Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Permintaan Maaf Gerald Yang Terlambat #30


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian Andin pingsan dan di jemput pulang boleh Arman, tak terlihat lagi Andin menghubungi atau datang ke tempat Gerald. Bukan karena marah, tapi karena dia malas berdebat dengan Gerald yang selalu mendiamkan dirinya kalau sedang bertengkar. Gerald selalu mengulang kesalahannya, yang selalu ingin diam tak ingin bicara jika sedang marah sedangkan Andin tidak suka di perlakuan demikian.


Andin sudah pasrah dengan apapun yang akan terjadi di depan.Dia juga sangat lelah menjelaskan kalau dia begitu mencintai Gerald.Tak ada laki-laki lain di hatinya selain dia, tapi Gerald terlalu terburu buru mengambil keputusan.


Hari itu Andin hanya terlihat duduk saja sambil nonton drama Korea di laptopnya. Sudah hampir satu minggu dia berhenti kerja di Resto. Karena Yoga sudah menggantikan posisinya oleh Marisa. Yoga tidak tau, kalau Andin tidak jadi pulang ke rumah Gerald ataupun kembali bekerja pada Gerald. Andin juga tidak ingin menceritakannya, tak ingin membuat Yoga jadi memikirkan tentang dirinya.Apalagi Yoga sedang berada di luar kota, Andin tak ingin membuat dia memikirkan hal yang sebenarnya tidak penting menurutnya. Tanpa di beri tau juga, nanti ketika dia datang dia akan melihat dengan sendirinya apa yang sedang terjadi.


Andin juga menyuruh Arman untuk merahasiakannya juga dari Yoga. Jangan sampai Arman mengatakan yang sebenarnya pada Yoga tentang apa yang terjadi kepada dirinya saat ini.Biarkan nanti Andin sendiri yang akan menceritakannya kepada Yoga.


"Terus mbak mau ngapain sekarang?" Tanya Arman kepada Andin.


Siang itu Arman sedang berbaik hati membawakan makanan dan minuman untuk Andin makan siang. Tak tega rasanya Arman melihat Andin yang sudah hampir seminggu hanya diam di kamar kosannya, menghabiskan waktu hanya dengan nonton drama Korea saja.Biasanya Andin bekerja keras di Resto bersama dengannya.


"Ya kalau enggak kerja, gue mau nonton aja terus! Emang mau ngapain lagi?" Jawab Andin sambil tetap fokus nonton dan sekali kali memakan cemilan yang tadi di bawakan Arman untuknya.


"Ya kan bosan, mbak. tiap hari nonton drama."


"Enggak ah, gue enggak bosan." Jawab Andin sambil tetap memasukan cemilan ke mulutnya.


"Iya, enggak bosan.Tapi nanti kalau mas Yoga pulang jadi berabe."


"Ah bodo amat, Yoga kan masih lama pulangnya. Nyari kerja mah gampang, Man!" Kata Andin tetap santai. "Pikirin nanti aja pas Yoga pulang. Ga usah di pikiran sekarang!"


"Tapi mbak, kenapa mbak enggak jadi balik ke rumah pacar mbak itu?" Arman sedikit kepo sama Gerald yang baru pertama kali dia lihat saat menjemput Andin beberapa minggu yang lalu.Arman bingung saat dia harus menjemput Andin dari rumah Gerald, tengah malam buta.


"Ga jadi lah,dia kan minta putus sama gue. Terus ngapain gue pindah kerja di tempat dia?"


Arman terdiam. " Kok bisa putus tiba-tiba, mbak?"

__ADS_1


"Ya intinya gue salah." Jawab Andin mempertegas jawabannya agar Arman berhenti bertanya tentang dia dan Gerald.


Suasana hening buyar ketika terdengar seseorang membuka pintu kamar kosan Andin. Ada orang masuk tanpa permisi ke dalam kamarnya. Gerald masuk, menghampiri Andin lalu bersimpuh di hadapannya.


Arman menatap tajam wajah Gerald yang sedang bersimpuh di hadapan Andin.Terlihat ada begitu banyak cinta dimata Gerald untuk Andin. Tapi Arman tidak mengerti mengapa mereka bisa berpisah.


"Aku sudah menyuruh Ica untuk memberikan uang tabungan ku ke Yayasan Rumah Duafa. " Kata Andin, ketika Gerald mulai bersimpuh di hadapannya.


Gerald menjawab sembari berlinang air mata."Belum aku kirim uangnya."


"Kenapa?"


"Jumlahnya cukup banyak,Ayang yakin akan berikan semua uangnya?"


"Enggak apa apa. Kan buat sedekah.Semakin banyak beramal semakin banyak juga pahalanya kan? "


Gerald terdiam.


"Hidup itu sebuah pilihan,jika memang ini yang terbaik untuk kita berdua. Aku ikhlas hubungan kita berakhir. Setelah aku pikir pikir, tetap bersama pun percuma jika kita akan terus saling menyakiti. Jika selama ini aku hanya bisa membuat hatimu terluka, kenapa tidak kita coba untuk berpisah?" Kata Andin dengan yakin.


"Waktu itu aku sedang emosi." Kata Gerald mencoba menjelaskan kalau saat dia meminta putus dari Andin, dia sedang berada dalam keadaan emosi. "Panggil aku Ayang kembali,aku tidak ingin kita putus." Kata Gerald dengan air mata yang terus menetes.


Gerald tak bisa membendung air matanya, Gerald begitu menyesal dengan apa yang di katakan nya kepada Andin waktu itu.


Terasa sakit hatinya ketika Andin tak memanggilnya Ayang lagi saat dia datang. Biasanya Andin tak pernah berhenti memanggilnya Ayang walaupun mereka sedang dalam keadaan bertengkar.


Andin tak menjawab.

__ADS_1


Dia sebenarnya tidak menginginkan apapun, tak menginginkan juga Gerald kembali di hidupnya. Andin juga sudah menerima keputusan Gerald untuk membagi dua tabungan mereka. Mungkin semuanya sudah takdir dari Tuhan. Meski berat, Andin ingin menjalani hidupnya seperti biasa. Tak ingin terlalu terpuruk apalagi menyesali apapun yang telah terjadi di hidupnya.


Tapi lagi lagi Gerald terlihat begitu rapuh. Cinta dan rasa sayangnya kepada Andin begitu besar. Gerald sebenarnya tidak bisa hidup tanpa Andin di sampingnya, tapi dia mencoba bersikap angkuh agar terlihat tegar di mata Andin.


"Ayo kita pulang lagi ke rumah kita! Aku mohon." Pinta Gerald dengan begitu mengiba.


Andin tak bereaksi.


Dia hanya terlihat mematikan drama korea yang tadi sedang dia tonton.Lalu mengangkat bahu Gerald yang bersimpuh di hadapannya.Lalu mendudukkan Gerald di sofa bersebelahan dengannya.


"Sudahlah! Masih ada banyak orang yang perduli dan bisa membahagiakanmu nanti. Dan orang yang ada di samping mu kelak tentunya bukan aku. "


Hati Gerald semakin tersayat, mendengar Andin mengatakan kamu kepada dirinya. Gerald semakin terisak. Menahan perasaan yang begitu menyesak di hatinya.Dia begitu menyesal atas perlakuannya kepada Andin beberapa waktu lalu.


Walau dengan terpaksa Andin harus berkata demikian. Sudah berhari-hari dia memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan selanjutnya. Tadinya, Andin akan tetap mengalah, dan membuat seolah Gerald tak pernah mengatakan apapun. Tapi, jika dia tetap bersama Yoga, kejadian seperti ini akan terus berulang. Dan Andin tidak mau terus menyakiti hati Gerald.Jadi Andin memutuskan untuk mundur dan melepaskan Gerald untuk lebih bahagia bersama orang lain.


Pahit memang, apa yang harus mereka jalani saat ini. Tapi Andin yakin, waktu akan menyembuhkan segalanya. Baik dirinya ataupun Gerald, pasti bisa melalui semua masalah ini.


"Aku yakin kamu bisa hidup tanpa aku. Dan aku yakin kamu bisa hidup bahagia juga tanpa aku." Kata Andin dengan menepuk nepuk pundak Gerald yang sedang menangis. "Beberapa hari yang lalu, kamu meminta aku untuk menerima keputusan kamu untuk berpisah. Dan hari ini aku sudah menerima apapun yang kamu katakan tempo hari."


Gerald menatap wajah Andin yang sedang berusaha memberikan semangat kepada dirinya. " Kenapa Ayang begitu yakin ingin berpisah denganku?"


"Karena aku tetap tak bisa meninggalkan Yoga untuk mu." Sebuah jawaban yang sudah pasti menyakiti hati Gerald.


Sakit hati Gerald mendengar Andin dengan lantang mengatakan bahwa Andin tidak bisa meninggalkan Yoga untuknya. Berulang ulang kali Andin menyakiti hatinya dengan tetap tidak bisa meninggalkan Yoga demi dirinya.Tapi bukan seperti ini juga yang Gerald inginkan.


"Mulai hari ini, jalani hidup kita masing-masing. Maafkan aku jika di sepanjang perjalanan hubungan kita, aku selalu menyakiti hati mu. Maaf juga jika di sepanjang hubungan yang kita jalani, aku banyak membuat mu kecewa. " Kata Andin dengan lantang dan tegas meyakinkan Gerald bahwa semuanya sudah berakhir.

__ADS_1


Tak ada lagi perkataan ataupun pertanyaan dari keduanya. Mereka berdua sama sama terhanyut dengan suasana yang mengharu biru. Keduanya menginginkan perpisahan dan berarti yang terbaik memang harus berpisah.


***


__ADS_2