takdir Tuhan paling tidak aku sudah bisa merasakan cinta"
__ADS_1
David pun menyerah membujuk sahabatnya untuk Transplasi karena dia tahu Arbeto memiliki sifat yang begitu keras kepala.