Kisah Cinta Andin Dan Gege

Kisah Cinta Andin Dan Gege
Gerald Mencoba Memahami #77


__ADS_3

Andin terdiam mendengar Gerald mengatakan Yoga. Suasana hening sejenak karena Gerald juga berhenti bicara.


Andin tidak berusaha membantah ataupun membenarkan apa yang baru saja Gerald katakan. Andin tidak menyangka kalau Gerald akan mengatakan hal yang sama sekali tidak Andin duga. Andin tidak tau, kalau selama ini Gerald tau kalau Yoga pernah beberapa kali tidur di tempat kosnya.


"Yoga juga tidur disini kan? Siapa tau, itu celana punya dia? " Kata Gerald kemudian dengan pandangan mata yang tajam menohok.


Andin masih membisu.Ia masih tidak menyangka kalau Gerald akhirnya membahas Yoga yang pernah beberapa kali tidur di tempatnya.


"Kenapa jadi diam? Kau kira aku tidak tau kalau Yoga sering tidur di sini? Tenang saja, aku tidak memata matai mu kok. Aku melihat sendiri dengan mata kepala ku kalau mobil si Yoga sering parkir malam hari di sini. Aku juga pernah melihat mobil dia keluar dari depan kos mu saat pagi buta. Aku tidak berani berpikir apapun meski itu tidak wajar. Aku hanya yakin Andin hanya mencintai ku saja bukan orang lain."Katanya kemudian, sambil menatap wajah Andin yang mulai tertunduk. "Aku tetap berusaha berpikir jernih meski itu sulit bagiku. Aku tetap berusaha tak pernah berprasangka buruk meski seharusnya itu tidak kau lakukan. "Kata Gerald, berhenti sejenak untuk menghela nafas pendek. "Benarkan kalau kau hanya mencintai aku saja? " Tanya Gerald sekali lagi.Ingin benar-benar yakin sampai Andin menjawabnya sendiri bahwa dia hanya mencintai Gerald saja bukan orang. lain.


"Yoga tidak pernah mandi ataupun ganti baju di sini." Jawab Andin pelan.


Kata katanya terbata bata penuh rasa bersalah.


"Siapa tau kamu lupa? " Kata Gerald dengan cepat.


Andin melihat kearah Gerald yang masih berdiri di hadapannya. "Yang, sudahlah! Jangan mencoba memojokkan aku seperti ini. Ini masih pagi. Masa kita berantem cuma gara gara daleman sih? Aku kan sudah bilang gak tau. Aku kira itu punya kamu. " Kata Andin berusaha menghentikan intimidasi yang sedang di lakukan Gerald kepada dirinya.


"Nggak, aku nggak ngajak berantem, aku cuma nanya. Itu punya siapa? Kalau kamu nggak tau ya sudah. Aku cuma bilang, itu bukan punya aku. Aku heran,, daleman aku kau pun gak tau. Tapi tau itu bukan punya Yoga. Lucu kau.. " Kata Gerald sambil tertawa sinis.


Andin terdiam kembali.Dia benar-benar merasa terpojok dengan semua yang di katakan Gerald sejak tadi.


"Kau hafal semua kebiasaan sahabat mu, tapi kau tidak tau yang mana barang pacarmu sendiri. " Kata Gerald sambil kembali tertawa sinis kepada Andin.


"Aku tau aku salah, aku minta maaf. " Kata Andin akhirnya mengalah.

__ADS_1


Tak ada gunanya dia berusaha membela diri. Gerald sudah tidak akan percaya apapun lagi yang akan dia katakan. Gerald sepertinya sudah gerah dengan semua alasan Andin yang tidak masuk akal sehatnya. Gerald akan terus saja mengintimidasi dirinya jika Andin tetap berusaha membela diri.


Percuma terus berdebat, Gerald akan tetap menyudutkannya karena memang Andin yang salah. Yoga tidak seharusnya tidur di kosannya meski mereka bilang hanya berteman.


Tidak ada pacar manapun yang akan membenarkan apa yang dilakukan oleh Andin. Andin menyadari semua tindakannya tidak pantas.Andin mengerti kenapa Gerald kesal padanya.Tidak ada seorang lelaki pun yang mau melihat pacarnya sendiri tidur satu kamar dengan lelaki lain meski itu sahabatnya sendiri. Apalagi Gerald tau kalau Yoga ternyata masih mencintai Andin.


Tapi kalau boleh jujur, Andin tidak berbohong tentang daleman yang sedang mereka ributkan. Andin benar benar berpikir itu adalah milik Gerald bukan milik orang lain ataupun Yoga.


Tapi Gerald tidak akan mempercayai semua kata katanya.Gerald akan tetap menganggap kalau Andin lebih faham segalanya tentang Yoga dari pada Gerald.


Untuk itu dari tadi Andin hanya diam. Karena bicara pun percuma. Berdebat hanya akan membuat mereka akhirnya bertengkar kembali.


"Sudahlah, untuk apa kita ributkan hal yang tidak penting! " Kata Gerald yang akhirnya menyadari kalau mereka memperdebatkan hal sama sekali tidak penting.


Emosinya sudah mulai naik, Gerald takut ia akan berlebihan mengekspresikan rasa kecewanya.Gerald takut mereka akan bertengkar kembali dan akhirnya saling berteriak.


Selalu berdebat tentang Yoga malah akan membuatnya semakin merasa emosi. Jadi lebih baik, Gerald diam tak membahasnya lagi.


Gerald duduk di sofa sambil mengambil sebatang rokok di atas meja.Kemudian terlihat menyalakannya.


Gerald tak terdengar lagi bicara setelah itu. Dia hanya duduk menikmati sebatang rokok yang telah dinyalakannya.


Andin perlahan mendekat lalu menyandarkan bahunya dipundak Gerald.Kemudian terlihat memeluk dan menciumi pipi Gerald dengan manja.


Andin tau Gerald sangat kesal pada dirinya. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terlanjur terjadi. Dia tidak mungkin bisa mengulang waktu yang sudah berlalu. Andin juga hanya bisa memulai memperbaiki semua kesalahannya. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk bisa lebih menghargai perasaan Gerald.

__ADS_1


"Kapan ada waktu untuk bantuin aku pindahan? " Kata Andin masih sambil bersandar di pundak Gerald.


"Pindah kemana? " Tanya Gerald yang bingung tiba-tiba Andin berkata akan pindah.


"Ke rumah mu. " Jawab Andin sambil tersenyum.


Gerald terdiam. Dia hanya terlihat melirik Andin sejenak lalu kembali menghisap rokok yang sedang di pegangnya.


"Ya terserah, Ayang mau kapan pindahannya? " Kata Gerald menyerahkan semuanya kepada Andin.


"Terserah Ayang! "


"Aku bilang terserah kamu, kamu bilang terserah aku. Bingung jadinya." Gerutu Gerald pada dirinya sendiri.


"Aku juga sebenarnya gak mau kayak gini terus, salah faham terus. Aku juga ingin bisa menghargai perasaan Ayang, tapi ya gimana. Kadang aku juga merasa tidak berdaya. Aku tau, aku banyak salah sama Ayang... "


Gerald menutup mulut Andin dengan telunjuknya. Gerald tidak mau mendengar Andin terlalu merasa bahwa dirinya yang begitu banyak bersalah pada Gerald. Sedangkan Gerald juga tau, kalau dia sendiri pun sudah begitu banyak menyakiti hati Andin selama ini.


"Kita berdua sama-sama melakukan banyak kesalahan, mari kita perbaiki semuanya dari awal. Jangan lagi ada kebohongan di antara kita. Aku capek terus memperdebatkan hal yang sama selama bertahun-tahun. Kalau memang kamu hanya mencintai aku, maka prioritaskan lah aku. Jangan orang lain. Perlakukan sahabat selayaknya sahabat.Dan perlakukan aku sebagai kekasih yang engkau cintai. " Kata Gerald dengan tatapan penuh makna, berharap Andin akan lebih menghargai perasaannya mulai dari sekarang.


Andin tak menjawab. Dia hanya terlihat mengangguk kecil.


"Aku tidak berjanji, tapi aku akan berusaha sebisaku. Aku juga akan mulai mengurus segala sesuatunya untuk resign dari Resto dan akan bekerja kembali dengan mu. "


Gerald tersenyum kecil meski ia tidak puas dengan jawaban Andin. Tapi Gerald berusaha mengerti kalau Andin juga sedang berjuang demi hubungannya.

__ADS_1


Semuanya butuh proses, maka Gerald akan menikmati semua prosesnya.Gerald yakin suatu hari Andin akan seutuhnya menjadi miliknya.


***


__ADS_2