
Dengan mata penuh isyarat, Andin menyuruh Agung untuk keluar meninggalkan mereka berdua kembali di dalam kamar. Andin akan berusaha berbicara kembali secara baik baik dengan Gerald.Mungkin kali ini Gerald akan mengerti.
Agung melangkah keluar kamar meninggalkan mereka berdua. Dia pergi ke kosan depan rumahnya untuk numpang minum kopi dan makan mie rebus, di kosan depan warungnya Ayu. Sebenernya dari semalam Agung sudah pusing dengan kedatangan Gerald ke kosannya. Karena kalau lagi marah ataupun sedang kesal pada masalah apapun, Gerald suka uring-uringan sama semua orang. Apalagi kalau masalahnya dengan Andin. Sudah pasti semua temannya kena imbasnya.Agung juga bingung bagaimana caranya mengatakan pada temannya yang lain, kalau Gerald di rumahnya sedang mengalami perubahan yang drastis dari biasanya. Gerald yang kembali kembali minum minuman keras. Gerald tidak tau, bagaimana khawatirnya teman temannya menunggu Gerald tidak pulang semalaman.Sedangkan dia sedang asyik dengan berpesta mabuk-mabukan di kosannya.
Agung tidak minum untuk mabuk, dia hanya minum untuk sekedar melepaskan rasa capek dan lelah seharian bekerja. Tidak lebih dari satu gelas dia minum,sedangkan Gerald menghabiskan berbotol botol anggur merah.Gerald minum untuk menyiksa dirinya sendiri.
"Cewek itu pacarnya mas Gege, ya mas?" Tanya Ayu pada Agung yang sedang duduk manis menikmati segelas kopi yang di buat olehnya.
"Iya, namanya Andin. " Jawab Agung, tampak malas menjawab pertanyaan Ayu tentang Gerald dan Andin.
"Mereka sepertinya sedang ada masalah?" Ayu mencoba menebak, untuk ukuran orang yang pernah merasakan rumah tangga. Ayu bisa tau, antara Gerald dan Andin sedang ada masalah. Tatapan mata Gerald kosong tanpa harapan. Sedangkan mata Andin juga terlihat penuh dengan beban.Keduanya sedang mengalami pergulatan batin yang hebat.
"Mereka memang selalu bermasalah, membuat semua orang pusing." Jawab Agung masih tampak malas menjawab pertanyaan Ayu tentang Gerald dan Andin.
"Kenapa emangnya, mas?" Ayu nampak terlihat ingin tau sama apa yang terjadi pada mereka.
"Ah,tau lah." Agung mengibaskan tangannya, gak mau berbicara panjang lebar tentang mereka. Agung sudah membayangkan betapa ribetnya hubungan mereka selama ini.
"Mas Agung harus cerita ke Ayu!" Kata Ayu berusaha merayu Agung yang dari tadi terlihat malas menceritakan tentang Gerald dan Andin kepadanya.
Agung menoleh ke arah Ayu yang sedang mencoba merayunya, tak tega juga rasanya melihat Ayu yang begitu penasaran tentang Gerald. "Ayu suka ya sama Gege?"
"Oalah mas,, cuma pengen tau kok di kira suka." Ayu membantah tudingan Agung dengan cepat "Mas Gerald itu kan kelihatannya baik. Pasti dia dapet cewek yang baik juga to? Kalau sampai mas Gerald diam koyo ngono, yo pasti masalah ne bukan cuma tentang cemburu doang."
"Kalau di ceritain mah panjang, Yu! Bingung mau mulai dari mana. " Jawab Agung lalu terdiam,mengingat semua masalah yang terjadi pada Gerald dan Andin yang sudah lama sekali tak pernah ada jalan keluarnya. Mereka selalu memperdebatkan hal yang sama setiap kali bertengkar. Selalu tentang ribut tentang Yoga.
__ADS_1
Sebenarnya Agung juga bingung dengan apa yang terjadi pada mereka. Di satu pihak, ada Gerald yang hanya menginginkan kekasihnya selalu bersama dengan dia bukan orang lain. Sekalipun itu teman dekat bahkan sahabat yang berharga bagi Andin. Di pihak lain, ada Andin yang selalu mengutamakan perasaan Yoga daripada perasaan kekasihnya sendiri.Menurutnya memang Andin terlalu berlebihan.Tapi Agung juga tidak pernah menjadi Andin. Dia tidak pernah mengalami dilema antara sahabat dan kekasih, yang mana yang harus dia lebih jaga perasaannya.Agung juga tak pernah merasakan seandainya dia juga berada di posisi Andin.
Sedangkan dia juga tau betapa Andin juga sangat mencintai Gerald. Agung tau, di hati Andin cuma ada Gerald tidak ada yang lain. Sekalipun itu Yoga.
Tapi entah kenapa Andin tak bisa lepas dari Yoga, hingga membuat hubungannya dengan Gerald selalu pecah gara-gara Yoga. Entah kenapa juga Andin begitu tak bisa lepas dari Yoga.
Entahlah,Hanya Andin yang tau jawabannya.
"Kok malah melamun to, mas?" Ayu menepuk pundak Agung yang tampak melamun dari tadi.
Agung tersenyum, ketika akhirnya dia menyadari kalau dia Hanya terdiam dari tadi.
"Yang namanya hubungan, memang tak pernah sepi dari masalah. Tapi jika masalah itu terus berulang di sepanjang hubungan yang mereka jalani. Berarti ada sesuatu yang salah di antara hubungan mereka."Kata Ayu seperti berbicara pada dirinya sendiri. "Bukan tentang siapa yang harus mengalah, tapi tentang siapa yang mau menghargai perasaan pasangannya."
Tiba-tiba terlihat Gerald keluar dari kosan, berjalan santai menghampiri dimana Agung berada.
"Pulang." Jawabnya singkat. Lalu memakai jaket yang dari tadi hanya menyampai di pundaknya.
"Ko pulang sih, mas? " Tanya Ayu, seperti yang kecewa melihat Gerald yang hendak pergi.
"Mau bersih bersih dulu, yu! Dari kemarin belum mandi." Jawab Gerald sambil melempar senyum kecil kepada Ayu.
"Mandi sini aja, mas!" Ajak Ayu sambil tersenyum.
Gerald membalas senyuman Ayu tanpa menjawabnya.
__ADS_1
Ayu terlihat mengambil sesuatu dari saku celana bajunya. Ayu mengembalikan uang yang tadi pagi di berikan Gerald untuknya.
"Kok di kembalikan,Yu?" Tanya Gerald penuh tanda tanya.
"Aku menjual jasa mas,bukan minta sedekah.Kalau masnya ga mau tidur sama aku,ya aku ga mau terima uang cuma cuma." Jawabnya dengan seulas senyum.
"Padahal terima aja, Yu! Siapa tau nanti Gerald tertarik." Kata Agung sambil nyengir, melirik ke arah Gerald yang sedang memegang uang yang di berikan Ayu kepadanya.
"Enggak ah,nanti aja kalau mas Gerald butuh Ayu, baru Ayu mau terima uangnya." Kata Ayu seraya mengedipkan sebelah mata kepada Gerald sebagai isyarat.
"Oke deh kalau begitu maunya Ayu." Kata Gerald sambil tersenyum lalu memasukkan uang yang di berikan Ayu ke dalam celana jeansnya.
Gerald kembali berbalik ke arah kosan Agung, menatap Andin yang masih belum keluar juga dari kamar. Tapi tak berapa lama, akhirnya Andin terlihat berjalan keluar dan menghampiri mereka. Mata Andin terlihat sembab. Berulang kali Andin memalingkan mukanya dari pandangan Ayu yang terus menatapnya.
Gerald terlihat berjalan duluan kearah mobil Gerald terparkir dari semalam. Dan Andin berjalan mengikutinya dari belakang.Tak ada satupun kata yang keluar dari keduanya.
Gerald terlihat membukakan pintu mobil untuk Andin. Dan setelah mereka berdua duduk di dalam mobil, Gerald terlihat mencium pipi Andin, lalu menatap Andin yang masih terlihat membenarkan rambutnya yang terlihat kusut dan berantakan.
"Tidak perlu memaksakan diri jika memang itu sulit bagi Ayang! Tak perlu pulang ke rumah atau kembali kepada ku jika begitu berat bagi Ayang berpisah dengan Yoga. Aku tidak akan memaksa Ayang lagi! Jangan pernah sakiti hatinya demi aku. " Kata kata Gerald terdengar halus, tapi tajam menusuk hati Andin.
Andin tak bicara.
Bibirnya tak bisa lagi menjawab apa yang di katakan Gerald. Berat baginya mendengar Gerald berkata demikian. Kata kata yang halus itu, begitu menusuk ke dalam hatinya. Tak tau lagi apa yang harus dia katakan. Penjelasan apa lagi yang harus dia jelaskan, agar Gerald mengerti. Bahwa bukan seperti ini yang Andin inginkan.
Tapi masalah sudah terlanjur rumit dan berbelit belit. Walau apapun yang akan di katakan nya hari itu, Gerald tetap akan salah faham terhadap dirinya.Gerald tetap tidak akan mengerti mengapa Andin tak bisa begitu saja meninggalkan Yoga. Gerald tetap berprasangka kalau Andin selalu akan mementingkan perasaan Yoga.
__ADS_1
***