
Target lima hari yang di janjikan Gerald akhirnya molor dua hari dari yang telah di tentukan.Ada banyak kendala yang tidak ada di agenda yang menjadikan target lima hari akhirnya menjadi lebih dari tujuh hari. Ada banyak hal tak terduga yang terjadi hingga akhirnya membuat syuting yang harusnya selesai dua hari menjadi lebih dari tiga hari.
Dari mulai kamera yang tiba-tiba rusak dan Krisna yang terjatuh ke semak belukar yang menyebabkan kakinya keseleo dan membuatnya susah untuk berjalan. Dan akhirnya proses syuting harus terhenti satu hari. Gerald dan yang lainnya harus mencari tukang pijat urut di daerah sekitar untuk mengobati kaki Krisna yang keseleo.
Setelah kondisi Krisna mulai membaik dan memungkinkan untuk kembali syuting, barulah mereka memulai kembali pekerjaan mereka yang sebelumnya tertunda.
Di hari ke tujuh tepat satu minggu, barulah Gerald dan teman temannya memutuskan untuk kembali pulang ke Bandung. Mereka berangkat dari Majalengka pada sore hari sekitar jam 4 sore dan tiba di Bandung hampir jam sembilan malam. Setibanya di rumah, wajah wajah kasur sudah terlihat dari raut wajah mereka yang sudah terlihat begitu lelah dan capek.
Dari mereka turun sampai akhirnya membereskan barang bawaan dari mobil, mereka semua tampak sudah lelah dan mengantuk.Capek dan lelahnya menjalani perjalanan terlihat dari wajah mereka yang tampak kucel dan kusam.Sudah tak ada senyum di wajah mereka saking mereka ngantuk dan ingin cepat cepat tidur untuk istirahat.Maklum selama berada di Majalengka mereka berempat selalu bergadang.
Setelah semuanya selesai membereskan barang bawaan dan di tata kembali ke tempatnya.Akhirnya keempat sekawan ini sudah tidak bisa menahan lelah dan menahan beratnya rasa kantuk di matanya.Mereka tidur berserakan di kamar Gerald.Tak perduli perut mereka berbunyi karena lapar dan baunya keringat mereka karena mereka belum sempat mandi sejak kemarin.Baunya badan empat sekawan ini tak menghalangi mereka untuk tertidur dengan nyenyak. Mereka begitu cepat tertidur karena memang mereka sudah begitu capek.
Dari selesai syuting kemarin sore sampai akhirnya mereka packing buat persiapan pulang sampai akhirnya mereka tiba malam ini,mereka memang belum sempat memejamkan mata untuk istirahat sejenak.
Ica dan bi Sumi terlihat masih membereskan barang barang dan baju kotor yang masih belum sempat di bereskan tadi oleh mereka. Barang bawaan dari dalam ransel yang belum sempat mereka keluarkan.Yang isinya penuh dengan baju kotor dan sampah segala macam.
"Bi, baju kotornya di cuci besok aja!" Kata Ica, sambil memasukkan sampah ke dalam tas kresek dan memilah baju kotor ke dalam wadah laundry baju kotor yang telah di sediakan oleh bi Sumi.
"Iya,Neng!" Jawab bi Sumi sambil membawa baju kotor yang sudah di pisahkan ke kamar mandi di dapur. Dan kembali lagi menemani Ica yang masih tampak beberes tas ransel yang masih berantakan.
"Udah,Neng! Biar bibi aja yang beresin! Neng Ica tidur aja, udah malam." Kata bi Sumi menyuruh Ica untuk istirahat.
Kebetulan Ica malam itu tidak pulang, karena sengaja ingin menyambut kedatangan Gerald dan yang lainnya.
"Udah, bi Sumi aja yang tidur, aku masih belum ngantuk!" Jawab Ica sambil tersenyum.
Karena memang waktu sudah menunjukkan hampir jam 12 malam, akhirnya bi Sumi meninggalkan Ica yang masih tampak merapi rapikan yang berantakan di ruang tamu. Bi Sumi harus bangun pagi esok hari, karena ada banyak pekerjaan tambahan yang harus dia selesaikan besok pagi. Cucian pakaian Gerald dan ketiga teman temannya begitu menumpuk dan bau. Harus sesegera mungkin di cuci.Makanya ia bergegas untuk secepatnya tidur agar besok ia bisa cepat bangun dan menyelesaikan semua pekerjaannya.
***
Pagi pagi sekali Agung sudah terbangun, dia langsung keluar dari kamar menghampiri suara berisik di depan rumah. Di luar terlihat Ica yang sedang berusaha memasang selang air untuk mencuci mobil Gerald yang tampak kotor dari debu.
__ADS_1
"Masih pagi, Ca!" Sapa Agung pada Ica kemudian membantunya memasang selang pada kran air. "Emang kerjaan lo disini, selain jadi Administrasi, juga jadi tukang Cuci mobil, ya?" kata Agung sambil bercanda.
Ica mendelik pada Agung yang seperti sedang mentertawakan nya. "Masih pagi, udah julid aja!" Jawab Ica.
"Udah biar gw aja yang cuci!" Kata Agung Sambil meraih selang yang di pegang Ica. "Bikinin gw sarapan, gw lapar nih!" Tambahnya sambil memegangi perutnya yang memang sudah teriak teriak minta makan dari tadi.
Ica kemudian meninggalkan Agung yang mengambil alih pekerjaannya, dia masuk ke dapur membuatkan sarapan roti dan susu untuk Agung. Karena kebetulan bi Sumi belum masak nasi pagi ini karena sibuk mencuci pakaian dari subuh dan belum selesai hingga pagi.Di meja makan hanya tersedia roti dan susu saja dan beberapa mie instan.Tapi Ica malas untuk masak mie instan. Jadi ia hanya menyiapkan roti dan susu saja untuk Agung.
Roti dan susu, Ica simpan di meja teras depan. Kemudian memanggil Agung untuk sarapan. Agung menghentikan dulu kegiatannya mencuci mobil, dia menghampiri Ica yang tengah duduk di teras menunggunya sarapan.
"Ga ada nasi, ca?" Tanyanya seperti sedang berharap kalau Ica menyiapkan sarapan dengan nasi dan lauknya.
"Ga ada. " Ica menggelengkan kepalanya. "Bi Sumi masih belum selesai mencuci baju! Dia belum sempet masak!"
"Andin belum dateng?" Agung mengalihkan pembicaraan.
Ica menggeleng lagi. "Sudah dua hari Andin ga masuk kantor!"
Ica mengangguk sembari mulai meraih roti yang sudah tersaji di atas meja kemudian memberikannya pada Agung.
"Abang tau, kalau Andin dua hari ini ga masuk kerja!" Saut Agung kemudian.
Ica mengangkat bahu dan kedua tangannya. "Harusnya sih tau, mana mungkin Gege nggak tau."
"Kau tidak chat dia?" Tanya Agung lagi.
"Kemarin aku berusaha chat, mau nanya kenapa ga masuk. Takutnya dia sakit, tapi hapenya Andin ga aktif sampai kalian pulang semalam."
Mereka berdua terdiam. Agung yang tampak sedang berpikir dan sedikit bingung kenapa Andin tidak memberikan kabar seharian kemarin. Ia tampak terlihat sedikit khawatir takut terjadi sesuatu pada Andin. Dan Ica yang tampak biasa saja.Ica tidak tampak sedang memikirkan apapun. Dan ia juga tidak tampak perduli apakah Andin bisa di hubungi atau tidak.Dia terlihat tenang sambil memakan roti yang ada di tangannya.
Tak berapa lama setelah itu Gerald tampak keluar dari dalam kamar. Masih dalam keadaan rambut yang acak acakan. Dengan masih mengucek mata dia menghampiri Agung yang berada di luar.Agung yang masih meneruskan pekerjaannya mencuci mobil.
__ADS_1
"Gung, tolong jemput Andin dulu dong di kosannya!" Perintahnya.
Agung menoleh ke arah Gege yang tampak berdiri di depan pintu. Masih dalam keadaan tampak mengantuk.
"Iya, tunggu gw selesaikan dulu ini!" Kata Agung sambil terus mengelap mobil yang sudah mulai tampak bersih.
Gerald kemudian masuk kembali ke dalam kamar, berusaha mencari hapenya yang lupa ia simpan dimana. Dia mencari hapenya ke seluruh ruangan di kamarnya.
Setelah mencari beberapa lama barulah ia menemukan hapenya yang tertindih oleh bantal. Ia mencoba menghubungi Andin, tapi hape Andin tidak aktif. Di chat dari kemarin pun masih cek list satu.Berarti Andin belum membaca pesannya dari kemarin.Gerald terlihat agak bingung. Kemudian berteriak memanggil Ica.
"Ca....!"
"Kenapa, Ge?" Tanya Ica yang berlari menghampiri Gerald di kamarnya setelah mendengar Gege berteriak memanggilnya.
"Kok Andin tidak bisa dihubungi, Ca?" Tanya Gege terlihat agak sedikit panik.
"Iya, dari kemarin emang dia nggak bisa di hubungi. Hapenya tidak aktif terus." Jawab Ica.
Krisna dan Fadil yang masih tertidur akhirnya terbangun karena mendengar Gerald dan Ica yang berisik.Matanya mulai terbuka perlahan. Fadil menggeliat dari tidurnya, sambil berusaha mengerti apa yang sedang Ica dan Gerald bicarakan. Krisna juga terlihat berusaha terbangun, dan berusaha duduk masih dengan memegang guling di tangannya.
"Kenapa sih lo, pagi pagi dah berisik ah." Gerutu Fadil pada Gerald."Mandi, sana!"
"Kok mandi?" Gerald tampak bingung.
"Iya, mandi. Terus lo susul ke sana ke kosan Andin, siapa tau dia sakit!" Kata Fadil sambil merebahkan tubuhnya kembali di kasur.
Gerald tampak terdiam, seperti yang sedang memikirkan omongan Fadil barusan.
"Ya udah deh, bilang sama bi Sumi siapin aku sarapan Ca, aku mau makan. Badan ku ga enak hari ini, mau minum obat!" kata Gerald sambil berusaha meraih handuk yang tergeletak di kursi depan kasurnya.Kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Pagi itu ia bangun dengan keadaan tidak enak badan. Badan dan punggung nya terasa sakit, tenggorokannya juga sakit, seperti yang akan batuk pilek. Tapi dia tetap berusaha membersihkan diri walaupun badannya terasa sedikit menggigil. Gerald berencana akan pergi ke kosan Andin untuk melihat keadaannya, karena Andin dari kemarin tidak bisa di hubungi. Siapa tau yang di katakan Fadil itu memang benar, jangan jangan Andin sakit di kosannya.
__ADS_1
***