
Sore harinya setelah berbicara dengan Fadil, barulah mereka pergi ke rumah Andin di Dago. Sekalian mengembalikan semua barang milik Andin yang Andin kembalikan padanya beberapa bulan yang lalu.Sekalian juga bersilaturahmi dengan ibu dan kakak Andin yang sudah lama tidak bertemu.
Setelah melewati beberapa jam perjalanan akhirnya Fadil dan Gerald tiba di rumah Andin. Mereka di sambut dengan baik oleh keluarga Andin di sana.
Tanpa berbasa-basi Gerald langsung memberikan semua barang yang di tinggalkan oleh Andin di rumahnya kepada ibu Ami.
"Ini semua kan barang barang milik Andin, jadi kasih sendiri sama Andin.Tante ga berhak terima.Mending nak Gege simpan saja,siapa tau nanti Andin datang lagi menemui nak Gege. Hati orang kan ga bisa di tebak, mungkin sekarang Andin masih marah. Tapi kan kita tidak tau, kapan hatinya akan luluh kembali." Begitu yang di katakan ibunya Andin ketika Gerald datang untuk memberikan semua barang barang Andin ke rumahnya.
Tante Ami tidak mau menerima ataupun menyimpan semua barang milik Andin yang telah di bawa Gerald.Menurutnya, semua itu milik Andin dan Gerald. Jadi, jika sekarang Andin pergi tentu harus Gerald yang menyimpan semua barangnya.
Semua uang dan perhiasan yang di serahkan pada ibu Ami di kembalikan lagi pada Gerald agar Gerald menyimpannya kembali.
"Tapi Andin pernah pulang kesini kan tante?" Kata Gerald mencoba menanyakan kembali Andin kepada ibu Ami, siapa tau ibu Ami ikut menyembunyikan keberadaan Andin darinya.
"Waktu itu Andin pernah pulang sekali, tapi Tante tidak tau kalau hari itu Andin sudah mengundurkan diri dari kantor nak Gege.Dan sudah pindah juga dari kosannya yang dulu.Tante kira, Andin seperti biasa saja datang hanya untuk mengantarkan uang bulanan sambil sekalian silaturahmi. Karena biasanya memang Andin suka menyempatkan datang untuk menemui keponakan keponakannya." Jawab tante Ami panjang lebar. "Lalu setelah Andin kembali lagi ke kota, barulah nak Gerald telpon tante, menanyakan Andin dimana. Tante juga bingung harus cari Andin dimana, kan tante tidak bisa telpon Andin? Waktu tante telpon,kan yang ngangkat nak Gerald sendiri."
Gerald menghela napasnya. "Iya,tante. Hapenya Andin ada sama saya." Jawabnya.
Sesaat percakapan terdengar hening. Tak ada yang bersuara. Semuanya seperti sedang berpikir dimana kemungkinan Andin akan tinggal jika tidak bersama ibunya ataupun tidak bersama Gerald juga.
"Memangnya kenapa sih kalian bisa bertengkar kayak gini?" Saut seseorang dari dalam kamar yang kemudian menghampiri Gerald dan tante Ami yang tengah berada di ruang tamu. Kemudian duduk di sebelah Gerald.
Gerald menoleh kearah Amel yang baru saja duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Sebenarnya masalahnya sepele kak, cuma aku aja yang terlalu memperpanjang masalah. " Jawab Gerald agak sedikit malu.
Amel tersenyum, menatap Gerald yang tertunduk penuh dengan kekecewaan.
"Perempuan, kalau marah lalu pergi itu sudah biasa.Tapi kalau dia pergi lalu mengembalikan semua pemberian pacarnya, itu baru luar biasa.Pasti tidak sesimpel yang kamu katakan! Andin itu sangat mencintaimu, tapi kalau dia sampai mengembalikan semua barang barang pemberianmu berarti ada sesuatu di hatinya. Andin itu orangnya tidak mau merugikan orang lain, dia juga orang yang tak pernah lupa sama orang yang telah berbuat baik sama dia. Jadi kalau emang kamu telah berbuat baik kepada Andin, aku yakin Andin tidak akan pernah melupakan semua jasa jasa mu."
"Masalahnya bukan masalah Andin akan membayar semua kebaikan yang telah aku lakukan atau tidak, kak.Tapi aku yang tidak mau kehilangan dia. Aku tau aku salah, tapi kenapa dia tiba-tiba pergi begitu saja. Aku bingung harus cari dia kemana?"
"Sudah coba hubungi Yoga belum?" Amel tiba-tiba teringat sama Yoga. "Yoga itu teman dekat Andin, pasti dia tau dimana Andin."
Fadil dan Gege saling menatap.Sepertinya mereka berdua sedang berpikir hal yang sama.
"Memangnya kakak tau siapa Yoga?" Tanya Fadil pada Amel.
"Seberapa dekat sih hubungan mereka, kak?" Gerald tiba-tiba memotong pembicaraan.
Amel seperti sedang berpikir sejenak, kemudian dia berkata kembali.
"Jangan jangan kalian ribut gara-gara Yoga?" Amel berusaha menebak.
Gerald terdiam.Karena apa yang dikatakan Amel semuanya memang benar.
Melihat Gerald yang tampak membisu, Amel tersenyum kecil sembari mulai menceritakan sesuatu tentang Yoga dan Andin di masa lalu.
__ADS_1
"Dimasa lalu Andin dan Yoga memang pernah saling mencintai.Hubungan mereka terjalin hampir dua tahun lamanya, tapi akhirnya harus kandas karena perbedaan status.Kami orang miskin, tak punya harta ataupun uang.Sedangkan Yoga adalah orang kaya dan berpendidikan.Tapi Yoga sangat mencintai Andin apa adanya. Tak perduli dia kaya ataupun miskin. Tapi akhirnya karena begitu banyaknya perbedaan akhirnya mereka membuat keputusan untuk mengakhiri hubungan mereka secara baik baik.
Yoga adalah laki laki yang sangat baik, setelah mereka berpisah pun Yoga tidak pernah melupakan Andin ataupun kami keluarganya Andin. Dia selalu menjadi malaikat kami disaat hidup kami sedang dalam kesulitan. Yoga menyayangi kami dengan tulus, setulus cinta dia kepada Andin.
Yoga menjadi manusia yang paling berjasa di kehidupan kami sebelum kami bisa seperti ini. Yoga adalah malaikat bagi kami juga bagi Andin. Dari semenjak memutuskan untuk berpisah hingga hari ini, Yoga memang tidak pernah berubah. Dia tetap menyayangi kami walaupun dia telah menganggap Andin hanya sebagai temannya saja. " Ujar Amel begitu panjang lebar menjelaskan tentang Hubungan Yoga dan Andin dimasa lalu.
"Kalau memang Yoga sangat mencintai Andin, kenapa dia tidak memperjuangkan hubungannya dengan Andin, kak?" Fadil tiba-tiba menyela.
"Selain perbedaan status, mereka berdua juga berbeda keyakinan,Dil." Jawab Amel. "Tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali menerima pasrah apa yang telah Tuhan takdir kan untuk mereka. Keluarga Yoga menaruh begitu banyaknya harapan padanya untuk bisa mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kriteria keluarganya. Andin tidak mau menjadi duri dalam kehidupan Yoga, makanya ia tetap memutuskan hubungan percintaannya, dan menganggap Yoga hanya sebagai teman dekatnya saja. "
Fadil hanya terlihat mengangguk anggukan kepalanya tanpa berkata-kata lagi.
"Yoga juga sudah berusaha membujuk Andin agar sama-sama berjuang untuk cinta mereka, tapi Andin tidak mau. Karena Andin tau, suatu hari nanti perjuangan mereka akhirnya akan sia sia. Agama menjadi satu-satunya alasan mereka akhirnya bisa berdamai dengan keadaan. Karena satu sama lain teguh dengan pendiriannya masing-masing."
Dari pertemuan siang itu ada banyak hal yang Gerald mengerti. Dan dari pertemuan itu pula akhirnya Gerald tau kisah Yoga dan Andin di masa lalu. Amel menceritakan semuanya dengan jelas dan gamblang. Dari sana pula lah akhirnya Gerald tau kenapa Yoga begitu spesial di hati Andin.
Banyak hal yang di bicarakan siang itu, begitu panjangnya hingga tak terasa waktu sudah mulai akan berganti. Dari pembicaraan Amel dan tante Ami hari itu akhirnya membuat Gerald mengerti bahwa Andin adalah orang yang keras dan tegas dalam menentukan pilihan. Apa yang telah ditetapkan oleh Andin di hatinya, tidak akan ada yang bisa merubah ataupun mengusik keputusannya.
Dulu Andin membuat keputusan hanya menganggap Yoga sebagai temannya saja.Dan tak ada yang bisa merubahnya hingga hari ini. Dan kini Andin memutuskan untuk meninggalkannya begitu saja.Dan sudah tentu tak ada juga yang bisa merubah keputusannya.
Setelah pertemuan hari itu Gerald hanya bisa pasrah dan ikhlas. Dan berharap ada keajaiban yang akan membuat Andin kembali lagi kepadanya suatu hari nanti.Berharap akan ada keajaiban yang bisa mengubah keputusannya.
***
__ADS_1