Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Andin Akhirnya Kembali #14


__ADS_3

Hari sudah terang ketika Gerald membuka mata. Silaunya cahaya matahari yang menyelinap masuk ke dalam kamar membuat Gerald terbangun dari tidurnya.


Saat akan beranjak dari tempat tidur, Gerald merasakan kepalanya tampak begitu berat.Badannnya pun terasa agak menggigil, padahal cuaca tidak begitu dingin pagi itu. Tampak dia celingak celinguk seperti sedang mencari sesuatu. Mencari Andin tentunya. Andin tidak ada di sampingnya.Sejenak Gerald hanya terdiam sambil memegangi kepalanya yang terasa begitu berat.


"Ayo makan dulu!" Terdengar seseorang membukakan pintu kamar dan memberikannya sarapan pagi.


Andin datang dengan membawa semangkuk bubur ayam yang ia beli di abang abang yang lewat depan rumah tadi pagi.


Gerald terlihat menghela nafasnya,setelah melihat Andin benar-benar ada di kamarnya.Gerald takut apa yang terjadi semalam itu hanyalah mimpi.


Gerald begitu bahagia melihat Andin yang ternyata masih ada di kamarnya dan masih membuat kan sarapan untuknya.Antara bahagia dan bingung bercampur jadi satu. Gerald tidak tau alasan apa yang membuat Andin masih berada di rumahnya hingga pagi ini.


Andin duduk di tepi tempat tidur lalu tampak menyuapi bubur ayam kepada Gerald yang masih tampak bengong.


"Kau belum pergi?" Kata Gerald pada Andin.


"Belum." Jawab Andin sambil tetap menyuapi bubur ayam pada Gerald


"Kenapa?"


"Badanmu panas dari semalam, kau juga mengigau beberapa kali.Aku tidak tega meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini. "


Gerald terdiam.


Karena memang benar dari kemarin dia sedang kurang enak badan.Semua badannya terasa sakit, tapi Gerald tak mengindahkannya. Dia berusaha mengalihkan pikirannya yang selalu memikirkan Andin dengan pekerjaan. Gerald tidak sadar kalau dia sedang menyakiti dirinya sendiri.


"Setelah kau sarapan dan minum obat, baru aku akan pulang." Kata Andin kemudian.


Gerald menatap wajah Andin dengan sayu.Dia berusaha melihat dengan jelas wajah yang selama ini ingin dia lihat. Dia mencoba berusaha menyelami apa yang sebenarnya ada di dalam hati Andin.Kenapa dari semalam Andin tidak begitu banyak bicara.


"Kau bahagia pergi dari kehidupan ku?" Tanya Gerald dengan menatap sendu wajah Andin yang masih tampak menyuapinya.


Andin balas menatap Gerald dengan tajam.


"Kau yakin aku bahagia ?" Andin malah balik bertanya.


"Aku ikhlas jika kau benar-benar bahagia. " Jawab Gerald.


Andin tersenyum pahit.


"Tak akan ada orang yang bahagia jika hidup jauh dari belahan jiwanya." Jawabnya seraya menghentikan suapannya pada Gerald.


"Maksudmu?" Gerald agak bingung dengan perkataan Andin.


"Jika hidupmu begitu terpuruk setelah aku tidak ada di sisimu, lalu kau pikir aku juga hidup bahagia tanpamu? Kau salah besar jika kau berpikir aku bahagia. Aku hanya mencoba bahagia! Aku terus mencoba untuk bahagia, walau tidak bersamamu." Kata Andin agak panjang lebar. Lalu meletakkan mangkuk bubur ayam di meja sebelah tempat tidur.

__ADS_1


"Kalau kau tidak bahagia, kenapa kau tidak kembali padaku?"


"Untuk apa? Untuk kau diamkan berminggu minggu lamanya?" Bantah Andin dengan sedikit menyindir.


Gerald berusaha bangkit dari duduknya. lalu mencoba meraih tangan Andin dan menariknya agar mendekat padanya.


"Maafkan aku, Yang!" Gerald berusaha memeluk Andin walaupun kepalanya terasa begitu pusing untuk berdiri. "Kembalilah padaku seperti dulu, jangan pergi lagi!"


Andin berusaha melepaskan pelukan Gerald, lalu memapah kembali Gerald untuk duduk kembali di tempat tidur.


"Berikan waktu untuk aku berpikir. Istirahat lah dulu!" Kata Andin lalu memberikan obat penurun demam bersama dengan segelas air kepada Gerald.


"Aku minta maaf, untuk semua salah ku.Aku menyesal,aku tidak akan pernah mengulanginya.Aku janji." Gerald meyakinkan Andin kalau dia menyesal telah memperlakukan Andin dengan buruk.


"Bagaimana rasanya meminta maaf berulang kali, tapi tidak aku perduli kan?" Andin terdengar menyindir Gerald kembali dengan halus.


Gerald diam tak menjawab. Dia mengakui semua kesalahannya.


Setelah Gerald meminum obatnya Andin meyakinkan Gerald untuk tidur dan beristirahat kembali.


Gerald akhirnya pasrah melihat Andin yang tetap pada pendiriannya untuk tetap pulang pada siang itu. Gerald hanya bisa berharap kalau Andin akan benar-benar kembali ke kehidupannya seperti dulu lagi. Semoga ada keajaiban yang datang dan bisa mengubah pendirian Andin yang begitu keras.Juga bisa mengembalikan Andin ke dalam pelukannya.


***


Seminggu kemudian.


Sudah berbagai cara di lakukan nya untuk meyakinkan Andin untuk kembali kepadanya, tapi sampai hari ini belum juga membuahkan hasil. Tapi Gerald tetap pasrah dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.


Apapun yang terjadi nanti, walau akhirnya harus kehilangan Andin, Gerald hanya bisa pasrah. Dia tidak bisa memaksa orang yang sudah tidak mau bersamanya, kendati Gerald masih sangat mencintai Andin.


Hari minggu di rumah Gerald tampak begitu sepi.Tak ada satupun teman temannya yang menemani di sana. Mereka sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.Hanya ada bi Sumi yang sedang beberes di dapur.


"Jangan bersihkan kamar ku,bi!" Kata Gerald pada bi sumi yang mau masuk ke kamar Gerald sambil membawa sapu dan kemoceng untuk membersihkan kamar.


"Kenapa,den?" Tanya bi Sumi bingung kenapa tiba-tiba Gerald melarang nya membersihkan kamarnya.


"Biar aku aja yang bersihkan, bi. Ga ada kerjaan aku hari ini. Aku juga ga akan keluar.Mau di rumah aja!" Jawab Gerald sambil mengambil alih sapu dan kemoceng dari tangan bi Sumi.


Gerald masuk ke kamarnya. Mulai berbenah kamar yang dari kemarin belum di bereskan. Semua barang dan baju kotor berserakan di lantai.Lalu Gerald memulai membersihkan kamarnya dengan mengelap elap debu dengan kemoceng yang di pegang nya. Di teruskan dengan memilah baju kotor yang berserakan di kursi dan di lantai. Lalu membereskan semua barang yang bekas ia pakai ke dalam lemari.


"Bi sumi!" Terdengar Gerald berteriak memanggil bi Sumi.


"Iya,ada apa?" Jawab bi sumi sambil berlari menghampiri Gerald di kamar.


"Hape Andin kemana ya,bi? Ko tidak ada di tempatnya?" Kata Gerald yang bingung melihat hape Andin yang tidak ada di lemari barang tempat penyimpanan barang barang Andin.

__ADS_1


"Ohh iya, bibi lupa.Beberapa hari yang lalu neng Andin datang kesini untuk mengambil hapenya, Den." Kata bi Sumi sembari memegangi kepalanya, seperti menyalahkan dirinya yang lupa memberi tahu kalau Andin waktu itu datang untuk mengambil hape dan beberapa barang lainnya.


"Beberapa hari yang lalu kapan,bi? Kok aku tidak tau Andin datang kesini?"


"Waktu itu den Gege masih sakit, lagi istirahat di atas. Lagian neng Andin datangnya tengah malam, pulang kerja katanya. Waktu bibi mau bangunin den Gege, kata neng Andin ga boleh katanya. Suruh aden istirahat aja, jangan di bangunin. "


"Oh, ya udah." Kata Gerald menyudahi pembicaraan.


"Maaf ya den, bibi lupa!" Kata bisa Sumi sekali lagi meminta maaf.


"Nggak apa apa, bi." Sebuah senyuman dari Gerald membuat bi Sumi akhirnya merasa tenang.Bi Sumi merasa bersalah karena tidak langsung memberitahukan kedatangan Andin waktu itu kepada Gerald.


Setelah Gerald cek dengan teliti, ternyata yang hilang bukan hanya hape, beberapa perhiasan Andin yang dia simpan di dalam kotak kecil di dalam lemari pun ternyata juga tidak ada.


Sebuah senyuman kecil tersungging di bibir Gerald melihat beberapa barang Andin telah menghilang dari lemarinya.


Sejenak hatinya begitu bahagia. Perasaan yang selama berbulan-bulan ini tak pernah ada di hatinya, kini perasaan bahagia itu ia rasakan kembali. Perasaan yang telah lama sekali hilang dari hatinya.


Sedang dalam keadaan tersenyum dan bahagia dan agak sedikit melamun, tiba-tiba terdengar hapenya berdering. Sebuah panggilan dari nomor yang tak di kenal.


"Halo,dengan siapa ini?"


"Lamanya kau angkat telpon!" Terdengar suara berteriak dari dalam telpon.


Mendengar suara yang tidak asing itu, Gerald tersenyum lebar.Sedikit terharu dan tidak menyangka.Entah nomor siapa yang dia pakai, yang pasti itu suara Andin.


"Dengan siapa ini, mbak?" Tiba-tiba Gerald ingin bercanda.


"Dengan cintamu!" Terdengar suara meledek dari sana.


Gerald semakin tersenyum lebar. "Ada keperluan apa mbak telpon saya?"


"Saya mau minta bantuan masnya buat cariin cinta saya yang hilang! Bisa mas?" Terdengar lagi suara seperti ejekan dari dalam telpon.


"Oh tentu bisa, mbak!" Jawab Gerald sembari senyum senyum sendiri.


"Bisa ketemu langsung, mas?"


"Bisa,bisa mbak. Kita ketemu dimana, mbak?"


"Di kafe Favorit, di jalan Braga ya mas. Di tunggu, jangan telat! Kalo telat, aku jamin masnya ga bisa ketemu saya lagi."


"Ok.Di tunggu ya mbak!" Jawab Gerald begitu bahagia.


Akhirnya berbulan-bulan sudah ia menunggu, semua do'a do'a dan harapannya terwujud. Andin kembali lagi ke dalam kehidupannya seperti dulu.

__ADS_1


Gerald sangat mencintai Andin dari semenjak dia mengenalnya 4 tahun silam. Dari dulu hingga hari ini bahkan cintanya tidak pernah berubah sedikitpun.Dia rela melakukan segalanya demi Andin walaupun dengan sengaja ataupun tidak sengaja Andin telah banyak membuatnya kecewa. Tapi dia tetap mencintai Andin dengan segenap jiwa dan raganya.


***


__ADS_2