Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Gerald Mengunjungi Adinda #49


__ADS_3

Pagi pagi sekali Gerald sudah siap untuk pergi. Dia sudah berdandan rapi dan terlihat membawa beberapa bawaan di dalam tas. Entah apa yang dia bawa. Tasnya terlihat penuh dengan barang.


Gerald masuk ke ruang kerja, dan pamitan sama Ica yang sudah ada di ruang kerjanya sejak pagi. Ica sedang membereskan meja kerjanya yang berantakan. Ica tampak memperhatikan Gerald yang sudah berdiri di hadapannya.


"Pagi, sayang! " Sapa Gerald pada Ica yang tampak sedang melihat ke arahnya. Memperhatikan barang barang bawaan yang sedang Gerald jinjing.Begitu banyaknya tapi Gerald tak berusaha meminta bantuan siapapun.


"Kok tumben, masih pagi udah mau keluar? " Tanya Ica, yang penasaran kemana Gerald akan pergi pagi itu dengan membawa begitu banyak barang.


"Aku mau pergi ketemu Adinda. " Jawab Gerald sambil mencium pipi sebelah kanan Ica.


Ica tampak sedikit mengangguk. "Ohh."


"Aku pergi ya! " Kata Gerald sembari berbalik meninggalkan Ica.


"Hati-hati." Jawab Ica.


Pandangannya mengantarkan Gerald yang berjalan ke luar dengan penuh tanda tanya. Ica tidak yakin kalau Gerald akan benar-benar bertemu dengan Adinda. Atau mungkin Gerald menjadikan Adinda sebagai alasan untuk bertemu dengan Andin.Gerald mencari cara yang aman untuk bertemu dengan Andin tanpa menyakiti hatinya.


Berbagai pertanyaan muncul di benak Ica,meragukan pertemuan Gerald dengan Adinda pagi itu. Tapi lagi lagi Ica tak bisa berbuat apa apa.Ica tak bisa mencegah Gerald untuk tidak menemui Adinda.Ica tidak tau cara menghentikannya.


Setelah pamit kepada Ica, Gerald bergegas naik ke mobil dan langsung tancap gas pergi ke Yayasan Rumah Duafa dimana Adinda berada.


Gerald sudah tidak sabar bertemu dengan Adinda yang sudah menunggunya sejak kemarin. Gerald berjanji untuk menemui Adinda kemarin, tapi tidak jadi karena Gerald masih belum mau keluar rumah. Gerald masih terus memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menghadapi dilema cinta yang sedang dia hadapi saat ini. Antara Andin yang sangat di cintai nya, dan Ica yang selalu ada bersamanya, menjaganya sepanjang waktu.


Gerald tidak tau apa yang harus dia lakukan. Gerald bingung dengan keputusan yang harus dia ambil. Terlalu cepat mengambil keputusan untuk meninggalkan Ica, ia juga tidak tega.Gerald belum siap mengatakan hal yang akan menyakiti hati Ica di waktu dekat ini.


Gerald masih tidak tega melihat Ica akan begitu kecewa terhadap dirinya. Bagaimanapun Ica adalah orang yang selalu berada di sampingnya saat Gerald sedang jatuh dan terpuruk. Akan begitu egois jika Gerald hanya memikirkan kebahagiaan dirinya saja. Gerald akan sangat menyakiti hati Ica jika dia kembali mendekati Andin.


Dan beberapa hari ini Gerald memutuskan untuk berhenti dulu memikirkan urusan hatinya. Gerald akan berusaha semampu yang ia bisa untuk tidak menyakiti hati Ica.Gerald akan mengikuti kemana isi hatinya akan membawanya. Gerald juga berusaha untuk tidak memaksakan kehendaknya atas Andin. Bagaimanapun Gerald harus menjaga perasaan Ica. Ica sudah begitu banyak sakit hati akan sikapnya selama ini.


Satu jam kemudian Gerald akhirnya sampai di Yayasan Rumah Duafa. Adinda menyambut kedatangan Gerald di halaman Yayasan sambil bermain bersama anak anak panti yang lain yang sebaya dengan dirinya.Adinda sudah menunggu cukup lama kedatangan Gerald.


"Hai, Adinda! " Sapa Gerald sambil menghampiri Adinda.Lalu terlihat mencium pipi Adinda. "How are you?"

__ADS_1


"I'm fine, thank you."


"What are you doing here? "


"Lagi main, sambil nungguin om ganteng datang. " Jawab Dinda dengan polosnya.


"Oh, ya? "


Adinda mengangguk.


"Ayo anak anak kita duduk di sana! " Ajak Gerald kepada Adinda dan teman-temannya.


Adinda dan anak-anak Panti yang lain mengikuti Gerald yang masuk ke dalam rumah. Gerald meletakkan semua barang bawaan yang ia bawa dari dalam mobil di ruang tamu.


Lalu membongkar semua isinya, dan membagikan semuanya kepada anak anak.


Beberapa hari yang lalu, Gerald menyuruh Fadil dan Ayu untuk berbelanja kebutuhan untuk anak anak Panti. Dan baru hari ini, Gerald sempat mengantarkan barang barang itu ke Yayasan.


"Iya sama-sama. " Jawab Gerald sambil melempar senyum kepada anak-anak yang mengucapkan terimakasih kepada dirinya.


Ada kebahagiaan tersendiri bagi Gerald ketika melihat senyum dari anak-anak yang terlihat begitu bahagia saat menerima hal yang sebenarnya tidak seberapa bagi Gerald. Tapi sangat berarti bagi mereka.


Dari dalam datang bu Aisyah menghampiri Gerald bersama anak-anak asuhnya yang sedang ramai membuka bingkisan dari Gerald.


"Wah, ada pak Gerald ternyata. " Sapa bu Aisyah kepada Gerald, lalu bu Aisyah ikut duduk lesehan di lantai bersama mereka.


"Iya, bu Aisyah. " Jawab Gerald dengan seulas senyum.


"Kapan datang pak Gerald? " Tanya bu Aisyah kembali.


"Baru saja, bu. Belum lama. Baru saja duduk. " Kata Gerald tersenyum kepada bu Aisyah.


"Mau minum apa, pak? Kopi atau teh? " Bu Aisyah menawarkan minuman kepada Gerald.

__ADS_1


"Kopi aja bu, kalau tidak merepotkan. "


"Merepotkan apa sih, pak. Saya malah senang pak Gerald mau minum kopi di sini. Biasanya kan pak Gerald selalu sebentar kalau berkunjung ke sini. Ga pernah mau kalau ditawarin minum. " Kata bu Aisyah kembali.


Gerald tersenyum untuk kesekian kalinya kepada bu Aisyah. "Iya, bu. Biasanya saya sibuk. Kalau hari ini saya sengaja menyempatkan waktu untuk bermain dengan Adinda. " Kata Gerald sambil melihat ke arah Adinda."Ya kan Dinda? "


Adinda tersenyum.


"Ga enak sama Dinda, mau kesini ga jadi terus karena banyak kerjaan. "


"Ok, baiklah. Kalau begitu Adinda harus membuat om gantengnya betah berada di sini! " Goda bu Aisyah kepada Adinda.


Adinda dan Gerald tersenyum kembali.


Lalu bu Aisyah pergi ke dapur untuk membuat kopi untuk Gerald.


Di dapur tampak Andin sedang mencuci piring bekas dia makan barusan. Andin menoleh ke arah bu Aisyah yang sedang membuat secangkir kopi.


"Bikin kopi untuk siapa, bu? "


Bu Aisyah menoleh ke arah Andin. "Untuk pak Gerald , bu. " Jawabnya.


Andin terdiam sejenak. "Pak Gerald mana ya bu Aisyah? " Tanya Andin takut salah menebak.


"Pak Gerald Donatur rutin yang setiap bulan datang, yang katanya menjalankan amanah dari mantan pacarnya itu, bu Andin. " Kata bu Aisyah mengingatkan kembali siapa Gerald kepada Andin. Takutnya Andin lupa kepada Donatur yang beberapa minggu yang lalu datang ke Yayasan ini.


Andin tak menjawab. Apa yang ada di pikirannya memang tidak salah.Memang Gerald yang datang.


"Pak Gerald datang sengaja untuk menemui Adinda hari ini. Katanya mau mengajak Adinda untuk bermain seharian. " Kata bu Aisyah lagi, kemudian kembali ke depan untuk mengantarkan kopi yang telah selesai di buatnya untuk Gerald.


Sedangkan Andin tampak terdiam di dapur.


***

__ADS_1


__ADS_2